Susunan Sistem Saraf Pusat pada Manusia dan Fungsinya

Susunan Sistem Saraf Pusat pada Manusia dan Fungsinya – Sistem saraf pusat tersusun atas kumpulan sel – sel saraf interneuron atau konektor yakni sel saraf yang berfungsi dalam pengolahan setiap rangsang yang masuk dan memberikan jawaban atau respon dari tiap rangsangan tersebut. Sistem saraf pusat mencakup otak dan sumsum tulang belakang yang berkembang dari batang saraf (neural tube) pada proses neurolasi saat embrio berusia 5 minggu (1,1 bulan). Pada umumnya fungsi dari sistem saraf pusat ialah sebagai pusat pengolahan rangsang baik yang disadari ataupun yang tidak pada tubuh manusia. Namun secar lebih terinci, fungsi – fungsi tersebut akan diatur oleh bagian – bagian saraf pusat berikut ini:

1. Otak

Otak terletak di dalam kepala yang dilindungi oleh beberapa perlindungan untuk menjaga atau melindungi bentuknya yang lunak. Otak tersusun atas kumpulan sel – sel saraf interneuron yang berperan dalam pengolahan rangsang. Berat otak manusia ialh sekitar 1,4 kg atau 2% dari berat tubuh manusia. Otak dilindungi oleh:

a. Tulang tengkorak (cranium)

Tengkorak merupakan tulang keras yang melindungi otak. Tulang – tulang ini awalnya ialah merupakan tulang rawan, namun seiring perkembangan janin tulang – tulang ini mulai mengeras. Terdapat 28 buah tulang tengkorak yang dihubungkan oleh sendi mati (sutura). Tulang tengkorak berperan sebagai pelindung utama organ yang ada di dalamnya, termasuk otak.

b. Selaput otak (meningens)

Merupakan jaringan ikat yang membungkus otak, membentuk perlindungan kedua. Virus meningens menyebabkan radang pada selaput otak yang disebut dengan meningitis. Terdapat tiga selaput meningens yang melindungi otak:

• Durameter, yaitu bagian paling luar yang memisahkan otak dengan tulang tengkorak.
• Arachnoid, lapisan tengah. Lapisan ini merupakan lapisan yang banyak mengandung pembuluh darah (vili) yang memiliki bentuk seperti jala laba – laba (inilah alasan lapisan kedua disebut arachnoid, yang berarti seperti jaring laba – laba). Hal ini berarti pendistribusian nutrisi serta limba metabolisme dari dan ke otak terjadi pada lapisan ini. Selain itu lapisan ini juga menghasilkan cairan cerebrospinal pada lumennya (ruang).
• Piameter, yaitu lapisan yang paling dalam yang menempel dengan otak.

Baca Juga:  Contoh Kalimat Aktif dan Pasif beserta Pengertian

c. Cairan otak (Liquor Cerebro Spinalis = LCS)

Merupakan cairan yang dihasilkan oleh lapisan arachnoid. Cairan ini berfungsi sebagai pelindung bagi otak dan sumsum tulang belakang. Keberadaan cairan cerebrospinal berperan dalam meredam apabila terdapat guncangan yang dapat merusak struktur otak. Fungsi yang dimainkan oleh LCS dapat dibayangkan jika kita menyimpan suatu benda lunak dalam suatu massa air maka jika terjadi guncangan struktur benda lunak tersebut tetap terjaga. Selain itu, fungsi lain LCS ialah memberikan nutrisi dan menjaga kelembapan sistem saraf pusat.

BAGIAN – BAGIAN OTAK

Otak (Encephalon) dapat dibagi menjadi beberapa macam, berdasarkan ukuran dan letaknya:

a. Otak Besar (Cerebrum)

Terdiri atas hemiser kanan dan kiri. Bagian otak kanan mengatur anggota tubuh bagian kiri, dan sebaliknya bagian otak kiri mengatur anggota bagian kanan. Persilangan serabut sel saraf otak besar kanan dan kiri ini dinamakan jembatan varol yang berada di bagian otak kecil. Bagian otak besar dibedakan menjadi:

• Korteks (kulit) yang berwarna kelabu. Bagian cortex ini tersusun atas sel saraf, dendrit, dan akson yang tidak bermielin.
• Medulla (bagian dalam) berwarna putih yang tersusun atas serabut saraf yang bermielin.

Baca Juga:  Definisi dan Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Lingkungan

Otak besar berfungsi sebagai pusat pengendali gerak sadar, penalaran, dan pengolahan rangsang indera. Adapun hal ini diproses pada wilayah yang berbeda-beda di otak, yaitu:

• Lobus frontalis merupakan bagian yang berfungsi sebagai pusat penalaran, pemikiran, dan ingatan. Bagian frontal terletak di bagian kening (depan).
• Lobus parietalis, terletak dibagian belakang frontal. Lobus ini berfunsi sebagai pusat sensasi sentuhan dan rasa. Rangsang dari indera kulit serta lidah akan bermuara di bagian ini.
• Lobus oksipetalis, yaitu terletak di bagian paling belakang otak besar. Lobus ini berfungsi sebagai pusat penglihatan. Saraf dari retina akan bermuara di dalam lobus ini untuk kemudian diproses dalam pembentukan visual.
• Lobus olfaktoris, yaitu lous yang berperan sebagai pusat pembauan. Lobus ini bertanggung jawab dalam mengelolah rangsang yang berasal dari sel – sel saraf olfaktoris di hidung.
• Lobus temporalis yaitu bagian otak besar yang berfungsi sebagai pusat pendengaran. Terletak di atas telinga.

b. Otak kecil (Cerebellum)

Otak kecil merupakan bagian dari otak belakang. Otak kecil berperan sebagai pengendali keseimbangan tubuh, serta koordinasi gerakan tubuh. Di dalam otak kecil terdapat jembatan varol yang merupakan titik pertemuan antara serabut sel saraf kanan yang masuk ke otak besar bagian kiri (hemisfer kiri) dengan serabut sel saraf otak besar bagian kanan.

c. Otak depan (Diencephalon)

Bagian ini terdiri atas talamus yang berfungsi sebagai tempat masuknya serabutsel saraf dari sel indera kecuali indera bau. Serta bagian hipotalamus yang berperan dalam mengontrol emosi, suhu tubuh, agresif, dan rasa lapar.

Baca Juga:  4 Faktor Pendorong Interaksi Sosial dalam Kehidupan Masyarakat

d. Otak tengah (mesencephalon)

Merupakan bagian awal dari batang otak. Bagianini berperan dalam penglihatan dan pendengaran yakni terkait dengan gerakan otot. Gerakan kelopak mata dan daun telinga merupakan gerakan yang dikontrol oleh otak tengah.

e. Sumsum lanjutan (medulla oblongata)

Yaitu penyusun batang otak. Sumsum lanjutan merupakan bagian otak yang berbatasan dengan sumsum tulang belakang. Sumsum lanjutan berfungsi sebagai kontrol pernafasan. Denyut jantung, ritme pernapsan dikontrol di bagian ini.

2. Sumsum tulang belakang (medulla spinalis)

Sumsum tulang belakang selain berperan sebagai rangka sumbu tubuh juga amat penting sebagai pusat saraf. Terdapat 33 tulang pendek yang menyusun sumsum tulang belakang. Jenis sel saraf yang menyusun sumsum tulang belakang sama dengan penyusun otak, hanya saja letaknya berbeda. Pada summsum tulang bagian dalam merupakan badan sel saraf yang tak bermielin (massa abu-abu), sementara bagian tepinya merupakan serabut sel bermielin (massa putih). Peranan sumsum tulang belakang ialah:

a. Konektor otak, dalam menjalankan fungsigerak yang disadari, sumsum tulang berperan sebagai penghubung sistem saraf tepi spinal ke otak yang merupakan pusat gerak sadar.
b. Pusat gerak refleks, pada kondisi tertentu kita menerima rangsang yang tiba – tiba dan berbahaya. Jenis rangsang yang demikian tidak diteruskan ke otak melainkan akan dikontrol oleh sumsum tulang belakang yang akan memberikan respon yang sangat cepat. Gerakan demikian dikenal dengan gerakan refleks yaitu gerakan yang tidak melalui proses pemikiran oleh otak. Contoh gerak refleks ialah batuk ketika tersedak, bersin ketika mencium bau menyengat, mengangkat kaki ketika tertusuk bara api dan lainnya.