Pengertian Valuta Asing, Fungsi, & Sistem Kurs

Pengertian Valuta Asing, Fungsi, & Sistem Kurs – Perdagangan internasional melibatkan orang –orang dari berbagai macam Negara. Oleh karena itu, muncullah kebutuhan akan mata uang asing sebagai alat pembayaran yang diterima secara luas. Dalam konteks perdagangan internasional mata uang asing tersebut disebut dengan valuta asing (valas). Apakah yang dimaksud dengan valuta asing tersebut ? Berikut ini adalah pembahasannya:

A. Pengertian Valuta Asing

Valuta asing atau valas adalah suatu alat yang digunakan sebagai pembayaran transaksi dalam perdagangan internasional. Bentuk dari valuta asing adalah mata uang asing yang telah ditetapkan secara sah dan diterima secara luas oleh masyarakat dunia. Oleh karena itu, apabila seseoarang ingin membayar transaksi, maka terlebih dahulu harus menukarnya dengan valuta asing tersebut.

Lembaga yang mengurusi pertukaran valuta asing disebut dengan money changer. Harga valuta asing ditentukan melalui mekanisme pasar yang dikenal dengan istilah kurs (nilai tukar). Ada beberapa macam istilah yang digunakan dalam pertuakaran valuta asing, diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Kurs beli

Baca Juga:  Daftar Kata Kerja Transitif dan Kata Kerja Intransitif (Lengkap)

Kurs beli merupakan harga beli valuta asing ketika bank/money changer membeli valas (valuta asing) atau ketika seseorang ingin menukarkan mata uang asing dengan rupiah.

2. Kurs jual

Kurs jual merupakan harga jual valuta asing ketika bank/money changer menjual valas atau ketika sesorang menukarkan rupiah dengan mata uang asing.

3. Kurs tengah

Kurs tengah adalah kurs antara kurs jual dan beli didapat dari hasil bagi dari penjumlahan antara kurs beli dan kurs jual.

B. Fungsi Pasar Valuta Asing

Valuta asing memiliki fungsi yang sangat penting untuk memperlancar pembayaran transaksi perdagangan internasional. Adapun fungsi valuta adalah sebagai berikut.

1. Untuk memperlancar kegiatan impor dan ekspor

2. Untuk mempermudah proses transaksi perdagangan internasional.

3. Untuk memperlancar pemindahan atau transfer dana dari suatu negara ke negara lain.

4. Sebagai wadah penjual valuta asing dalam melakukan spekulasi.

C. Sistem Kurs Valuta Asing

Bank Indonesia diberi kewenangan penuh untuk menentukan nilai kurs asing yang diatur dalam Undang-Undang No. 24 tahun 1999. Ada tiga cara yang dapat digunakan dalam menentukan sistem kurs valuta, diantaranya adalah sebagai berikut:

Baca Juga:  Keanekaragaman Kelompok Sosial dalam Masyarakat Multikultural

1. Kurs Tetap (Fixed Exchange Rate)

Kurs tetap merupakan nilai mata uang dalam negeri terhadap mata uang asing yang ditentukan oleh pemerintah, dan berdasarkan standar emas. Dengan kata lain, pemerintah menggunakan emas untuk menjaminkan uangnya.

Contohnya adalah pemerintah menentukan 1 Dollar Amerika sama dengan Rp 8000,-. Sistem kurs ini memiliki kelebihan karena nilai tukar mata uang akan stabil. Namun, sisitem ini juga memiliki kelemahan yaitu pemerintah harus menyiapkan emas yang cukup besar sebagai jaminan.

2. Kurs Mengambang (Floating Exchange Rate)

Sistem kurs mengambang merupakan penentuan besarnya nilai mata uang berdasarkan penawaran dan permintaan terhadap uang asing tersebut. Sistem kurs ini menyebabkan nilai kurs mata uang dalam negari tidak stabil.

Apabila permintaan mata uang asing (dollar Amerika) naik, maka nilai mata uang rupiah akan turun terhadap dollar Amerika. Sebaliknya, apabila permintaan akan mata uang dollar turun, maka nilai mata uang rupiah terhadap dollar naik.

Baca Juga:  Jenis Akar pada Tumbuhan dan Penjelasannya

Sedangkan jika penawaran mata uang asing (dollar Amerika) naik, maka nilai dollar Amerika akan turun terhadap rupiah. Begitu juga sebaliknya, apabila penawaran mata uang asing turun, maka nilainya akan menurun terhadap rupiah. Oleh karena itu, sistem kurs ini ditentukan oleh tinggi rendahnya permintaan dan penawaran mata uang asing.

3. Kurs Distabilkan (Managed Floating Rate)

Sistem kurs ini adalah sistem kombinasi dari kurs mengambang dan tetap dimana pemerintah dapat ikut campur dalam menentukan kurs mata uang asing apabila nilainya terlalu tinggi terhadap nilai rupiah.

Jika nilai dollar terlalu tinggi terhadap nilai rupiah, maka pemerintah akan menjualnya melalui Bank Indonesia untuk mengurangi tingkat penurunan nilai rupiah terhadap nilai dollar (Depresiasi), sehingga nilainya mata uang dollar menjadi turun terhadap mata uang rupiah.

Hal ini dilakukan untuk mencegah kerugian dan memberatkan para pelaku importir dalam mengirimkan barang-barangnya ke dalam negeri, dan mengurangi penggunaan produk impor pada masyarakat.