Pengertian Motif Ekonomi, Contoh, dan Macam-Macam Motif Ekonomi

Pengertian Motif Ekonomi, Contoh, dan Macam-Macam Motif Ekonomi – Manusia sebagai makhluk ekonomi selalu melakukan tindakan ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Tindakan itu didorong oleh faktor pendorong utama yang membuat manusia melakukannya, yaitu agar bisa hidup makmur dan serba berkecukupan. Contohnya, Shinta belajar dengan giat supaya menjadi juara kelas. Roni mengendari sepeda ke sekolah supaya bisa menghemat ongkos.

Setiap tindakan ekonomi memiliki tujuan yang ingin dicapai oleh manusia. Tujuan tersebutlah yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Nah, dorongan – dorongan yang menyebabkan manusia melakukan tindakan ekonomi inilah yang disebut dengan motif ekonomi.

Jenis – Jenis Motif Ekonomi

Ada dua jenis motif manusia dalam memenuhi kebutuhannya, yaitu motif intrinsik dan motif ekstrinsik. Apakah yang dimaksud dengan kedua motif ini ? Berikut ini adalah pembahasannya:

A. Motif Intrinsik

Motif intrinsik adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi yang berasal dari dalam diri manusia itu sendiri. Contohnya adalah manusia makan karena mereka merasa lapar, manusia tidur karena merasa ngantuk, dan lani sebagainya.

B. Motif Ektrinsik

Baca Juga:  Penjelasan Tentang Passive Voice Lengkap

Motif ektrinsik adalah dorongan untuk melakukan tindakan ekonomi yang berasal dari pihak luar. Contohnya adalah seseorang ingin membeli sebuah sepeda motor baru karena melihat teman – temannya mempunyai sepeda motor, dan lain sebagainya.

Tujuan/Macam-Macam Motif Ekonomi

Ada beberapa macam motif ekonomi yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Motif – motif tersebut membuat manusia terpacu untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Adapun motif – motif ekonomi tersebut adalah sebagai berikut:

1. Mencari Keuntungan

Motif ini pada umumnya dimiliki oleh para pengusaha atau pedagang. Motif ini mendorong mereka untuk selalu mencari keuntungan yang sangat besar.

Contohnya adalah seorang pedagang menjajakan makanan dan minuman dengan berbagai macam rasa dan bentuk. Selain itu, mereka juga selalu melayani setiap konsumennya dengan ramah dan sopan. Tindakan tersebut bertujuan agar banyak konsumen yang berbelanja di warung tersebut, sehingga mereka akan mendapat keuntungan yang besar. Apa yang dilakuan oleh pedagang tersebut merupakan dorongan dari keinginannya untuk memperoleh keuntungan.

Selain pedagang, konsumen atau pembeli juga melakukan tindakan ekonomi yang didorong oleh keinginan mencari keuntungan yang besar, yaitu dengan cara memilih dan memutuskan barang apa yang paling baik untuk mereka.

Baca Juga:  Materi Tenses: Simple Future Tense

2. Mendapatkan Kekuasaan Ekonomi

Motif untuk mendapatkan kekuasaan ekonomi akan mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi dengan tujuan mendapatkan kekuasaan dalam bidang ekonomi. Pada umumnya, motif ini dimiliki oleh pedagang atau pengusaha besar.

Contohnya adalah para pedagang besar yang melakukan promosi besar – besaran atau bahkan dengan menggunakan kekuatan untuk menyingkirkan para pesaingnya agar bisa memperoleh keuntungan yang sangat besar dan juga dapat menguasai pasar.

Apabila pasar telah dikuasai dan mereka dapat memperluas jaringannya hingga ke beberapa daerah, maka kekuasaan ekonomi telah didapatkan.

3. Memperoleh Penghargaan

Motif untuk memperoleh penghargaan akan mendorong seseorang untuk melakukan tindakan ekonomi. Penghargaan – penghargaan tersebut dapat berupa penghargaan karena keahliannya, hasil kerjanya ataupun penghargaan karena jasanya.

Contohnya, seorang seniman melukis pemandangan yang sangat indah dengan maksud mendapatkan penghargaan dari orang lain. Penghargaan itu dapat berupa apresiasi, pujian, maupun dalam bentuk uang.

4. Ingin Berbuat Sosial

Baca Juga:  Perkembangan Ilmu Pengetahuan Agama Islam pada Masa Dinasti Abbasiyah

Motif ingin melakukan tindakan sosial mendorong seseorang untuk berbuat baik kepada manusia lainnya. Motif ekonomi ini sangat baik dan patut untuk dikembangkan dan disosialisasikan kepada masyarakat karena tindakan yang dilakukan bisa membantu kehidupan masyarakat di sekitarnya.

Contoh motif ini adalah menyantuni anak yatim piatu, memberikan donasi berupa barang, tenaga atau uang kepada masyarakat yang terkena bencana alam, membantu teman yang sedang dalam kesuitan, dan lain sebagainya.

5. Mencukupi Kebutuhan Hidup dan Meningkatkan Kemakmuran

Motif ini merupakan motif intrinsik yang muncul dari dalam diri sendiri. Pada umunya manusia memiliki kebutuhan yang sangat beragam baik mendesak maupun kebutuhan yang bisa ditunda. Untuk memenuhi kebutuhan – kebutuhan hidup tersebut, maka timbulah keinginan yang kuat dari dalam dirinya untuk mencapai itu semua.

Contohnya adalah seorang bekerja dengan sangat keras, siang dan malam karena didorong oleh kebutuhan keluarganya yang mendesak seperti untuk makan sehari – hari, biaya pendidikan anak, dan kebutuhan lainnya. Motif ini mendorong manusia untuk mencapai kemakmuran dan hidup yang layak.