Penjelasan Unsur Intrinsik Cerpen (Lengkap)

Penjelasan Unsur Intrinsik Cerpen (Lengkap) – Cerpen adalah sebuah jenis karya sastra yang menjelaskan tentang bentuk tuliusan yang diwujudkan sebagai sebuah cerita / kisah pendek secara padat dan ringkas. Cerpen adalah karangan pendek yang berbentuk prosa. Kosasih dkk mengatakan bahwa (2004:431) dalam cerpen dipisahkan sepenggal kehidupan tokoh, yang penuh pertikaian, peristiwa yang mengharukan atau menyenangkan, dan mengandung kesan yang tidak mudah dilupakan. Cerpen juga bisa dikatakan sebagai sebuah prosa fiksi yang berisikan tentang kisah yang pusat perhatiannya terdapat pada konflik / masalah. Dengan kata lain, cerpen adalah sebuah cerita pendek yang memuat satu konflik dalam alur ceritanya.

Dalam cerita pendek (cerpen), terdapat dua macam unsur yang menjadi kesatuan di dalamnya yakni unsur instriksik dan unsur ekstrinsik. Pada bahasan kali ini kita akan mempelajari secara intensif tentang unsur instrinsik cerpen. Unsur instrinsik terdiri atas tema, alur / plot, penokohan, setting atau latar, sudut pandang, amanat, dan gaya pencitraan. Di bawah ini penjelasan secara rinci unsur instrinsik cerpen sebagai berikut!

1. Tema

Tema adalah inti / pokok masalah yang menjadi dasar dari sebuah cerita (gagasan pokok). Keraf (1994: 107) menyatakan bahwa kata tema berasal dari kata tithenai,
bahasa Yunani yang berarti “menempatkan” atau “meletakkan”.

Baca Juga:  Contoh RPP Bahasa Indonesia Kelas 4 Semester 2

Tema bersifat tersirat atau tidak digambarkan secara tekstual dalam sebuah cerita. Pambaca harus benar-benar memahami secara keseluruhan isi dari cerita, baru kemudian pembaca dapat menentukan teman dari cerita tersebut.

2. Alur atau plot

Alur / plot adalah kesinambungan dari sebuah jalan cerita. Urutan cerita dapat tersusun secara sistematis atas urutan waktu, peristiwa / kejadian dari sebab dan akibat. Alur adalah rangkaian cerita yang dibentuk oleh tahapan-tahapan peristiwa, sehingga menjalin suatu cerita yang dihadirkan oleh para pelaku dalam suatu cerita(Aminuddin, 2004: 83). Alur / plot tersusun atas awalan kemudian diteruskan dengan konflik / masalah yang merupakan klimaks dari cerita, selanjutnya diakhiri oleh akhiran (ending) atau penyelesaian masalah.

3. Penokohan / perwatakan

Penokohan adalah karakter / sifat tokoh pada cerita. Karakter tersebut digambarkan oleh dialog, kepribadian, tingkah laku, pemikiran tokoh dalam cerita. Tokoh adalah pelaku yang mengemban peristiwa itu mampu menjalin suatu cerita sedangkan cara pengarang menampilkan tokoh atau pelaku itu disebut denganpenokohan (Aminudin, 2004 : 79). Ada 2 metode untuk menganalisa tokoh diantaranya yakni metode analitik dan metode dramatik.

Baca Juga:  Pengertian Unsur Instrinsik Novel dan Macam-Macamnya

– Metode analitik adalah metode penokohan / perwatakkan yang digambarkan secara langsung berkaitan dengan kepribadian tokoh seperti pemarah, periang, ramah, keras kepala dan lain-lain.
– Metode dramatik adalah metode perwatakan / penokohan yang secara tidak langsung menggambarkan sifat melalui fisik dan dialog yang dilakuakan oleh tokoh dalam cerita.

Selain itu terdapat pembagian karakter tokoh yakni protagonis dan antagonis. Tokoh protagonis adalah karakter tokoh yang menggambarkan kebaikan, kejujuran, amanah, sabar, dan lain-lain. Sebaliknya, karakter antagonis adalah tokoh yang digambarkam memiliki kepribadian jahat, angkuh, pemarah, sombong, dan lain-lain.

4. Latar / setting

Latar adalah waktu, tempat, dan keadaan terhadap suatu peristiwa dalam cerita. Latar memiliki 3 unsur, diantaranya adalah latar tempat, latar waktu, dan latar suasana/ keadaan. Menurut Aminudin (2000 : 69) latar adalah tempat, waktu, maupun situasi tertentu yang melatarbelakangi peristiwa-peristiwa dalam cerita, baik latar ynag bersifat fisikal (berhubungan dengan tempat) maupun latar yang bersifat psikologis (berupa lingkungan atau benda-benda dalam lingkungan tertentu yang mampu menuasakan suatu makna yang mampu mengapit emosi pembaca)

Baca Juga:  Penjelasan Unsur Ekstrinsik Cerpen (Lengkap)

5. Sudut Pandang

Sudur pandang adalah perspektif pengarang pada suatu peristiwa dalamn cerita. Sudut pandang dibagi menjadi 3 macam diantaranya yakni sudut pandang orang pertama (aku, saya, hamba), sudut pandang orang ke-dua (engkau, kamu, kalian), dan sudut pandang orang ketiga (dia, ia, mereka).

6. Amanat

Amanat adalah sebuah pesan dari seorang penulis yang tersirat dalam sebuah cerita. Penulis hendak memberikan sebuah gambaran tentang buah pikirannya yang tertuang dalam cerita pendek tersebut.

7. Gaya Penceritaan

Gaya penceritaan adalah ciri khas berbahasa yang tercermin pada tulisan seorang penulis dalam pemilihan ungkapan dan gaya bahasa (majas) yang digunakan. Pembaca dapat menikmati gaya bahasa yang digunakan oleh penulis dan menentukan karakter tulisan pada cerita tersebut. Umumnya setiap penulis memiliki karakteristik tulisan dengan gaya bahasa yang berbeda-beda namun terasa kekhasannya.

Penjelasan serta uraian materi di atas merupakan unsur-unsur instrinsik dari sebuah cerpen. Mudah-mudahan bisa menjadi referensi yang baik bagi pembelajaran. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!

Sumber :
http://www.mishba7.com/2015/04/pengertian-cerpen-unsur-dan-ciri.html