Penjelasan Hubungan Antar Tulang (Lengkap)

Penjelasan Hubungan Antar Tulang (Lengkap) – Sistem gerak pada manusia dan hewan – hewan vertebrata tersusun atas rangkaian tulang yang terhubung satu sama lain. Hubungan yang terjadi antar tulang disebut dengan persendian. Hubungan antar tulang ini daat dibedakan menjadi beberapa macam berdasarkan penyusunnya yang akan mempengaruhi gerakan dari tulang – tulang tersebut. Berikut uraiannya.

MACAM – MACAM SENDI

Berdasarkan pergerakannya, hubungan yang terjadi antar tulang yang menyusun tubuh hewan vertebrata dibedakan menjadi:

A. Sendi Mati (sinartrosis/sinostosis)

Sendi mati merupakan hubungan antar tulang yang tidak memungkinkan terjadinya gerakan. Sendi mati tersusun atas jaringan ikat padat yang semakin tua usia maka makin padat atau makin kaku, sehingga tampak seperti tulang yang menyatu. Jenis sendi ini ditemuka pada hubungan antar tulang tengkorak. Saat bayi, tulang tengkorak masih sangat lunak, belum menyatu sempurna. Seiring dengan pertumbuhan dan perkembangan sang anak, tulang tengkorak mengalami penulangan begitu pula dengan sendi yang menyusun tulang – tulang ini.

Baca Juga:  Pengertian Najis, Jenis, dan Cara Menyucikannya

B. Sendi Kaku (amfiartrosis)

Yaitu jenis sendi yang memungkinkan hanya terjadi sedikit gerakan. Gerakan yang dimiliki oleh hubungan tulang dengan sendi ini hanya terbatas. Seperti hubungan pada tulang rusuk dengan dada, gerakan yang dimiliki hanya memungkinkan tulang – tulang ini untuk mengembang dan mengempis saat pernapasan. Berdasarkan jaringan ikat yang menyusun, sendi ini dibedakan menjadi:

1. Sinkondrosis

Merupakan kelompok sendi kaku, dimana hubungan antar tulang disatukan oleh sendi yang tersusun atas tulang hialin. Sendi ini ditemukan pada hubungan iga pertama tulang rusuk dengan tulang dada.

2. Sindesmosis

Sama seperti sinkonrosis, hubungan antar tulang yang disatukan oleh sendi ini hanya memungkinkan terjadi sedikit gerakan. Hubungan ini disusun atas sendi yang tersusun atas jaringan ikat padat yaitu ligamen, seperti yang terdapat pada hubungan tulang kemaluan (simfisis pubis).

C. Sendi Gerak (diartrosis)

Jenis sendi ini merupakan hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadinya banyak gerakan. Selain itu, sendi ini merupakan jenis sendi yang ditemukan pada hubungan antar tulang – tulang anggota gerak. Selain itu, sendi diartrosis memiliki ciri khas yang tidak dimiliki oleh sendi lain. Pada sendi diartrosis, hubungan antara dua tulang akan selalu dibungkus dalam suatu simpai yang tersusun atas ligamen dan cairan sinovial. Cairan ini dikenal dengan cairan sendi yang mengandung asa hialuronat. Cairan ini berfungsi sebagai pelumas, dan juga menyalurkan sari – sari makan dan oksigen. Berdasarkan arah gerakannya, sendi diartrosis dibedakan menjadi:

Baca Juga:  5 Cara Mempercepat Metabolisme Tubuh

1. Sendi engsel

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkin terjadinya gerak satu arah. Disebut sendi engsel, karena gerakan yang dapat dilakukan ialah gerakan seperti layaknya engsel pintu atau jendela yakni gerakan membuka dan menutup. Sendi ini ditemukan pada siku, lutut, ruas – ruas tulang jari tangan dan kaki.

2. Sendi pelana

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan terjadi gerakan dua arah. Hubungan tulang pada sendi ini menyerupai pelana kuda. Sendi ini ditemukan pada hubungan antara tulang – tulang ibu jari dengan pergelangan tangan, dan antara tulang – tulang pergelangan tangan dengan telapak tangan (karpal – metakarpal); dan pergelangan kaki dengan telapak kaki (tarsal – metatarsal).

3. Sendi peluru (Endartrosis)

Yaitu hubungan antar tulang yang memungkinkan gerakan ke segala arah. Bentuk hubungan antar tulang pada sendi ini ialah salah satu tulang memiliki bentuk bonggol, bulat, seperti peluru. Sendi ini ditemukan pada gelang bahu yaitu antara hubungan tulang lengan atas dengan tulang belikat; dan gelang panggul yaitu antara tulang paha dengan tulang pinggul.

Baca Juga:  Pengertian & Contoh Kalimat Homograf Terbaru

4. Sendi putar atau rotasi

Yaitu hubungan atar tulang yang memungkinkan gerakan tulang memutari tulang lainnya sebesar 360 derajat. Hubungan tulang ini ditemukan pada hubungan antara tulang atlas (tengkorak) dengan tulang cervic (leher), pergelangan tangan, dan pergelangan kaki.

5. Sendi geser atau luncur

Sendi ini sangat sederhana, yaitu sendi yang memungkin gerakan tulang menggeser (luncur) pada tulang lainnya. Sendi ini ditemukan pada hubungan antar ruas – ruas tulang belakang.