Pengertian Syair, Ciri-Ciri, dan 5 Contohnya

Pengertian Syair, Ciri-Ciri, dan 5 Contohnya – Syair merupkan salah satu jenis puisi lama. Kata syair berasal dari kata “syu’ur yang memiliki arti perasaan, yang mana kata tersebut berasal dari bahasa Arab. Namu seiring dengan perkembangannya, syair mengalami perubahan dan pembaruan sehingga tidak lagi kental dalam balutan sastra Arab, dan kini lebih khas ke sastra Melayu.

Ciri-Ciri Syair 

1. Setiap bait terdiri dari empat baris.
2. Setiap baris terdiri atas 8-14 suku kata.
3. Bersajak a-a-a-a.
4. Semua baris adalah isi.
5. Bahasanya biasanya kiasan.

Syair Nasehat

Ingatlah nasehat orang tua
Jadi manusia jangan besar kepala
Kita di dunia tak punya apa-apa
Hidup kita atas berkah-Nya

Berpikirlah sebelum bertindak
Bertindak hati-hati saat berpijak
Agar kaki tak jauh tersentak
Agar hati lapang juga senang

Jangan menabur api dan abu
Jangan berbuat semau-mau
Dunia ini bukan hanya tempatmu
Bersama-sama hidup rukun menyatu

Baca Juga:  Proses Terbentuknya Bumi Secara Singkat

Tak ada yang kekal di dunia
Sadari segala punya yang Kuasa
Jadi orang berbaik budi dan bahasa
Berbagi rezeki agar berkah sentosa

Jangan pura-pura tak tau dosa
Tuhan lihat apa perilaku kita
Waktu jangan disia-sia
Nantinya akan terasa itu hal berharga

Syair Romantis

Dua insan memadu cinta
Hati rindu tiada rasa nelangsa
Awal cinta manis saja yang ada
Tiada kira nanti jadi seperti apa

Bulan tak lagi cantik rupa
Saat dua insan dimabuk asmara
Bulan tak lagi seterang biasa
Ketika dua insan sedang bersama

Sang wanita bak bidadari
Sang pria bak pangeran nagari
Saling cinta saling puji
Anggap diri raja dan permaisyuri

Cinta harus melihat yang nyata
Pilih cinta tidak boleh buta
Paras rupa jangan jadi yang utama
Pilih cinta dengan mata terbuka

Baca Juga:  Sejarah Agresi Militer Belanda 1 dan 2 (Latar Belakang, Peristiwa, & Tujuan)

Setia jadi modal bahagia
Harmoni kedua jiwa dalam satu rasa
Janji bersama pada Yang Esa
Jangan sakiti tapi jaga selamanya

Syair Agama

Taubat jangan tunggu kiamat
Taubat segera agar kita selamat
Taubat penyembuh jiwa agar sehat
Taubat bersama mari umat

Ingat-ingat Tuhan wahai sekalian
Sekali maksiat pasti jadi ketagihan
Jauhi maksiat, dekati Tuhan
Agar hidup bahagia dan aman

Dosa kita tak dapat terhitung
Namun diri kita sungguh beruntung
Tuhan sayangi kita tanpa hitung
Namun kita terkadang tak tahu diuntung
Mari bertaubat niscaya Tuhan menerima
Ia Maha Pengampun segala dosa
Ia Maha Baik dan Pemberi cinta
Ia Maha Kasih memberi nauangan umat-Nya

Berbahagia dimulai dari taubat diri sendiri
Mengubah dunia dengan kembali suci
Bertaubat diawali oleh diri sendiri
Lalu bersama yang lain perbaiki ibadah dan budi pekerti

Syair Panji Karya Abdul Muluk

Berhentilah kisah raja Hindustan
Tersebutlah pula suatu perkataan
Abdul Hamid Syah paduka sultan
Duduklah baginda bersuka-sukaan

Abdul Muluk putra baginda
Besarlah sudah bangsawan muda
Cantik menjelis usulnya syahda
Tiga belas tahun umurnya ada

Parasnya elok amat sempurna
Petah menjelis bijak laksana
Memberi hati bimbang gulana
Kasih kepadanya mulia dan hina

Syair Burung Nuri Karya Sultan Badaroedin

Paksi Simbangan konon namanya
Cantik dan manis sekalian lakunya
Matanya intan cemerlang cahayanya
Paruhnya gemala tiada taranya

Terbangnya Simbangan berperi-peri
Lintas di Kampung Bayan Johari
Terlihatlah kepada putrinya Nuri
Mukanya cemerlang manis berseri

Simbangan mengerling ke atas geta
Samalah sama berjumpa mata
Berkobaran arwah leburlah cinta
Letih dan lesu rasa anggauta

Baca Juga:  Tahap-Tahap Sosialisasi dan Contohnya