Pengertian Penelitian, Ciri Penelitian, dan Objek Penelitian

Pengertian Penelitian, Ciri Penelitian, dan Objek Penelitian – Pada umumnya terdapat dua pendekatan utama dalam suatu penelitian ilmiah. Pendekatan tersebut diantaranya yakni pendekatan kuantitatif dan pendekatan kualitatif. Pendekatan kuantitatif adalah pendekatan yang berupaya untuk mengungkapkan sesuatu hal yang nyata mengenai fenomena sosial dengan memperhatikan serta keterhubungan antara beberapa variabel. Objek penelitian dapat diperhatikan berupa fakta variabel yang dapat dinumerisasikan serta hasilnya bisa diolah dan dianalisa melaui statistik. Pendekatan kuantitatif dapat berupa survei dan eksperimen.

Pendekatan kualitatif merupakan pendekatan yang berupaya untuk mengungkapkan fakta sosial secara utuh dan tuntas sebagai sebuah fakta sosial yang tak terbantahkan. Objek penelitian ditinjau berdasarkan kenyataan bersifat dinamis dan mempunyai perasaan, dimensi pikiran, dan subjektifitas. Peneliti berupaya memberikan hasil berupa data yang bersifat deskriptif serta tertulis dalam bentuk data. Penelitian melalui pendekatan ini berbentuk metode historis, metode etnografi, dan metode grounded research.

A. Pengertian Penelitian

Soerjono Soekanto menjelaskan bahwa penelitian sosiologi termasuk ke dalam penelitian ilmiah. Penelitian ilmiah merupakan penelitian yang memiliki tujuan untuk mempelajari gejala-gejala sosial dengan melalui analisisa dan pengidentifikasian yang mendalam mengenai fakta masalah yang difokuskan dan selanjutnya diupayakan penyelesaiannya.

Baca Juga:  Definisi dan 35 Contoh Motto Hidup Untuk Pelajar

B. Ciri-ciri Penelitian

Karakteristik dari penelitian ilmiah ialah sebagai berikut!

1. Penelitian ilmiah disusun dengan prasyarat prosedur sistematis, yakni dengan menggunakan bukti empiris yang valid berupa fakta yang didapatka secara objektif dan berimbang.
2. Penelitian ilmiah ialah sebuah prosesi yang beekelanjutan yang menyebabkan hasil sebuah penelitian sangat mungkin untuk disempurnakan atau dikembangkan kembali oleh peneliti lainnya.

C. Fungsi Penelitian Ilmiah

Berikut merupakan fungsi penelitian ilmiah yakni!

– Fungsi verifikatif atau pengujian ialah fungsi penelitian ilmiah yang digunakan untuk menguji kebenaran sebuah pengetahuan yang telah ada.
– Fungsi eksploratif atau penjajagan ialah fungsi penelitian ilmiah yang dipergunakan untuk mendapatkan sesuatu yang belum ada.
– Fungsi development atau pengembangan merupakan fungsi penelitian ilmiah yang digunakan untuk pengembangan pengetahuan yang telah ada.

Baca Juga:  Perbedaan Antara Will dan Be Going To dalam Kalimat Bahasa Inggris

Jika didasarkan pada tingkat analisa yang direncanakan penyusun data penelitian untuk data yang ingin dikumpulkan, penelitian ilmiah diklasifikasikan menjadi beberapa bagian. Bagian-bagian tersebut adalah sebagai berikut!
– Penelitian deskriptif ialah penelitian yang memberikan perincian yang lebih kompleks terhadap informasi yang ada. Dalam penelitian ini, pertanyaan biasa diawali dengan kata tanya “bagaimana”.
– Penelitian eksploratif merupakan penelitian yang berusaha untuk memperoleh informasi dasar mengenai permasalahan belum pernah diteliti. Penelitian tersebut dilakukan tanpa adanya perumusan hipotesis secara khusus. Dalam penelitian ini, pertanyaan biasa diawali dengan kata Tanya “apa.”
– Penelitian prediksi ialah penelitian ilmiah yang berusaha untuk menggambarkan atau mendeskripsikan apa yang bisa saja terjadi di masa yang akan datang.
– Penelitian eksplanasi merupakan penelitian ilmiah yang digunakan untuk menganalisa korelasi atau hubungan antar variabel yang akan diteliti. Penelitian ini mempunyai hipotesa dan disusun guna menjelaskan kenapa sebuah peristiwa tersebut bisa terjadi. Pertanyaan dalam penelitian ini biasa diawali dengan kata Tanya “mengapa.”

Baca Juga:  Perkembangan Ilmu Pengetahuan Agama Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah

D. Objek Penelitian

Ditinjau melalui sisi korelasi / hubungan antar manusia serta prosesi yang muncul karena akibat interaksi antar manusia dalam masyarakat, Objek penelitian sosiologi ialah masyarakat itu sendiri. Penelitian mengenai masyarakat bisa dilakukan melalui metode historis, metode statistik, metode komparatif (perbandingan), metode sosiometri, dan studi kasus. Metode sosiometri dipergunakan untuk mendeskripsikan dan menganalisa interaksi antarmanusia dalam masyarakat ditinjau secara kuantitatif. Ditahapan perencanaan pembangunan, hasil penelitian sosiologi sangat dibutuhkan untuk penentuan berbagai hal-hal sebagai berikut ini!

– Bagian anggota masyarakat yang membentuk suatu kelompok sosial.
– Pelapisan sosial dan lembaga sosial guna identifikasi jenis dan aspeknya.
– Pola interaksi sosial guna membangun situasi dan kondisi yang mestimulasi perkembangan pembangunan.
– Kebudayaan guna mengidentifikasi beberapa hal yang beresensikan nilai-nilai.
Di tahapan aplikatif , hasil dari penelitian ini dibutuhkan untuk beberapa hal seperti mendeteksi kekuatan sosial dalam masyarakat serta mengidentifikasikan dinamika sosial yang bisa saja terjadi pada masyarakat.

Sumber :
http://duniailmu53.blogspot.co.id/2013/04/pengertian-penelitian-ciri-ciri.html