Penjelasan Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia (Lengkap)

Penjelasan Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia (Lengkap) – Letak Indonesia berada di antara dua benua, yaitu Benua Asia dan Australia. Hali ini menyebabkan Indonesia keragaman flora dan fauna. Tahukan Anda bahwa Indonesia adalah salah satu negara di dunia yang sangat kaya akan koleksi Flora dan Faunanya ?

Indonesia memiliki tiga daerah persebaran flora dan fauna yaitu, daerah barat sebagai tempat hewan asiatis, daerah timur sebagai tempat hewan austrialis, dan Indonesia tengah sebagai tempat hewan peralihan.

Coba perhatikan binatang-binatang dan tumbuh-tumbuhan yang ada di sekelilingmu, atau kunjungilah kebun bintang yang ada di kotamu. Akan ada banyak sekali tumbuhan dan binatang di sekitar kita. Misalnya, pohon rambutan, pohon jati, pohon durian, gajah, dan harimau yang merupakan salah satu contoh flora dan fauna tipe Asia. Sedangkan, contoh tipe flora australia adalah pohon cendana, acasia, dan tumbuhan berdaun sempit lainnya, Kanguru, kasuari merupakan contoh flora dan fauna tipe Australia.

Keragaman flora dan fauna ini dipisahkan oleh garis – garis Wallace dan Weber. Garis ini diberi nama sesuai dengan nama penemunya yaitu Alfred Russel Wallace dan zoologi asal Jerman bernama Weber. Wallace menemukan perbedaan flora dan fauna yang jelas ketika berkunjung ke Hindia Timur pada abad ke-19. Garis ini melewati Kepulauan Melayu, antara Kalimantan dan Sulawesi; serta antara Pulau Bali (di barat) dan Pulau Lombok (di timur).

Baca Juga:  Teori dan Bentuk Perilaku Menyimpang

Kemudian, Weber menemukan bahwa ada perbedaan yang begitu kontras antara fauna di Indonesia bagian barat dengan timur, sehingga, ia membuat garis khayal dari sebelah timur kepulauan maluku. Garis tersebut, merupakan batas antara funa Australia dengan fauna peralihan. Karena keduanya (Wallace dan Weber) membuat garis-garis batas tersebut, maka garisnya dinamakan dengan “Wallace-Weber”.

Persebaran Flora dan Fauna di Indonesia

Keanekaragaman flora di Indonesia merupakan salah satu yang tertinggi di dunia. Hal ini bisa dilihat dari bukti bahwa 8000 jenis reptilian yang ada di dunia ini, hampir 25% spesies dapat ditemukan di Indonesia. Indonesia juga memiliki jenis hewan bertulang belakang sekitar 20%, serangga 20%, cacing 10%. Selain itu juga terdapat 1300 jenis burung, 2500 jenis ikan dan 1000 jenis amphibian yang dapat ditemui di negeri kita.

Baca Juga:  Fungsi Sosiologi dan Peran Sosiolog

Keaneka ragaman flora dan fauna di Indonesia ini kemudian digolongkan menjadi tiga zona zoogeografi, yaitu flora fauna tipe Asiatis, Australis, dan Peralihan.

1. Flora-fauna Asiatis

Flora dan fauna tipe Aisatis dapat ditemukan di sekitar Paparan Sunda, meliputi Pulau Sumatera, Kalimantan, Jawa dan Pulau Bali. Sekitar 140 juta tahun yang lalu pulau – pulau yang termasuk ke dalam Paparan Sunda ini merupakan bagian dari Benua Asia.

Oleh sebab itu, flora dan fauna di paparan Sunda memiliki kesamaan karakteristik dengan flora dan fauna yang hidup di benua Asia. Flora dan fauna tipe Asiatis ini dipisahkan oleh garis garis hayal yang disebut “Wallacea”

Contoh flora tipe Asiatis antara lain: durian, rambutan, jati, nangka, dukuh, namnam, kayu meranti, kayu ulin, kayu bengkirai. Sedangkan contoh fauna tipe asiatis, yaitu: Harimau, gajah, orang utan, tapir, siamang, badak, banteng.

2. Flora-fauna Australis

Flora dan fauna tipe Australis dapat ditemukan di di paparan Sahul yang meliputi Pulau Papua dan pulau-pulau di dangkalan Sahul lainnya. Pada jaman Oligosin, Paparan Sahul merupakan kesatuan dari benua Australia. Oleh karena itu, flora dan fauna di daerah Paparan Sahul memiliki kesamaan dengan flora dan fauna yang ada di Benua Australia. Flora dan fauna tipe Australia ini dipisahkan dengan flora dan fauna jenis lainnya oleh garis hayal “Weber”.

Baca Juga:  Cara-Cara Pengendalian Sosial dalam Lingkungan Masyarakat

Contoh flora tipe Australis yang dapat ditemukan di Indonesia, yaitu: acasia, kayu putih, kesambi, eucaliptus, cendana, kayu gaharu. Sedangkan contoh fauna tipe Australis, yaitu: Kasuari, kanguru, berbagai jenis burung betet, nuri, kakatua.

3. Flora – Fauna Peralihan

Flora dan fauna tipe peralihan hidup antara garis Wallacea sebelah barat dan garis Weber di sebelah timur. Flora-fauna tipe ini merupakan peralihan dari flora dan fauna tipe Asiatis dan Australis, sehingga hampir mirip dengan flora dan fauna yang ada di Asia dan sebagian lagi hampir mirip dengan flora dan fauna yang ada di Australia.

Contoh flora tipe peralihan, yaitu: kayu eboni, cendana, acasia, kayu putih. Sedangkan contoh fauna tipe peralihan, yaitu: Komodo, anoa, maleo, kuskus, burung rangkong.