Perbedaan Sel Bakteri, Hewan, Tumbuhan, dan Penjelasan Lengkapnya

Perbedaan Sel Bakteri, Hewan, Tumbuhan, dan Penjelasan Lengkapnya – setiap organism hidup dapat dikatakan sebagai organism lantaran tubuhnya tersusun atas sel. Sel merupakan unit kehidupan yang menyusun tubuh organism tersebut. Perbedaan struktur tubuh serta kehidupannya, maka akan ditemukan perbedaan pada sel yang menyusun tubuh hewan, tumbuhan dan juga bakteri. Apa saja perbedaan sel penyusun tubuh ketiganya? Berikut ulasannya.

A. Sel Bakteri

Bakteri merupakan kelompok uniseluler atau organism yang hanya terdiri atas satu sel. Oleh karenanya semua proses metabolism akan dilakukan oleh sel itu sendiri. Selain itu, sel bakteri merupakan sel primitive disbanding kedua sel lainnya yakni hewan dan tumbuhan. Berdasarkan teori evolusi sel, kelompok bakteri merupakan organism primitive yang terlebih dulu mengisi bumi sebelum kelompok eukariotik datang. Sel bkteri merupakan kelompok sel prokariotik yakni kelompok sel yang belum memiliki inti sel sejati. Oleh karenanya akan mempengaruhi fungsi dan struktur dari sel itu sendiri. Adapun karakter dari sel bakteri yang membedakan baik dengan sel tumbuhan maupun sel hewan ialah sebagai berikut:

1. Ukuran Sel

Sel bakteri memiliki ukuran yang paling kecil dibanding sel tumbuhan maupun sel hewan. Oleh karenanya, harus menggunakan pembesaran minimal 1000x untuk melihat sel bakteri di mikroskop. Ukuran yang kecil ini memungkin sel bakteri untuk menginveksi sel lainnya.

2. Inti Sel

Sel bakteri merupakan kelompok sel prokariotik artinya sel yang belum memiliki inti sejati. Hal ini dikarenakan sel bakteri tidak memiliki membrane inti seperti pada kelompok tumbuhan dan hewan serta eukariotik lainnya. Keabsenan membrane inti ini memengaruhi struktur sel bakteri itu sendiri. Istilah nukleoid adalah sebutan untuk mteri geneti genetic bakteri yang terkumpar di sitosol.

Baca Juga:  Pengertian Plasma Darah dan Penjelasan Lengkap

3. Organel – Organel Bermembran

Organel – organel bermembran seperti reticulum endoplasma (RE); mitokondria, kloroplas, badan golgi tidak ditemukan pada sel bakteri hal ini ada hubungannya dengan keabsenan membrane inti yang membuat sel bakteri tidak memiliki organel – organel bermembran tersebut. Hal ini menyebabkan seluruh proses metabolism akan berlangsung di dalam sitoplasma. Pada bakteri fotosintesik atau kelompok bakteri yang mampu berfotosintesis, klorofil terdapat di membrane selnya karena tidak memiliki kloroplas.

4. Komponen Dinding Sel

Sama halnya seperti sel tumbuhan, sel bakteri juga disusun oleh dinding sel. Hanya saja, komponen penyusun dinding sel bakteri adalah peptidoglikan, struktur yang lebih kaku disbanding selulosa sel tumbuhan. Beberapa sel bakteri memiliki kapsul di luar dinding sel yang memungkin sel bakteri tersebut tahan akan suhu yang tinggi. Hal ini termasuk ke dalam system pertahanan, contohnya bakteri Micobacterium atau bakteri penyebab TBC.

5. Bentuk

Sel bakteri memiliki bentuk yang beragam mulai dari bentuk batang (basil), bulat (cocus), sampai bentuk koma atau spiral.

6. Ribosom

Sel bakteri memiliki ribosom yang juga berfungsi untuk melakukan proses sintesis protein. Hanya saja stuktur atau komponen ribosom yang menyusun tubuh ribosom yaitu 70s, lebih kecil dibanding ribosom penyusum kelompok eukariot seperti hewan dan tumbuhan.

7. Reproduksi sel

Sel bakteri bereproduksi dengan membelah diri atau pembelahan biner atau amitosis yaitu pembelahan yang tanpa diikuti dengan tahapan – tahapan pembelahan. Organel – organel seperti sentrosom tentu tidak ditemukan pada sel bakteri.

8. Ekor

Bakteri memiliki ekor atau tidak. Ekor ini merupakan flagel yang jumlahnya juga beragam. Fungsi dari flagel atau juga pili ini adalah sebagai alat gerak yang memudahkan sel bakteri untuk bergerak.

Baca Juga:  Pengertian Dan Jenis Mobilitas Sosial

9. Mesosom

Mesosom adalah lekukan membrane sel. Organel ini ditemukan pada kelompok bakteri aerob atau yang memanfaatkan oksigen. Analog dengan mitokondria, mesosom akan berperan dalam proses respirasi aerob yang berlangsung di dalam sel.

B. Sel Hewan

Kelompok hewan adalah organism multiseluler yang tersusun atas banyak sel. Sel – sel ini akan memiliki bentuk yang beragam yang disesuaikan dengan pos – posnya (baca: fungsi) masing – masing. Namun pada umumnya, karakter dari sel penyusun tubuh hewan adalah sama. Adapun karakter yang membedakan se hewan dengan sel lainnya adalah sebagai berikut:

1. Dinding sel

Kelompok hewan tidak memiliki dinding sel seperti pada bakteri maupun tumbuhan. Sel hewan hanya dibatasi oleh membrane sel yang membuat karakter sel hewan lebih elastic untuk menyesuaikan fungsinya.

2. Inti sel

Sel hewan adalah eukariotik artinya telah memiliki membrane inti yang membuat sel hewan telah memiliki inti sejati. Selin itu, pada sel hewan, inti sel adalah organel terbesar yang menyusun sel hewan yang juga terletak dibgian center (tengah).

3. Ukuran sel

Ukuran sel hewan lebih kecil dari sel tumbuhan dan lebih besar dari sel bakteri.

4. Kloroplas

Hewan tidak memiliki kloroplas ataupun plastida lainnya, oleh karenanya, kelompok hewn tidak mampu untuk mengadakan fotosintesis seperti yang dilakukan oleh kelompo tumbuhan.

5. Sentrosom

Senstrosom adalah organel yang berperan untuk pembelahan sel yang tersusun atas susunan – susunan mikrotubula.

6. Vakuola

Sel hewan tidak memiliki vakuola atau sangat kecil. Hanya beberapa sel saja yang memiliki vakuola seperti sel lemak yang berfungsi untuk menyimpan cadangan lemak.

7. Lisosom

Merupakan organel sel yang berfungsi untuk pencernaan sel lantarann mengandung enzim katalitik (katalase). Lisosom akan terdapat banyak pada sel darah putih.

Baca Juga:  Pengertian & 31 Contoh Kalimat Majemuk Rapatan

C. Sel Tumbuhan

Kelompok sel tumbuhan memiliki karakter yang unik yang tidak ditemukan pada sel lainnya. Adapun karakter dari sel tumbuhan yang membedakannya dengan sel lainnya adalah:

1. Dinding sel

Sel tumbuhan memiliki dinding sel setelah membrane sel. Dinding sel tumbuhan disusun atas senyawa selulosa yang kuat, dan elastic. Selulosa tidak adalah polisakarida yang tidak dapat dipecah oleh tubuh hewan karena tidak memiliki enzim pemecah selulosa. Pada kelompok herbivore, akan melakukan simbiosis mutualisme dengan sekelompok mikroorganisme selulolitik agar dapat mencerna selulosa tumbuhan, sehingga mampu menyerap nutrisi dari tumbuhan.

2. Kloroplas

Sel tumbuhan memiliki kloroplas yaitu plastid yang berfungsi menyimpan klorofil. Oleh karenanya, tumbuhan mampu berfotosintesis guna menghasilkan makanan dari alam melalui serangkaian reaksi yang kompleks.

3. Inti sel

Sama seperti halnya sel hewan, sel tumbuhan juga merupakan eukariotik yang telah memiliki inti sejati. Hal ini juga menyebabkan sel tumbuhan memiliki organel – organel bermembran. Inti sel tumbuhan letaknya agak ke tepi lantaran terdorong oleh vakuola.

4. Vakuola

Pada sel tumbuhan memiliki ukuran vakuola yang besar, sehingga membuat vakuola sebagai organel tersebar yang letaknya di tengah. Vakuola ini berfungsi menyimpan cadangan makanan.

5. Lisosom

Lisosom adalah organel pencernaan sel yang berfungsi untuk menghancurkan atau memakan bagian yang yang tidak diinginkan. Namun, pada sel tumbuhan tidak memiliki lisosom seperti halnya pada sel hewan.

6. Sentrosom

Sel tumbuhan tidak memiliki sentrosom seperti pada sel hewan. Fungsi sentrosom pada sel tumbuhan dilakukan oleh sitoskleton untuk menopang proses pembelahan sel yang sedang berlangsung.

Demikian perbedaan antara ketiga sel organism tersebut. Semoga bermanfaat.