Pengertian, Penyebab Pencemaran Udara, Dampak dan Cara Mengatasi

Pengertian, Penyebab Pencemaran Udara, Dampak dan Cara Mengatasi – Udara merupakan salah satu komponen penting yang menunjang suatu kehidupan. Udara merupakan komponen atmosfer yang mengandung berbagai senyawa kimia dalam bentuk gas. Adapun salah satu unsur gas yang terdapat di alam ialah oksigen yang sangat vital bagi kehidupan organisme aerob. Peranan oksigen bagi tubuh organisme aerob ialah sebagai “api pembakar” dalam proses respirasi. Dalam transaksi kehidupan yang dilakukan oleh organisme, setiap aktivitas yang mereka lakukan harus dibayar dengan energi. Respirasi sel adalah satu – satunya reaksi di dalam tubuh yang menghasilkan energi. Organisme anaerob (beberapa bakteri) memiliki kemampuan untuk menghasilkan energi tanpa menggunakan oksigen.

Namun energi yang dihasilkan pada respirasi anaerob akan jauh lebih sedikit dibanding dengan respirasi aerob. Manusia dan sebagian besar makhluk hidup di bumi mengandalkan oksigen untuk menghasilkan energi yang besar dalam respirasi. Dalam reaksi ini akan dihasilkan gas buangan berupa karbondioksida yang beracun bagi tubuh dan akan dikeluarkan ke atmosfer. Usia bumi yang tak lagi muda, mengalami berbagai perubahan berkat aktivitas organisme di dalamnya menyebabkan komposisi udara yang ada di bumi pun makin lama makin berubah. Meningkatnya gas – gas pembakaran dan beberapa gas lain hasil aktivitas organisme di alam membuat udara tercemar.

Beberapa bulan yang lalu dan sekarang pun masih berlangsung, indonesia mengalami masalah dengan kebakaran hutan yang menghasilkan asap yang mencemari udara sekitar bahkan sampai ke negara – negara tetangga. Efek dari kebakaran tersebut menyebabkan udara pernapasan menjaditercemar dan akhirny banyak yang meninggal akibat menghirup udara tersebut. Dapat dibayangkan jika hal ini terjadi di seluruh belahan bumi, maka kehidupan organisme dapat terancam akibat udara yang sehat. Mari kita lihat pembahasan mengenai pencemaran udara.

PENGERTIAN PENCEMARAN UDARA

Udara merupakan atmosfer yang mengelilingi bumi. Udara mengandung beragam unsur gas yang penting bagi kelangsungan hidup organisme. Adapun komponen gas dalam udara ialah nitrogen 78%, oksigen 21%, karbondioksida 0,03%, argon 0,93%, ozon 0,00001%. Senyawa – senyawa seperti nitrogen, karbondioksida, oksigen, dan ozon sangat penting bagi makhluk hidup. Nitrogen dibutuhkan bagi organisme untuk sintesis protein, sementara semua organisme aerob memerlukan oksigen untuk proses respirasi. Dalam proses tersebut akan dihasilkan karbondioksida yang akan menggantikan karbondioksida di atmosfer yang digunakan oleh organisme autotrof (tumbuhan dan alga) untuk berfotosintesis. Sedangkan ozon (O3) merupakan partikel penting bagi semua organisme karena berfungsi menangkal radiasi ultraviolet yang dipancarkan oleh matahari terhadap penduduk bumi. Namun, semakin berkembangnya industri dan teknologi membuat masuknya gas – gas yang merusak komponen udara.

Menurut Keputusan Menteri Negara Kependudukan dan Lingkugan Hidup No. KEP – 03 / MENKLH/ II / 1991 yang dimaksud dengan pencemaran udara ialah masuk atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, dan atau komponen lain ke udara oleh kegiatan manusia atau proses aam, sehingga kualitas udara turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan udara menjadi kurang atau tidak dapat berfungsi lagi sesuai dengan peruntukkannya.

Baca Juga:  Pengertian dan Contoh Kata Sandang dalam Bahasa Indonesia

PENYEBAB PENCEMARAN UDARA

Berdasarkan UU No.4 Tahun 1982 Pasal 1 ayat 7 menyatakan bahwa pencemaran udara disebabkan oleh kegiatan manusia dan proses alam. Masuknya partikel – partikel lain dan meningkatnya partikel tertentu yang mencemari udara membuat kualitas udara menurun. Adapun senyawa – senyawa yang tergolong sebagai polutan ialah karbonmonoksida, karbondioksida, nitrogendioksida, metana, amoniak, hidrogensulfida, sulfur dioksida, cloroflourcarbon (CFC), dan sejumlah mikroorganisme yang menyebabkan patogen (antrax, sars, flu, dan lain – lain).

1. Aktivitas Manusia

a. Pembakaran

Proses pembakaran alami pada tubuh manusia dan organisme lainnya (baca: respirasi) menghasilkan buangan karbon dalam bentuk karbondioksida. Meningkatnyapopulasi manusia artinya akan meningkatkan senyawa tersebut. Meski senyawa tersebut sangat penting bagi tumbuhan (untuk fotosintesis), namun dengan kondisi yang sekarang dimana jumlah tumbuhan makin menipis sementara jumlah karbondioksida makin meningkat maka kelebihan karbondioksida ini akan menyebabkan masalah dengan kebersihan udara. Tak hanya itu, proses pembakaran yang dilakukan untuk keperluan rumah tangga atau industri menyumbang banyak senyawa karbondioksida. Asap – asap yang dihasilkan ini merupakan senyawa karbon yang membuat udara menjadi tercemar. Senyawa lain dari proses pembakaran ini antara lain ialah karbonmonoksida. Berbeda dengan karbondioksida, senyawa karbonmonoksida lebih beracun yang jika terhirup dapat menyebabkan pusing, batuk – batuk, sesak napas, bahkan kematian.

b. Penggunaan bahan bakar fosil

Bahan bakar minyak merupakan bahan bakar utama dalan suatu proses pembakaran baik untuk keperluan rumah tangga, kendaraan bermotor, atau industri. Meningkatnya penggunaan kendaan bermotor berarti meningkat pula penggunaan bahan bakar, ditambah hasil pembakaran lainnya. Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, dalam suatu pembakaran akan dihasilkan berbagai senyawa seperti karbonmonoksida, karbondioksida, dan timbal. Senyawa – senywa tersebut sangat beracun bagi tubuh. Timbal dihasikan dari proses pembakaran yang tak sempurna (mesin yang sudah usang akan menghasilkan senyawa ini untuk tiap pengolahan bahan bakarnya). Contoh kendaraan yang telah usang menghasilkan asap hitam yang artinya mengandung timbal. Meningkatnya timbal di udara tentu tidak baik untuk udara pernapasan. Dampak yang paling buruk ialah kanker saluran pernapasan ketika terlalu sering menghirup udara yang tercemar ini.

c. Penggunaan pendingin

Penggunaan alat – alat seperti freezer, air conditioner (AC) menyumbangkan sejumlah senyawa cloroflourcarbon (CFC) yang mampu merusak ozon. CFC merupakan gas yang tidak berbau, tidak beracun, tidak mudah terbakar dan tidak mudah bereaksi dengan senyawa di dalamnya. Oleh karenanya CFC banak digunakan dalam mesin – mesin pendingin seperti lemari es, AC, dan dalam produk – produk aerosol (semprotan). Namun, ketika CFC terpapar di atmosfer, akan sangat mudah bereaksi dengan oksigen penyusun ozon. Bumi yang semakin panas ini membuat penggunaan mesin pendingin makin meningkat dan meningkat pula polutan CFC di bumi yang merusak lapisan ozon.

d. Limbah pertanian

Penguapan produk – produk pertanian seperti pupuk dan pestisida menghasilkan polutan seperti metana dan nitrogendioksida yang menyebabkan suhu bumi semakin meningkat (pemanasan global).

Baca Juga:  Pengertian dan Contoh Ekosistem Buatan (Lengkap)

e. Asap rokok

Rokok mengandung sekitar 4000 senyawa kimia yang berbahaya bagi tubuh. Efek addiktive yang dihasilkan oleh senyawa – senyawa rokok menyebabkan orang sulit meninggalkan kebiasaan merokok. Asap hasil merokok mengandung senyawa yang berbahaya seperti tar yang mampu menyebabkan kanker pada orang yang ada di sekitarnya.

f. Wabah penyakit

Udara merupakan salah satu media penyebaran suatu mikroorganisme (bakteri atau virus) yang menyebabkan penyakit tertentu, seperti flu burung, flu babi, SARS, antraks dan lainnya. Mewabahnya suatu penyakit pada suatu daerah tertentu dapat terjadi dengan cepat salah satunya dengan media udara ini.

2. Proses Alam

Proses alam seperti gunung meletus mengeluarkan larva dan asap yang kaya akan senyawa belerang (sulfur). Asap yang dikeluarkan dari letusan gunung ini akan menyebabkan hujan asam (mengandung senyawa sulfur) yang dapat merusak sejumlah tanaman (karena pH terlalu asam). Selain dariletusan gunung, gas yang dihasilkan dari buangan kotoran manusia dan hewan lainnya merupakan salah satu polutan di udara. Adalah methana yang terdapat di kotoran hewan ternak mampu meningkatkan pemanasan global di bumi.

DAMPAK PENCEMARAN UDARA

Adapun dampak dari pencemaran udara dapat kita rasakan sekarang. Pencemaran udara paling tinggi ialah tentunya di wilayah industri atau dengan populasi yang padat. Tentunya kita tidak nyaman dengan udara yang kita hirup sekarang ini tidak sehat seperti sebelumnya. Sehingga penggunaan masker dapat mengurangi udara yang tercemar pada wilayah tercemar. Berikut merupakan salah satu dampak dari pencemaran udara:

1. Pemanasan global

Pemanasan global atau disebut dengan global warming merupakan suatu peristiwa dimana terjadi peningkatan terhadap suhu atmosfer bumi. Dampak yang ditimbulkan oleh perubahan suhu tentu sangat dirasakan oleh penghuni bumi sekarang ini, perubahan iklim yang ekstrim, mencairnya es di kutub tentu dapat berdampak pada kepunahan penduduk bumi jika hal ini tidak segera diatasi. Lalu apakah yang menyebabkan pemanasan global???? Tak lain tak bukan ialah gas – gas yang dihasilkan dari berbagai kegiatan organisme terutama manusia. Bermula dari revolusi industri, cebong – cerobong asap yang meuntahkan isiya ke atmosfer berdampak pada atmosfer bumi. Meningkatnya senyawa – senyawa seperti karbondioksida dan karbonmonoksida membuat semacam lapisan yang menghalangi pembuangan panas bumi ke luar atmosfer. Dengan semikian, bumi terperangkap dalam panas yang dihasilkan oleh aktivitas makhluk di dalamnya (peristiwa ini disebut dengan efek rumah kaca). Selain itu, meningkatnya CFC di atmosfer menyebabkan kerusakan pada lapisan ozon. Sinar ultraviolet yang masuk ke bumi akan difilter ratusan kali oleh lapisan ini agar energi yang masuk tidak merusak kehidupan organisme di dalamnya. CFC di atmosfer akan bereaksi dengan oksigen penyusun ozo, dengan demikian lapisan ozon menjadi rusak dan berlubang. Dengan demikian sinar ultraviolet yang masuk ke bumi sekarang ini tidak dapat difilter seperti sebelumnya.

2. Hujan asam

Hujan asam ialah hujan yang mana airnya memiliki pH yang rendah (asam). Hujan asam disebabkan oleh tingginya senyawa belerang, nitrogen, dan karbon di udara akibat aktivitas manusia atau karena proses alam. Dampak yang ditimbulkan dari hujan asam ialah pada pertumbuhan tumbuhan dan organisme. Berubahnya pH tanah dan air akibat hujan asam tentu akan menggangu pertumbuhan dan perkembangan organisme.

Baca Juga:  Ketentuan dan Cara Praktik Solat Rawatib

3. Penurunan kesehatan

Menurunnya kualitas udara tentu akan mempengaruhi kesehatan organisme berbagai penyakit bermunculan akibat dari udara yang tercemar. Seperti kita lihat pada daerah yang terkena bencana kabut asap, terjadi peningkatan penderita ispa, sesak napas, dan lainnya. Asap – asap yag dihasilkan dari berbagai pembakaran seperti industri, kendaraan bermotor, atau rokok pun berpotensi menjadi pemicu sel kanker di dalam tubuh. Kerusakan lapisan ozon akibat meningkatnya penggunaan cfc (dengan penggunaan mesin pendingin) menyebabkan radiasi ultraviolet yang dipaparkan oleh sinar matahari tidak dapat difilter. Dengan demikian, kanker kulit pun makin meningkat.

MENGATASI PENCEMARAN UDARA

Perlu kesadaran dari diri sendiri untuk memulai mengurangi meningkatnya pencemaran yang terjadi di udara. Kelangsungan organisme dapat terancam jika kita tidak bertindak untuk mengakhiri pencemaran yang telah terjadi. Adapun upaya – upaya yang dapat dilakukan ialah sebagai berikut:

1. Mencari alternatif sebagai sumber energi

Penggunaan bahan bakar fosil yang semakin meningkat harus segera beralih ke sumber energi lain. Hal ini dikarenakan penggunaan bahan bakar fosil semakin menipis dan menghasilkan senyawa yang mencemari udara. Penelitian – penelitian mengenai energi lain untuk menggantikan bahan bakar fosil kini telah ditemukan, seperti bioetanol yaitu yang dihasilkan dari minyak tumbuh tumbuhan, lalu tenaga surya, dan lain sebagainya. Kini diperlukan pabrik besar agar dapat memproduksi alternatif energi tersebut agar dapat mencukupi kebutuhan manusia dan alam.

2. Mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar minyak

Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor kini menjadi salah satu penyebab meningkatnya polusi di wilayah padat penduduk. pasalnya penggunaan kendaraan bermotor ini menggunakan bahan bakar minyak yang menghasilkan senyawa polutan. dengan mengurangi penggunaan kendaraan bermotor dapat menurunkan angka polusi udara. selain itu, mesin – mesin kendaraan bermotor yang sudah tua layaknya jangan digunakan lagi karena akan menghasilkan pembakaran yang tidak sempurna yang menghasilkan polutan lebih berbahaya. oleh karena itu perlu diadakan uji emisi bagi kendaraan bermotor untuk menyortir kendaraan yang lulus emisi saja yang boleh digunakan.

3. Mengurangi penggunaan mesin pendingin

Telah diuraikan di atas bahwa mesin – mesin pendingin menggunakan senyawa CFC yang menyebabkan kerusakan ozon. Gunakan pendingin seperlunya saja, dan setelah itu matikan adalah salah satu upaya untuk menghemat dan mengurangi pencemaran yang terjadi.

4. Memanfaatkan kotoran sebagai bahan bakar alami

Kotoran ternak yang mengandung gas methan dapat menyebabkan pemanasan global. Dengan pemanfaatan gas methana yang ada di dalam kotoran tersebut menjadi sumber bahan bakar rumah tangga cukup mengurangi angka polusi di udara.

Demikian uraian mengenai pencemaran udara semoga dapat menambah wawasan kita untuk perduli terhadap kehidupan organisme di bumi.