Tahap-Tahap Sosialisasi, dan Agen-Agen Sosialisasi

Tahap-Tahap Sosialisasi, dan Agen-Agen Sosialisasi – Sosialisasi adalah sebuah bentuk atau proses yang melibatkan transfer nilai – nilai atau kebiasaan yang terjadi antar individu dengan individu, individu dengan kelompok, atau kelompok dengan kelompok.

Menurut pendapat sejumlah sosiolog, sosialisasi merupakan sebuah teori tentang peran karena sosialisasi mengajarkan peran – peran yang harus dijalani oleh individu di dalam kehidupan sosial. Melalui penguasaan peran – peran tersebutlah, seorang individu dapat berinteraksi dengan orang lain dalam kehidupan bermasyarakat.

Seorang individu dapat menjadi suatu bagian dari masyarakat melalui proses interaksi. Tanpa adanya interaksi, mereka tidak akan menemukan jati diri, sehingga mereka tidak akan berkembang menjadi makhluk sosial.

Tahapan – Tahapan Sosialisasi

Proses Sosialisai tidak hanya terjadi begitu saja, tetapi melewati beberapa proses yang harus dilalui. Proses – proses yang harus dilalui tersebut disebut dengan tahapan sosialisasi. Bagaiamanakah tahapan – tahapan sosialisasi tersebut ? Nah, berikut ini adalah tahapan – tahapan dari sosialisasi.

1. Preparatory stage (tahap persiapan)

Tahap ini adalah tahapan awal dari sebuah proses sosialisasi dan dimulai sejak seorang individu dilahirkan di dunia ini. Dalam tahap ini, seorang indiviu akan belajar segala hal dengan cara meniru (imitating). Tahap ini terjadi di dalam lingkungan keluarga.

2. Tahap play stage (tahap bermain)

Setelah melewati tahap persiapan, seorang individu akan melewati tahap bermain. Dalam tahap ini seorang individu mulai bisa memainkan peran – peran kecil dengan melihat dan meniru peran orang – orang yang ada di sekitarnya dan sering melakukan interaksi dengan mereka, misalnya peran orang tua, kakak, dan lain – lain.

Baca Juga:  Ketentuan dan Cara Praktik Solat Rawatib

Hal ini bisa kita lihat saat anak kecil memainkan peran seperti orang dewasa meskipun tidak memahami isi peran tersebut, contohnya ibu. Mereka bisa berpura – pura memasak, ataupun membersihkan rumah tanpa harus tahu mengapa ibu harus memasak atau membersihkan rumah.

3. Tahap game stage (tahap permainan)

Tahap game stage akan dilewati setelah melalui tahapan – tahapan di atas, pada tahap ini mereka sudah mulai menemukan peran mereka masing – masing. Hal ini dikarenakan mereka telah mampu berinteraksi dengan orang banyak dan komplek. Mereka juga telah memahami peran yang mereka mainkan dan juga mengerti peran – peran yang orang lain lakukan.

Selain itu, pada tahap ini mereka juga telah menyadari nilai atau norma – norma yang berlaku di masyarakat.

4. Tahap generalized stage (tahap penerimaan norma kolektif)

Ketika menginjak tahap ini, seorang anak sudah menjadi dewasa. Mereka telah mampu mengambil peran – perang yang dijalankan oleh orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Tidak hanya itu, mereka juga mampu berinteraksi dengan baik di masyarakat karena mereka sudah mengetahui dan memahami dengan jelas peran mereka dan peran orang lain yang berinteraksi dengan mereka.

Baca Juga:  Contoh Kalimat Opini, Ciri – Ciri, & Pengertian

Contohnya, sebagai seorang anak mereka mampu memahami peran orang tua, sebagai seorang siswa, mereka mampu memahami peranan seorang guru, dan lain sebagainya.

Agen – Agen Sosialisasi

Karena merupakan sebuah proses yang memiliki tahapan – tahapan yang urut, maka sosialisai juga memiliki pelaksana atau tempat terjadinya proses sosialisasi tersebut yang disebut dengan agen sosialisasi. Apakah yang dimaksud dengan agen sosialisasi ? Agen sosialisasi adalah orang atau pihak – pihak yang melaksanakan proses sosialisasi. Nah, berikut ini adalah agen – agen sosialisasi yang menjalankan proses sosialisasi di dalam masyarakat:

1. Keluarga

Keluarga adalah agen sosialisasi paling awal dalam kehidupan sosial. Sebagai agen sosialisasi, keluarga terdiri dari dua jenis, yaitu keluarga inti, terdiri dari ayah, ibu, dan anak, dan keluarga besar, yang di dalamnya juga terdapat kakek, nenek, paman, bibi, dan lain sebagainya.

Peran keluarga pada proses awal sosialisasi sangatlah penting karean sebuah keluarga dapat menentukan peran yang akan diambil oleh anak – anaknya kelak. Proses – proses interaksi yang terjadi di dalam keluarga, contohnya adalah bercengkrama, makan bersama, diskusi keluarga, dan lain – lain.

2. Kelompok Bermain atau sebaya

Kelompok bermain adalah agen sosialisasi kedua yang akan ditemukan oleh seorang anak setelah keluarga. Di sana mereka tidak hanya berinteraksi dengan keluaragnya saja, tetapi dengan orang – orang yang lebih kompleks dan lebih beraneka ragam.

Baca Juga:  Jenis Gerak dan Kelainan atau Gangguan pada Otot

Dalam agen sosialisai ini mereka akan menemukan teman – teman sepermainan yang tidak hanya mengajak mereka ke dalam kegembiraan saja, tetapi juga dapat mempengaruhi sikap mereka di dalam kehidupan bermasyarakat.

3. Sekolah

Sekolah merupakan contoh kecil dari kehidupan sosial di masyarakat luas. Hal ini dikarenakan pihak – pihak yang ada di dalam sekolah memiliki peran yang beraneka ragam seperti yang ada di dalam masyarakat meskipun lebih kecil.

Di dalam sekolah mereka akan berinteraksi dengan macam – macam pihak yang memiliki peran yang berbeda – beda, seperti dengan teman sebaya, kakak tingkat, guru, kepala sekolah, dan lain – lain. Selain itu di sekolah mereka juga akan diperkenalkan oleh aturan – aturan yang harus mereka patuhi.

4. Media Massa

Media massa dapat menjadi sebuah agen sosialisasi yang sangat efektif dalam membentuk sikap dan perilaku orang banyak di dalam masyarakat. Contohnya adalah seoarang anak dapat mengikuti apa yang orang lain lakukan melalui media massa seperti televisi atau internet, sehingga kepribadian mereka akan terbentuk seperti yang diperlihatkan oleh media massa tersebut.