Penjelasan & Contoh Artikel Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

Penjelasan & Contoh Artikel Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar – Artikel merupakan sebuah tulisan karangan yang bersifat faktual dengan jumlah kata tertentu dan ditulis dengan tujuan dipublikasikan melalui berbagai macam media baik cetak maupun online. Gagasan yang dituliskan pada sebuah artikel haruslah bersifat mendidik, menarik, dan meyakinkan pembacanya.

Artikel yang baik dan benar sebaiknya memenuhi beberapa unsur seperti judul, pengantar, tubuh, dan kesimpulan. Berikut penjelasan tentang unsur-unsur dari artikel:

1. Judul

Judul sebaiknya dipersiapkan dengan cukup matang sehingga terkesan menarik untuk dibaca serta cukup mudah untuk dipahami oleh pembaca. Judul yang sederhana dan menarik akan membuat pembaca tergerak untuk melanjutkan isi dari sebuah artikel. Pemilihan judul yang benar diharapkan dapat mewakili dari keseluruhan isi bacaan dalam artikel.

2. Pengantar

Pengantar adalah kalimat pembuka yang memberi kesan menarik dan menjelaskan sebuah inti / gagasan yang ingin disampaikan. Penulisan pengantar yang menarik akan membuat pembaca terdorong untuk melanjutkan isi bacaan selanjutnya.

3. Tubuh

Tubuh merupakan bagian inti terpenting dalam sebuah artikel. Bagian ini memuat penjelasan dan rincian gagasan serta ilustrasi / contoh. Urutan pembahasan tubuh dimulai dari suatu fakta yang terpenting sampai ke yang terendah. Dalam penulisan artikel, urutan ini disebut dengan urutan piramida terbalik.

Baca Juga:  Cara-Cara Pengendalian Sosial dalam Lingkungan Masyarakat

4. Kesimpulan

Kesimpulan merupakan susunan kalimat singkat yang mewakili gagasan / ide pada tubuh artikel yang telah diuraikan.

Selanjutnya perhatikan contoh artikel berikut!

Menilik Aktivitas Politik Praktis di Kampus

Politik praktis merupakan sebuah kegiatan politik yang dilakukan oleh praktisi-praktisi politik dengan wadah yang menaunginya. Bisa berbentuk partai politik atau bahkan ormas (organisasi massa) yang cenderung berkepentingan terhadap partai politik tertentu. Bukanlah hal yang salah jika politik praktis dilakukan dengan tepat sesuai dengan kode etiknya. Kode etik ini berkaitan dengan pelaku, tempat, dan juga wadah yang menaunginya berkenaan dengan aktivitas politik praktis ini.

Salah satu hal yang menyalahi etika adalah ketika pelaku, wadah, dan tempat yang secara tidak etis melakukan politik praktis, namun secara diam-diam dan terstruktur, aktivitas ini menjadi subur.

Hal yang pertama adalah pelaku. Pelaku yang secara tidak etis melakukan praktek politik praktis ialah mahasiswa. Mahasiswa merupakan bagian dari masyarakat intelekktual yang semestinya konsen dalam masalah pendidikan mengingat statusnya sebagai akademisi. Namun pada kenyataannya tidak sedikit dari aktivis mahasiswa yang terjun ke dalam ranah politik praktis dengan kegiatan-kegiatan yang dilakukannya seperti merekrut calon kader partai melalui organisasi ekstra kampus maunpun intra kampus atau bahkan ikut serta dalam hajat pilkada atau pemenangan calon legislatif partai tertentu. Diantaranya bahkan ada yang secara sembunyi-sembunyi ikut serta dalam prosesi kampanye kandidat pimpinan daerah yang diusung oleh partai tertentu. Hal semacam ini sangatlah tidak etis bagi akademisi / praktisi pendidikan seperti mahasiswa.

Baca Juga:  Contoh Descriptive Text Tentang Idola & Artinya

Selanjutnya ialah tempat dilakukannya kegiatan politik praktis. Telah menjadi rahasia umum bahwa kampus merupakan lahan basah yang amat subur untuk melakukan perekrutan kader-kader partai tertentu. Tentu hal semacam ini tidak dilakukan secara terang-terangan, sembunyi-sembunyi namun terstruktur. Kegiatan perekrutan calon kader partai ini dilakukan secara “cantik” melalui organisasi ekstra kampus. Kampus yang semestinya menjadi wadah untuk menampung segala kegiatan intelektualitas malah menjadi tempat yang menggiurkan bagi para “misionaris politik” dalam perekrutan kader dan pemahaman ideologinya.

Kemudian yang terakhir adalah wadah yang menjadi sarana berkembangnya kegiatan politik praktis di kampus. Wadah tersebut ialah organisasi ektra maupun intra kampus. Organisasi ektra kampus yang mengatasnamakan pergerakan mahasiswa ini menjadi penghubung antara partai politik dengan organisasi intra kampus seperti BEM, HIMA, UKMF, UKMU, dan lainnya. Pola-pola perekrutan yang cantik dimainkan rapi dan terstruktur agar tujuan yang ingin dicapai terlaksanakan.

Baca Juga:  Pengertian dan Contoh Artikel Opini (Tentang Lingkungan)

Hal yang lebih memperihatinkan ialah ketika dana kemahasiswaan yang menjadi sumber keuangan untuk pelaksanaan kegiatan kemahasiswaan disalahgunakan. Hal demikian sangat mungkin terjadi mengingat dana kemahasiswaan yang cukup besar, sedangkan lembaga kemahasiswaan intra kampus dimasuki oleh mahasiswa yang merupakan “perpanjangan tangan” partai politik justru menggunakan dana tersebut untuk kepantingan partai dan golongannya.

Semestinya kampus merupakan tempat yang steril akan adanya kegiatan politik apapun dan sudah seharusnya kampus kembali menjadi wadah yang baik untuk perkembangan intelektualitas. Mahasiswa merupakan “penyambung lidah” rakyat kecil terhadap para pengusasa, bukan “perpanjangan tangan” partai politik yang hanya memperjuangkan kepentingan golongannya. Selanjutnya organisasi mahasiswa seharusnya diterapkan sebagai wadah perjuangan yang semestunya tidak disorientatif terhadap tujuan-tujuannya.