Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi

Pengertian Pencemaran Tanah, Penyebab, Dampak, dan Cara Mengatasi – pada artikel sebelumnya telah dijelaskan mengenai berbagai pencemaran pada komponen kehidupan yaitu air dan udara. Selanjutnya pad artikel ini penulis akan mengupas mengenai pencemaran tanah. Tanah merupakan lapisan kerak bumi yang mengandung berbagai senyawa organik dan anorganik. Tanah adalah lapisan terluar bumi, adapun lautan atau sungai pun akan memiliiki dasar berupa tanah. Karakteristik tanah akan berbeda pada suatu wilayah dengan wilayah lain. Pembentukan tanah dipengaruhi oleh senyawa organik di sekitarnya. Tanah terbentuk dari pelapukan bebatuan atau pelapukan organisme. Karakter tanah dapat dilihat dari tekstur dan warnanya. Misalnya tanah yang berwarna hitam merupakan tanah yang paling baik, hal ini dikarenakan tanah jenis ini terbentuk dari proses pembusukan organisme sehingga mengandung banyak sekali senyawa organik.

PENGERTIAN PENCEMARAN TANAH

Yang dimaksud dengan pencemaran tanah ialah masuknyaatau dimasukannya suatu senyawa organik atau anorganik atau makhluk hidup yang dapat menurunkan kualitas tanah dan merusak organisme di sekitarnya. Pencemaran tanah dapat terjadi akibat terjadinya pencemaran air dan udara. Hal ini karena air dan udara adalah bagian dari tanah. Masuknya polutan ke dalam tanah dapat salah satunya dibawa oleh kedua komponen tersebut.

Tanah merupakan kmponen yang penting bagi makhluk hidup. Selain untuk menopang organisme, tanah merupakan habitat dari semua organisme darat. Kualitas tanah sangat mempengaruhi organisme di dalamnya.

Baca Juga:  Penjelasan tentang Teknologi yang Berkaitan dengan Metabolisme Makanan

PENYEBAB PENCEMARAN TANAH

Adapun sumber pencemaran tanah dapat dibedakan berdasarkan bentuknya:

1. Limbah cair

Merupakan segala jenis limbah dalam bentuk cair. Limbah ini berasal dari indutri ataupun rumah tangga. Senyawa kimia dalam limbah cair akan masuk ke dalam pori – pori tanah. Limbah cair ini mudah menguap akibat pemanasan sehingga menimbulkan pencemaran udara. Selain itu, sapuan hujan akan membawa senyawa – senyawa limbah cair ke wilayah yang lebih luas. Dengan demikian, akan semaki banyak wilayah daratan yang akan mengalami kerusakan akibat dari pencemaran tanah.

2. Limbah padat

Selain dalam bentuk cair, sampah – sampah rumah tangga ataupun industri dalam bentuk padatan yang di buang ke tanah dengan sembarangan pun menyebabkan berbagai masalah. Sampah – sampah padat organik (bangkai makhluk hidup atau produk dari makhluk hidup) dapat dengan mudah diuraikan oleh jamur atau bakteri. Namun, sampah – sampah padatan sintesis pada umumnya tidak dapat diuraika oleh dekomposer (bakteri dan jamur) pada suatu ekosistem. Sehingga, hal ini akan membuat sampah – sampah tersebut menumpuk dan menimbulkan banyak masalah. Selain itu, peningkatan populasi manusia ikut meningkatkan jumlah pencemaran yangterjadi di tanah.

Dapat disimpulkan bahwa penyebab kerusakan atau pencemaran tanah, yaitu aktivitas manusia. Baik limbah cair atau limpah padat, dengan sengaja atau tidak pembuangan sampah – sampah tak terdegradasi akan membuat kesuburan tanah menurun. Kualitas tanah akan menurun.

Baca Juga:  Pengertian Sel Darah, Struktur, dan Fungsinya

Dampak Pencemaran Tanah

Adapun dampak dari pencemaran tanah ialah sebagai berikut:

1. Dampak terhadap kesehatan

Pencemaran tanah oleh limbah – limbah industri atau tumah tangga baik cair atau padatan dapat menurunkan kualitas lingkungan. Bpaparan benzena yang terendap di tanah mampu menyebabkan leukimia (kanker sel darah putih), dan lain sebagainya.

2. Dampak terhadap ekosistem

Kerusakan tanah oleh limbah – limbah tersebut juga akan merusak ekosistem yang ada. Tanah merupakan habitat bagi organisme terestrial (daratan). Bagaimana kelangsungan hidup organisme – organisme ini jikalau tanah tempat tinggal mereka mengalami kerusakan akibat pencemaran. Peguburan sampah – sampah padat yang tidak dapat diuraikan oleh dekomposer, tentu akan membuat kesuburan tanah menurun. Selain itu, mengganggu kehidupan organisme yang hidup di dalam tanah. Tanah yang subur mengandung berbagai macam mineral yang dibutuhkan organisme. Tanah yang tidak subur menyebabkan tumbuhan akan sulit berkembang. Jika hal demikian terjadi maka dapat dipastikan, wilayah dengan pencearan taah tersebut akan mengalami kekeringan, tandus, dan lainnya.

Cara Mengatasi Pencemaran Tanah

1. Mengembangkan kesadaran masyarakat

Nampaknya, kesadaran Rakyat Indonesia terhadap masalah pencemaran masih butuh kerja keras bersosialisasi. Dengan menumbuhkan dan menjadikan lingkungan hidup bebas pencemar adalah sangat baik untk kesehatan ataupun lainnya.

Baca Juga:  Pengertian dan Klasifikasi Struktur Sosial

2. Melakukan Sistem 3R (reduce, reuse, dan recylce)

Sampah – sampah anorganik ataupun sampah organik dari organisme yang masih dalam kondisi baik sebaiknya tidak dibuang, melainkan digunakan untuk hal lain. Terlebih pada samah – sampah anorganik seperti plastik, dan lainnya sulit diuraikan oleh bakteri. Dengan kita bersatu mengembangkan sistem 3 R yaitu:

a. Reduce: mengurangi penggunaan produk tertentu yang dapat mencemari tanah.
b. Reuse : Gunakan kembali barang yang hendak akan dibuang. Hal ini akan menguntungkan, karena hanya dengan demikian masalah pencemaran tanah dapat sedikit di atasai.
c. Recycle: mengolah kembali pemanfaatan barang bekas yang berpotensi menjadi limbah menjadi barang baru yang dapat digunakan dalam kehiupan sehari –hari atau lainnya.

3. Remediasi

Yaitu proses pembersihan (penjernihan kembali) bagian tanah yang telah tercemar.

4. Bioremediasi

Yaitu pembersihan tanah yang tercemar dengan menggunakan bakteri dan jamur yang mampu merombak tumpahan minak atau lainnya.

5. Menanam kembali pohon pada tanaman

Dengan menanam pohon pada lahan kosong maka dapat membuat investasi masa depan yang lebih baik. Pohon mampu menaham air hujan yang masuk ke dalam tanah sehingga akan membuat tanah tersebut lembab.