Penjelasan dan Contoh Hewan Herbivora, Karnivora, Omnivora

Penjelasan dan Contoh Hewan Herbivora, Karnivora, Omnivora – Hewan merupakan organisme heterotrof yaitu organisme yang mendapatkan sumber makanannya dari organisme lain. Tidak seperti organisme autotrof misalnya tumbuhan yang mampu mengolah senyawa anorganik dengan bantuan energi dari cahaya untuk membuat makanannya berupa senyawa organik. Hewan tidak mampu melakukan itu, hewan tidak mampu mengolah senyawa anorganik di alam menjadi senyawa organik. Dengan demikian, hewan menjadi organisme pemakan organisme lainnya. Berdasarkan jenis makanannya, hewan digolongkan menjadi:

A. Herbivora

Adalah jenis hewan yang mengambil sumber makanannya dari organisme autotrof seperti tumbuhan, alga, dan lumut. Mengambil sumber makanan dari herba (tumbuhan) adalah tidak mudah. Jika kita melihat struktur tubuh tumbuhan yang memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa, rasanya sulit bagi hewan untuk mendapatkan nutrisinya sebelum memecah selulosa pada dinding sel tumbuhan. Namun demikian, hewan – hewan herbivora mampu mengambil semua nutrisi yang dibutuhkannya hanya dengan memakan tumbuhan. Ini adalah hasil evolusi suatu adaptasi yang sangat panjang. Bentuk adaptasi yang dimiliki hewan herbivora terhadap jenis makanannya yaitu:

Baca Juga:  Soal Biologi Kelas 11 Tentang Sistem Pernapasan Pada Hewan dan Manusia

1. Memiliki bentuk gigi yang diadaptasi untuk memotong dan mengunyah. Herbivora tidak memiliki gigi taring, hanya dilengkapi dengan gigi seri untuk memotong makanannya dan gigi geraham guna menghaluskan makanannya.

2. Memiliki lambung banyak atau caecum yang panjang. Hewan ruminansia atau hewan pemamah biak seperti sapi dan kawan – kawan memiliki empat lambung guna memaksimalkan dalam mencerna makanannya. Lambung pertama dan kedua (rumen dan retikuum) merupakan lambung dimana ada protozoa selulolitik. Di dalam lambung ini makanannya akan dicerna secara enzimatis dengan enzim yang dihasilkan oleh mikroba simbionnya. Kemudian makanannya akan dimuntahkan kembali ke dalam mulut untuk dikunyah kembali dan masuk ke lambung ke tiga dan ke empat. Sementara herbivora lannya dilengkapi dengan caecum yang panjang. Caecum adalah usus persimpangan antara usus halus dengan usus besar, jika pada hewan usus ini berukuran sangat pendek yang disebut dengan appendix. Caecum pada herbivora adalah tempat pencernaan selulosa secara enzimatis. Di dalam caecum terdapat mikroba selulolitik yang bersimbiosis dengan herbivora.

Baca Juga:  8 Kelainan dan Gangguan Pada Ginjal

3. Bersimbiosis dengan mikroorganisme selulolitik. Hewan herbivora mengandalkan tumbuhan atau autotrof lainnya sebagai sumber nutrisinya. Struktur tumbuhan yang kaku oleh senyawa selulosa tentu menjadi sangat sulit dimana hewan tidak memiliki enzim selulosa. Dengan demikian, herbivora melakukan hubungan yang yangsaling menguntungkan (simbiosis mutualisme) dengan mikroorganisme selulolitik non patogen. Diantara dari golongan protozoa bahkan sampai bakteri.

Adapun contoh hewan herbivora ialah:

1. Pisces: Kuda laut, dan pemakan zooplanktont lainnya.
2. Reptil: Kura –kura, penyu
3. Burung pemakan biji- bijian
4. Mamalia, ordo:
a. Artiodactyl: kambing, domba, sapi, rusa, jerapah, dll.
b. Lagomorpha: kelinci, marmut, dll.
c. Perissodactil: Badak, tapir, dll.
d. Sirenia: sapi laut
e. Marsupialia: Koala, kangguru, oposum

B. Karnivora

Sementara karnivora adalah sekelompok hewan yang mengambil sumber nutrisinya dari hewan lain (karnivora berarti pemakan daging). Insektivora 9hewan pemakan serangga) juga termasuk karnivora. Hewan – hewan karnivora umunya memiliki pergerakan yangcepat untukmenangkap mangsanya yang juga hewan. Selain itu, karnivora dilengkapi dengan gigi atau paruh yang tajam, cakar yang kuat dan tajam, atau lidah yang lengket yang mampu memangjang untuk menangkap mangsanya, atau memiliki bentuk mulut seperti vakum cleaner. Contoh karnivora ialah: hiu dan pemakan ikan lainnya, semua amphibi, reptil: buaya, aligator, cicak, ular, dan lainnya, Burung: elang, pelikan, bangau, dan lainnya, mamalia: harimau, singa, cheetah, insektivora, dan lainnya.

Baca Juga:  4 Kriteria Stratifikasi Sosial dalam Masyarakat

C. Omnivora

Kata omnivora berasal dari bahas latin, omni yang berarti semua. Omnivora ialah kelompok hewan yang menganbil nutrisinya dari berbagai sumber, baik tumbuhan ataupun hewan. Meski memakan tumbuhan, namun omnivora tidak dapat mengambil nutrisinya secara keseluruhan dari tumbuhan (omnivora tidak memiliki selulosa dan tidak melakukan simbiosis dengan mikroba selulolitik) oleh karenanya kebutuhan lainnya diperoleh dari hewan. Adapun contoh dari pemakan tumbuhan ialah: manusia, ayam, tikus, dan lainnya. Mamalia omnivora dilengkapi dengan gigi yang beragam, seri, taring, dan geraham. Suatu adaptasi terhadap beragam jenis makanan.