Penjelasan, Fungsi Jaringan Ikat, dan Jenisnya

Penjelasan, Fungsi, dan Macam – Macam Jaringan Ikat – Tubuh hewan yang elastik dibanding tumbuhan, ditopang oleh sekumpulan sel yang berkembang dari sel – sel mesenkim dari lapisan mesoderm saat gastrulasi. Sel – sel ini berkembang menjadi sel –sel penyusun jaringan ikat. Berbeda dengan jaringan epidermis yang susunan selnya sangat rapat, sel – sel jaringan ikat tersusun sangat jarang dalam kumparan matriks ekstraseluler. Sel – sel jaringan ikat berkembang sedemikian rupa untuk menjalankan fungsi – fungsi penting dalam tubuh. Sehingga sel – sel jaringan ikat terspesialisai satu sama lain dan menghasilkan matriks yang berbeda-beda. Berikut uraian lengkapnya.

Pengertian Jaringan Ikat

Jaringan ikat merupakan jaringan yang tersusun atas sel dan substansi dasar. Kedua penyusun tersebut merupakan ciri khas yang hanya dapat ditemukan pada jaringan ikat. Jaringan ikat berkembang dari sel – sel mesenkim pada lapisan mesoderm. Sel – sel ini berdiferensiasi membentuk jaringan ikat dengan berbagai bentuk dan variasi. Komposisi sel atau substansi dasar kelak akan membedakan jaringan ikat satu dengan lainnya. Adapun macam penyusun jaringan ikat ialah:

a. Sel

Jenis sel – sel pada jaringan ikat bervariasi berdasarkan fungsi yang dimilikinya. Namun pada umumnya sel – sel tersebut memiliki asal yang sama. Matrik seluler yang dimiliki sel – sel tersebut membuat sel – sel jaringan ikat berbeda satu sama lain. Macam sel yang termasuk penyusun jaringan ikat yaitu:

1. Fibroblas
2. Kondroblas
3. Sel plasma
4. Adiposit
5. Sel darah

b. Matriks ekstraseluler

Matrik ekstraseluler tersusun atas protein dan serat yang merupakan cairan ekstraselular yang dihasilkan oleh sel – sel penyusun jaringan ikat. Matriks terdiri atas cairan dan serabut. Ada tiga macam serabut yang menyusun jaringan ikat, ketiganya memiliki karakter yang berbeda yaitu:

Baca Juga:  Contoh Resensi Novel Fiksi Pudarnya Pesona Cleopatra Karya Habiburrahman El Shirazy

1. Kolagen, merupakan serat yang paling tebal, bersifat tidak elastis, kuat, dan mudah robek.
2. Elastis, tersusun atas protein elastin yang elastik seperti karet. Serat elastis memungkinkan menjaga organ tetap berada pada letaknya.
3. Retikular, merupakan serat yang paling tipis diantara ketiganya. Tersusun atas serat kolagen yang bercabang.

Fungsi Jaringan Ikat

Jaringan ikat menjalankan berbagai fungsi yang penting dalam tubuh. Sel – sel jaringan ikat yang sangat beragam awalnya berkembang dari sel yang sama. Untuk menyesuaikan fungsi yang ditopangnya, maka sel – sel jaringan ikatpun mengalami modifikasi. Fungsi jaringan ikat pada tubuh hewan yaitu:

1. Mengikat & Menyokong

Fungsi utama dari jaringan ikat ialah mengikat dan menyokong jaringan lain. Jaringan ikat berfungsi menghubungkan (mengikat) antara jaringan satu dengan yang lainnya. Hal ini sangat penting dalam organisasi seluler pada hewan multiseluler. Contoh susunan organ yang tersusun atas lebih dari satu jenis jaringan. Hubungan antara jaringan satu dengan yang lainnya ialah fungsi dari jaringan ikat. Selain itu, jaringan ikat berfungsi menopang jaringan lain. Bentuknya ialah sebagai pembungkus organ atau penyokong tubuh hewan dalam bentuk rangka tubuh (tulang termasuk jaringan ikat penyokong).

2. Sifat mekanik

Dalam konteks ini misalnya ialah tulang yang melindungi organ dalam serta menopang tegak tubuhnya hewan. Selain itu, tulang juga melindungi dari kemungkingan terjadinya gangguan mekanik yang menyebabkan kerusakan tubuh hewan.

3. Mengisi

Jaringan ikat disebut juga jaringan pengisi karena jaringan ini yang mengisi ruang antar jaringan atau organ.

4. Pertahanan fisik dan Imunologi

Jaringan ikat mengalami spesialisasi untuk menjaga dan melindungi tubuh dari infasi patogen yang berhasil masuk ke dalam tubuh. Sel –sel darah putih, merupakan sel jaringan ikat yang memiliki fungsi khusus untuk melawan patogen yang masuk.

5. Menyimpan

Sel – sel jaringan ikat berubah menjadi sel penyimpanan dalam bentuk lemak yang tersimpan di lapisan kulit paling bawah (hipodermis). Simpanan lemak ini berfungsi sebagai cadangan ketika asupan karbohidrat mengalami kekurangan.

Baca Juga:  5 Fase Proses Pembelahan Mitosis

6. Mentransport

Jaringan ikat berfungsi sebagai pengangkut oksigen ke seluruh sel tubuh dan mengangkut limbah karbondioksida dari seluruh tubuh. Fungsi pengangkutan dilakukan oleh sel jaringan ikat khusus, eritrosit.

Macam-Macam Jaringan Ikat

Berdasarkan penyusun dan fungsinya, jaringan ikat dibedakan menjadi:

1. Jaringan ikat sejati

Merupakan jaringan ikat yang berfungsi sebagai pengikat ataupun penyokong jaringan atau organ lainnya. Berdasarkan penyusunnya dibedakan menjadi dua:

a. Jaringan Ikat Longgar (Areolar)

Dinamakan demikian karena serat – seratnya tersusun longgar. Sel yang ditemukan pada jaringan ini yaitu fibroblas dan makrofag. Fibroblas berfungsi mensintesis protein ekstraseluler (matriks), sementara makrofag merupakan kelompok sel darah putih yang senantiasa berkeliaran di seluruh jaringan ikat longgar untuk melindungi tubuh dari infasi patogen. Sel makrofag bergerak secara amoeboid menembus antar jaringan, sel – sel ini akan memangsa (fagosit) patogen yang ditemuinya. Sementara serat – serat yang menyusun jaringan ini ialah kolagen, elastin, dan retikular. Jaringan ikat longgar ditemukan sebagai pembungkus organ seperti pleura (pembungkus paru – paru).

b. Jaringan Ikat Padat (Dense)

Jaringan ikat ini tersusun atas serat – serat kolagen dan sel – sel fibroblas. Susunan kolagen pada jaringan ikat ini ada yanng beraturan (jaringan ikat padat beraturan) seperti pada tendon (penghubung otot dengan tulang) atau ligamen (penghubung tulang dengan tulang). Sementara yang serat kolagen yang tidak beraturan ditemukan pada pembungkus tulang (periosteum), atau pembungkus jantung (perikardium). Sifat jaringan ikat padat lebih tahan terhadap tekanan dibanding dengan jaringan ikat longgar.

2. Jaringan Ikat Khusus

Kelompok jaringan ini memimiliki fungsi khusus. Berdasarkan fungsinya jaringan ikat khusus dibedakan menjadi:

Baca Juga:  Penjelasan Metode Perpetual dan Metode Fisik

a. Jaringan adiposa

Adiposa merupakan jaringan ikat penyimpan cadangan lemak. Jaringan ini tersusun atas sel – sel adiposit dengan matriksnya berupa lemak. Kelebihan lemak disimpan dalam sel – sel ini di dalam vakuola. Lemak berfungsi sebagai isolator panas, cadangan energi, serta struktural.

b. Jaringan darah

Darah yang mengalir di pembuluh darah merupakan jaringan ikat yang memiliki fungsi khusus. Jaringan ini tersusun atas sel dan matriks ekstraseluler. Ada dua jenis sel yang menyusun darah, eritrosit yang berfungsi sebagai pengangkut oksigen dan karbondioksida. Dan leukosit yang berfungsi menjaga pertahanan tubuh dari serangan patogen, serta fragmen sel (keping darah) yang penting dalam pembekuan darah. Sementara matriks ekstraseluler yang menyusun darah tersusun atas 90% air, yang berfungsi mengangkut berbagai zat di dalam tubuh, seperti nutrisi, hormon, limbah metabolisme, dan lainnya.

3. Jaringan Ikat Penyokong

Kelompok jaringan ikat ini berfungsi menyokong tubuh hewan. Berdasarkan penyusunnya, jaringan ikat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

a. Tulang rawan (kartilago)

Tersusun atas sel – sel tulang rawan (kondrosit) dengan serat berupa kolagen, atau elastin, atau retikulin. Tulang rawan berfungsi menyokong tubuh embrio (fetus), serta beberapa bagian tubuh hewan dewasa. Tulang rawan bersifat lunak dan dapat beregenerasi.

b. Tulang sejati (Osteon)

Tersusun atas sel – sel tulang keras (osteosit) dangan matriks ekstraseluler yang mengandung kalsium sehingga memadat. Sel – sel osteosit terlindung di dalam sebuah pembungkus (lakuna) agar tetap dapat beraktivitas. (matriks ekstraseluler osteon dapat menyebabkan sel tidak dapat melakukan aktivitas metabolisme). Bagian tulang keras ini berfungsi menyokong serta melindungi organ pada hewan. Setelah lahir, kerangka hewan yang awalnya tulang rawan akan mengalami pengerasan menjadi osteon. Jadi sebenarnya tulang keras berasal dari tulang rawan yang mengalami pengerasan oleh kalsium pada matriks ekstraselulernya.