Penjelasan Proses Reproduksi pada Manusia

Penjelasan Proses Reproduksi pada Manusia – Reproduksi merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh makhluk hidup untuk mempertahankan keberadaan jenisnya pada kehidupan yang akan datang. Manusia merupakan organisme yang tergolong paling sukses dalam reproduksi. Reproduksi pada manusia terjadi melalui perkawinan (generatif). Manusia tidak memiliki kemampuan untuk melakukan reproduksi secara vegetatif alami. Proses reproduksi pada manusia berlangsung ketika manusia mencapai kematangan organ – organ reproduksi yakni dimulai dari masa pubertas. Manusia merupakan organisme gonokhoris yakni tiap individu hanya memiliki satu jenis kelamin, sehingga alat kelamin jantan dan betina berada dalam tubuh yang berbeda. Oleh karena itu reproduksi manusia berlangsung dengan penyatuan gamet jantan dan betina melalui perkawinan. Bagaimana proses reproduksi pada manusia??? Berikut uraian lengkapnya.

ORGAN REPRODUKSI MANUSIA

1. Organ reproduksi jantan (laki – laki)

Tersusun atas organ luar dan organ dalam. Organ reproduksi jantan menghasilkan sel sperma tepatnya pada epididimis. Sel sperma mulai diproduksi saat laki – laki menginjak masa pubertas.

2. Organ reproduksi betina (wanita)

Sementara orga wanita akan menghasilkan sel gamet betina yaitu ovum. Berbeda dengan pria, proses pembentukan sel gamet pada wanita telah berlangsung sejak wanita di dalam rahim, kemudian terhenti dan akan dilaanjutnya ketika menginjak masa pubertas.

(Untuk lebih detail mengenai organ reproduksi pria dan wanita baca artikelnya dalam blog ini, terima kasih ^^).

FERTILISASI

Fertilisasi merupakan inti dari reproduksi generatif. Sebuah proses panjang untuk mempersiapkan pembuahan. Fertilisasi berlangsung di dalam organ reproduksi betina (wanita). Hanya ada satu sel sperma dari ratusan juta sperma yang berhasil membuahi sel telur (ovum). Fertilisasi terjadi di saluran telur atau tuba fallopii. Fertilisasi meruakan proses penytuan materi genetik yang dibawa oleh sperma dan juga ovum. Sel sperma dan ovum keduanya merupakan sel haploid (mengandung setengah kromosom dari genom suatu spesies. Kromosom manusia berjumlah 46, masing – masing sel gamet membawa 23 kromosom). Penyatuan dua sel gamet tersebut menghasilkan sebuah sel diploid yang disebut dengan zigot. Dari zigot inilah cikal bakal manusia akan berkembang.

Baca Juga:  Contoh Teks Laporan Hasil Observasi Tentang Tumbuhan Langka di Indonesia

Fertilisasi tak semudah yang kita bayangkan. Dalam proses penyatuannya, ratusan juta sel sperma akan saling bersaing agar dapat bertemu dengan ovum yang diinginkannya. Organ reproduksi wanita bersifat asam, sehingga banyak pula sel sperma yang mati akibat hal tersebut. Sel – sel sperma yang berhasil menemukan sel ovum masih akan berkompetisi untuk dapat menembus dinding sel telur. Ovum dilindungi oleh beberapa lapisan yang terletak di luar sel ovum. Lapisan ini terdiri atas lapisan jeli dan lapisan vitelin. Sementara itu, sel sperma memiliki enzim penghancur lapisan ini pada ujung kepalanya yang disebut dengan akrosom.

Sel – sel sperma akan bersaing untuk menembus lapisan ini dengan melepaskan enzim akrosomnya. Ketika satu sel sperma telah berhasil menembus lapisan ini sehingga inti sel sperma masuk ke dalam sel ovum, maka dengan responsif sel telur akan membentuk lapisan membran fertilisasi yang disebut dengan zona pellusida. Lapisan ini dapat diibatkan sebagai “parit” yang berfungsi mencegah polispermi (pembuahan oleh lebih dari satu sperma). Oleh karena itu, fertilisasi hanya akan menyatukan satu inti sel sperma dan sel ovum.

Baca Juga:  Batas Kawasan, Bentang Alam, dan Lokasi Amerika Serikat

Setelah satu sel sperma yang telah berhasil membuahi ovum, akan terjadi penyatuan inti sel sperma dengan inti sel ovum. Keduanya memiliki jumlah gamet yang haploid (23 kromosom). Penyatuan keduanya menghasilkan satu sel diploid (46 kromosom) yang disebut dengan zigot. Selanjutnya zigot akan mengalami proses pertumbuhan dan perkembangan melalui pembelahan mitosis sehingga menghasilkan embri yang tersusun atas banyak sel. Embrio yang terbentuk masih akan mengalami pertumbuhan dan perkembangan pembentukan organ dan sebagainya di dalam rahim ibu. embrio manusia berkebang di dalam rahim sampai waktu yang telah ditentukan (umumnya 9 bulan 10 hari).

KEMBAR

Fertilisasi hanya melibatkan penyatuan satu inti sel sperma dan sel ovum. Lalu bagaimana dengan kasus anak kembar??? Manusia memiliki tipe rahim simplek yaitu umumnnya hanya untuk satu embrio. Namun pada beberapa manusia, ditemukan mengandung lebih dari satu embrio atau disebut dengan kembar. Kembar dapat dibedakan menjadi dua macam:

a. Kembar monozigotik (identik)

Kembar monozigotik atau kembar identik terbentuk dari hasil pembuahan satu sel sperma dengan satu sel ovum. Saat zigot membelah membentuk banyak sel (awal pembelahan menghasilkan dua sel, kemudian empat, delapan, sampai tiga puluh dua sel), sel – sel tersebut memisahkan diri (normalnya tetap menyatu) sehingga akan berkembang menjadi embrio tersendiri. Anak kembar identik memiliki materi genetik yang identik.

b. Kembar dizigotik (fraternal)

Berbeda dengan kembar identik, kembar dizigotik terbentuk dari hasil pembuahan lebih dari satu ovum oleh lebih dari satu sel sperma. (misal dua sel telur yang matang maka akan dibuahi oleh dua sel sperma, empat sel telur oleh empat sel sperma. Intinya perbandingan sel telur dengan sel sperma ialah 1:1). Hasil pembuahan ini akan menghasilkan lebih dari satu embrio yang tidak identik.

Baca Juga:  Pengertian & Daftar Kata Kerja dalam Bahasa Indonesia

SELAPUT EKSTRAEMBRIONIK

Perkembangan emrio manusia dan hewan mamalia lainnya terjadi di dalam tubuh induk betina yaitu di dalam rahim. Berbeda dengan hewan lainnya, kantung kuning telur embrio mamalia termasuk manusia tidak cukup sampai perkembangan embrio selesai. Oleh karena itu embrio akan mengandalkan hubungan ibu – janin untuk menyuplai segala kebutuhan embrio. Saat embrio pada tahap bastrula (tahap banyak sel), embrio akan implantasi (masuk ke dalam jaringan endometrium) ke dinding rahim. Pada saat ini akan terbentuk selaput ekstraembrionik yang merupakan terbentuk dari jaringan tubuh induk betina (ibu). Adapun selaput ekstraembrionik yang terbentuk ialah:

1. Plasenta merupakan bagian yang kaya akan pembuluh darah. Bagian yang menghubungkan ibu dengan embrio, mengantarkan sari – sari makanan.
2. Amnion Merupakan kantung yang membungkus embrio. Selaput ii menghasilkan cairan yang disebut cairan amnion (air ketuban) yang berfungsi melindungi embrio dari guncangan dan perlekatan.
3. Korion merupakan selaput yang berfungsi untuk pertukaran gas.
4. Alantois berfungsi untuk menampung zat sisa metabolisme fetus dan membuangnya melalui hubungan prenatal dengan ibu. Alantois semakin lama semakin mengecil dan membentuk tali pusat.
5. Kantong kuning (yolk salc) merupakan kantung yang berisi kuning telur sebagai cadangan makanan sementara untuk selanjutnya disuplai oleh ibu melalui plasenta.