Penjelasan Jaringan Penyusun Akar Dikotil dan Monokotil

Penjelasan Jaringan Penyusun Akar Dikotil dan Monokotil – Organ merupakan organisasi seluler yang lebih komplek pada makhluk multiseluler. Organ tersusun atas berbagai yang berpadu untuk menjalankan fungsi yang sama. Dalam menjalankan fungsinya, organ ditopang dengan karakteristik jaringan – jaringan penyusunnya. Akar merupakan organ tumbuhan yang pada umumnya terletak di dalam tanah. Akar dan organ tumbuhan lainnya tersusun atas jaringan meristem dan jaringan dewasa yanng mengalami sedikit modifikasi, penyesuaian terhadap fungsi akar sebagai penopang tegaknya tumbuhan.

Selain itu, akar memiliki fungsi lain seperti menyimpan cadangan makanan, menyimpan udara, akar panjat, akar pembelit, dan lainnya. Beragamnya fungsi akar yang ditemukan pada beragam tumbuhan akan memiliki struktur sedikit berbeda. Perbedaan dapat dilihat pada jaringan penyusun akar antara tumbuhan dikotil dan monokotil. Tumbuhan dikotil memiliki jaringan kayu, sementara monokotil tidak maka sangat membedakan struktur akar yang dimiliki. Lantas jaringan apa saja yang menyusun akar pada tumbuhan dikotil dan monokotil??? Berikut uraiannya.

Struktur Jaringan Penyusun Akar Dikotil dan Monokotil

1. Jaringan Meristem

Jaringan ini terletak di ujung akar. Meristem merupakan jaringan yang peratama kali terbentuk saat perkecambahan. Radikula, meristem yang tumbuh dan berkembang menjadi organ akar dan menyusun jaringan lainnya. Mengingat pertumbuhan akar yang searah dengan gravitasi bumi, ke dalam tanah menyebabkan terdapat jaringan tambahan yang terdapat paling ujung pada akar, melindungi meristem dari gesekan mekanik dengan tanah bebatuan, yaitu tudung akar (kaliptra).

Baca Juga:  27 Contoh Kalimat Kompleks, Pengertian, & Ciri-Ciri

Selain itu, tudung akar berfungsi untuk menembus tanah dan menentukan arah tumbuh akar. Tudung akar tersusun atas sel – sel parenkim yang terus beregenerasi. Setiap akar dikotil dan monokotil memiliki tudung akar.

2. Jaringan Dewasa

Meristem terus membelah, sementara sel – sel yang telah terbentuk mengalami diferensiasi membentuk jaringan dewasa yang menyusun akar pada dikotil dan monokotil, antara lain:

a. Epidermis

Jaringan epidermis akar tersusun atas selapis atau berlapis sel yang berdinding tipis dan tanpa kutikula. Epidermis berfungsi sebagai pintu masuknya air dan zat hara ke dalam tubuh tumbuhan. Epidermis akar mengalami modifikasi menjadi rambut akar yang bertujuan untuk memperluas wilayah penyerapan air dan mineral.

b. Korteks

Korteks akar memiliki diameter yang lebih lebar dibanding korteks batang. Sehingga pada lapisan korteks ini berperan dalam fungsi penimbunan / penyimpanan cadangan makanan. Korteks tersusun atas sel – sel parenkim (pada dikotil dan gymnospermae) atau campuran dengan sklerenkim (pada monokotil). Korteks yang berbatasan dengan lapisan epidermis membentuk jaringan baru, eksodermis yang terdapat pada semua tumbuhan kecuali tumbuhan paku.

Baca Juga:  Pengertian & Contoh Kalimat Homograf Terbaru

c. Eksodermis

Terletak diantara epidermis dan korteks. Tersusun atas satu atau beberapa lapis sel parenkim yang mengalami penebalan oleh suberin yang tak tembus oleh air. Fungsi eksodermis ialah menggantikan lapisan epidermis sebagai pelindung jaringan dibawahnya apabila epidermis mengelupas.

d. Endodermis

Endodermis hanya terdapat pada akar. Endodermis merupakan atas jaringan yang tersusun atas selapis sel yang terletak antara korteks dengan silinder pusat. Sel – sel endodermis tersusun rapat dan mengalami penebalan oleh suberin pada dinding sekundernya, sehingga tak tembus air. Penebalan dinding selnya membentuk seperti layaknya sebuah pita, sehingga disebut dengan pita caspary.

Endodermis merupakan jaringan yang terbentuk dari sel – sel parenkim. Endodermis berfungsi mengatur jumlah air yang masuk ke dalam pembuluh angkut. Air dan garam mineral dapat dengan mudahnya menembus lapisan epidermis dan kortek, namun ketika sampai di endodermis akan terjadi seleksi air dan garam yang masuk. Struktur pita caspary yang terdapat di endodermis menyebabkan pengurangan jumlah air yang dapat masuk ke dalam pembuluh vaskular. Air dan garam mineral hanya bisa melewati plasmodesmata (simplas) untuk dapat diteruskan ke pembuluh vaskular.

Baca Juga:  Pengertian Jaringan Pelindung (Jaringan Gabus & Epidermis) dan Fungsinya

e. Silinder pusat (stele)

Merupakan bagian paling tengah pada tumbuhan, tersusun atas beberapa jaringan antara lain

e.1. Perisikel

Terletak sebelah luar silender pusat, berbatasan dengan endodermis. Merupakan jaringan parenkimatis yang dapat berdiferensiasi menjadi kambium gabus, dan kambium vaskular (pada dikotil dan gymnospermae). Selain itu, perisikel berfungsi membentuk akar lateral (monokotil dan dikotil).

e.2. Pembuluh angkut (vaskular)

– Xilem berfungsi mengangkut air dan mineral
– Floem, mengangkut hasil fotosintesis dari daun.
– Kambium (dikotil) berfungsi membentuk xilem dan floem sekunder.

Pola susunan pembuluh angkut pada akar tumbuhan memiliki pola radial baik pada dikotil maupun monokotil. Pola radial yakni susunan pembuluh angkut yang mana letak xilem dan floemnya bergantian.