Struktur Sel Prokariotik dan Penjelasannya

Struktur Sel Prokariotik dan Penjelasannya – Perkembangan ilmu biologi sangat diuntungkan dengan kemajuan teknologi yang dapat dimanfaatkan untuk meneliti karakter makhluk hidup lebih dalam. Penemuan fakta baru pada bakteri bahwa struktur selnya yang tidak memiliki membran membuat perubahan pada sistem dua kingdom yang diciptakan oleh Linnaeus. Bakteri kemudian dikelompokkan ke dalam kingdom tersendiri yaitu monera, yang memiliki ciri khas tidak memiliki membran inti. Sel yang tidak memiliki selaput inti disebut sel prokariotik. Perkembangan mikroskop digunakan untuk mengamati sel prokariotik. Tipe sel prokariotik hanya dimiliki oleh organism uniseluler yakni pada kelompok monera yang terdiri dari archaebacter dan bacteria. Alga hijau biru, bakteri yang ditemukan di berbagai tempat adalah pemilik sel tanpa inti tersebut. Suatu adaptasi yang sangat sukses dalam mempertahankan kelangsungan jenis meski tanpa membran inti.

Penemuan fakta mengenai sel prokariotik ini membuat para ilmua berhipotesis bahwa sel prokariotik merupakan sel yang paling primitif dan merupakan asal muasal dari sel eukariotik. Keabsenan membran inti pada sel prokariot diikuti dengan organel lainnya seperti mitokondria, kloroplas, RE, badan golgi, dan organel bermembran lainnya. Untuk lebih jelasnya bagaimana struktur sel prokariotik, sebagai berikut:

Baca Juga:  Pengertian, Ciri, Contoh Karangan Argumentasi tentang Lingkungan

1. Tidak memiliki inti

Istilah prokaritik berasal dari bahasa yunani yang berarti belum memiliki inti. Hal ini didasarkan ciri utama sel ini yang memang tidak memiliki membran inti, sehingga materi genetik (kromosom) kelompok prokarotik terkumpar dalam sitoplasa (nukleoid).

2. Memiliki ribosom, mesosom, dan flagella

Sel prokariotik memiliki ribosom yang berfungsi untuk translasi dalam sintesis protein dan letaknya hanya tersebar di sitoplasma. Karena DNA bakteri tidak diselubungi membran inti, maka keseluruhan proses sintesis protein pada bakteri berlangsung di dalam sitoplasma. Mesosom merupakan organel yang hanya dimiliki oleh kelompok prokariotik aerob. Mesosom terbentuk dari lipatan membran sel ke arah dalam. Fungsi dari mesosom ialah menggantikan fungsi mitokondria yakni sebagai tempat berlangsungnya respirasi seluler. Sementara flagel merupakan alat gerak yang terdapat pada beberapa prokariotik. Alat gerak lainnya dapat berupa vili yang ukurannya lebih pendek, dan ditemukan pula prokariotik yang tidak memiliki alat gerak.

Baca Juga:  Pengertian Kelompok Sosial Dan Ciri Kelompok Sosial

3. Tidak memiliki organel bermembran lain

Selain keabsenan membran inti, organisme prokariotik juga tidak memiliki organel bermembran seperti retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, kloroplas, mitokondria, dan lainnya. Oleh karena itu, banyak reaksi metabolisme sel pada organisme prokaritik berlangsung sangat sederhana.

4. Ukuran sel kecil

Jika dibandingkan antara sel bakteri dan sel hewan, sel bakteri memiliki sel yang ukurannya jauh lebih kecil (1-10µm) dibanding pada sel hewan atau sel eukariotik lainnya. Oleh karena itu, pengamatan sel prokariotik dilakukan dengan mikroskop cahaya sebaiknya menggunakan pembesaran minimal 1000 kali.

5. Dilindungi oleh dinding sel dan Beberapa memiliki kapsul

Pada sel prokariotik terdapat dinding sel pada bagian luar membran sel yang tersusun dari senyawa karbohidrat kompleks (dinding sel bakteri disusun oleh peptidoglikan). Meskipun tubuhya tersusun atas dinding sel, namun tidak sekaku seperti pada sel tumbuhan. Beberapa kelompok prokariotik memiliki kapsul di bagian luar dinding selnya. Organisme prokariotik yang memiliki kapsul tahan dengan suhu atau lingkungan ekstreem hal ini karena kapsul melindungsi dari asam ataupun suhu yang tinggi.

Baca Juga:  Struktur Kulit Manusia Beserta Fungsinya Masing-Masing

6. Bentuk sel beragam

Sel prokariotik memiliki bentuk yang beragam. Mulai dari yang berbentuk batang, bulat, oval, seperti huruf koma, silinder, atau spiral, dan lainnya.

7. Sitoplasma

Sitoplasma sel prokariotik tersusun atas air dan senyawa kimia lainnya seperti glukosa, enzim, garam mineral, asam amino, protein, dan lainnya.

8. Plasmid

Plasmid merupakan DNA yang berbentuk sirkular atau melingkar. Beberapa sel prokariotik memiliki plasmid, dan dapat ditransferkan ke sel lain yang tidak memiliki plasmid. Prokariotik memiliki dua DNA, yaitu DNA sirkular (plasmid) dan DNA kromosomal.

9. Membran sel

Selaput sel atau membran sel membatasi sel dengan lingkungan, juga merupakan pengaturan metabolisme sel. Membran plasma juga berperan dalam mengatur keluar masuknya senyawa kimia.