Proses Terbentuknya Bumi Secara Singkat

Proses Terbentuknya Bumi Secara Singkat – Bumi, planet yang saat ini menjadi tempat tinggal jutaan makhluk hidup, termasuk kita merupakan satu – satunya planet yang bisa ditempati di Galaksi Bimasakti. Ha ini dikarenakan bumi merupakan planet yang paling bersahabat karena memiliki suhu yang sesuai dan juga memiliki unsur – unsur penyokong kehidupan lainnya, seperti air, tanah yang subur, oksigen, dan lain sebagainya.

Namun, pernahkan Anda berpikir bagaimana awalnya bumi ini terbentuk ? bagaimana bisa bumi menjadi tempat tinggal kita saat ini ? ada beberapa teori yang menjelaskan bagaimana proses terbentuknya bumi, seperti teori kabut (nebula), teori planetisimal, teori pasang surut gas (tidal), teori bintang kembar, dan teori ledakan dahsyat. (big bang), dan masih banyak lagi. Semua teori – teori tersebut menyajikan pendapat yang berbeda – beda mengenai proses terbentuknya bumi.

Nah, artikel kali ini mencoba untuk mejelaskan kepada Anda bagaiaman proses terbentuknya bumi menurut teori ledakan dahsyat (big bang) yang dicetuskan oleh Georges Lemaitre, seorang biarawan Katolik Roma Belgia.

Baca Juga:  Pengertian Nilai, Ciri Nilai Sosial, Jenis-Jenis, dan Contohnya

Teori Big Bang

Menurut teori big bang, puluhan milyar tahun yang lalu ada sebuah gumpalan kabut raksasa yang berputar pada porosnya. Gumpalan kabut raksasa tersebut berputar sangat cepat sehingga menyebabkan bagian – bagaian kecil dan ringan dari kabut tersebut terlempar ke luar sedangkan bagian – bagian besar yang berat terkumpul pada pusat dan membentuk sebuah cakram raksasa.

Cakram tersebut terus berputar dan berputar hingga pada suatu saat, cakram itu meledak di luar angkasa dengan amat sangat dahsyat. Kemudian hasil dari ledakan tersebut membentuk nebula-nebula dan galaksi.

Selama dalam jangka waktu sekitar 4,6 milyar tahun, nebula-nebula yang melayang – layang di angkasa tersebut menjadi beku kemudian membentuk sebuah galaksi yang dikenal dengan nama Galaksi Bima Sakti. Setelah itu, terbentuklah sistem tata surya.

Sementara itu, bagian – bagian ringan yang terlempar ke luar dari gumpalan kabut raksasa tersebut mengalami kondensasi dan kemudian membentuk gumpalan-gumpalan yang selanjutnya akan mendingin dan menjadi padat. Setelah itu, gumpalan-gumpalan yang telah dingin dan padat itu membentuk planet-planet, termasuk planet yang kita tempati saat ini yaitu bumi.

Baca Juga:  Definisi, Fungsi Tulang Rawan, Contoh, & Macam-Macam Tulang Rawan

Pada awalanya bumi masih berupa planet mentah yang kemudian mengalami proses perubahan secara bertahap hingga menjadi planet seperti saat ini. Sebelum menjadi seperti saat ini, Bumi mengalami tiga tahap proses pembentukan bumi, yaitu:

Bumi pada awalanya masih berupa planet yang homogen dan belum mengalami perbedaan unsur – unsur dan pelapisan. Kemudian, bumi mengalami pembentukan lapisan struktur bumi yang dimulai dengan terjadinya diferensiasi. Material besi yang memiliki berat jenis lebih besar akan tenggelam, sedangkan unsur – unsur yang berat jenisnya lebih ringan akan bergerak ke atas permukaan. Setelah itu, bumi terbagi menjadi lima lapis yang tersusun dari luar hingga ke paling dalam, yaitu kerak bumi, mantel luar, mantel dalam, inti luar, dan inti dalam. Kemudian setelah bermilyar – milyar tahun lamanya bumi dipenuhi unsur – unsur penyokong kehidupan lainnya, seperi air, udara, dan lain – lain sehingga terbentuklah bumi yang bisa kita tinggali hingga saat ini.

Baca Juga:  Teori & Proses Masuknya Agama Hindu Budha ke Indonesia

Bukti – Bukti pendukung Teori Big Bang

Meskipun merupakan sebuah teori, teori big bang memiliki bukti – bukti yang cukup menguatkan, yaitu jumlah gas hidrogen dan helium di ruang angkasa.

Hasil dari berbagai penelitian, diketahui bahwa jumlah konsentrasi gas hidrogen-helium di alam semesta sesuai dengan perhitungan teoritis jumlah konsentrasi hidrogen-helium sisa peristiwa Big Bang. Jika alam semesta ini tidak memiliki permulaan dan juga apabila alam semesta telah ada sejak jaman dahulu kala, maka gas hidrogen di alam semesta seharusnya telah habis dan berubah menjadi gas helium. Oleh karena itu, bukti ini menyebabkan teori Big Bang menjadi teori pembentukan bumi yang masuk akal dan dapat diterima oleh masyarakat luas.

Meskipun begitu, semua teori tentang pembentukan alam semesta ini hanya pendapat para ahli saja karena tidak ada seorang pun yang dapat menjelaskan proses terbentuknya bumi, kecuali Tuhan Yang Maha Pencipta. Namun, teori – teori yang ada tersebut dapat kita jadikan referensi.