Pengertian Lembaga Sosial, dan Sifat-Sifatnya

Pengertian Lembaga Sosial, dan Sifat-Sifatnya – Dalam realita hidup bermasyarakat pada hakikatnya terdapat norma-norma tak tertulis yang memiliki peran sebagai control bagi perilaku masyarakat itu sendiri. Prosesi terbentuknya norma berawal pada nilai-nilai yang terakumulasi dan terintegarasi pada perilaku warga masyarakatnya. Norma-norma tersebut tentu tidak terjadi begitu saja, melainkan membutuhkan prosesi pembentukan norma yang cukup lama. Norma-norma tersebut lambat laun membentuk sebuah sisitem norma yang disebut dengan pranata sosial. Prosesi akumulasi dari beberapa norma sehingga menjadi pranata sosial disebut sebagai institusionalisasi atau pelembagaan. Oleh karenanya pranata sosial juga bisa disebut sebagai lembaga sosial.

Kemunculan lembaga sosial melalui pranata sosial ini diklasifikasikan menjadi dua cara yakni secara terencana dan tidak terencana. Pembentukan secara terencana memiliki arti sebagai kelembagaan yang lahir dengan tahapan-tahapan tertentu secara sistematis. Hal tersebut terjadi ketika masyarakat dibenturkan dengan masalah yang memunyai hubungan langsung dengan pemenuhan hajat hidupnya. Misalnya dalam kehidupan ekonomi, sistem penukaran barang (barter) kini tak lagi seefisien pada zamannya. Masyarakat kini telah menggunakan alat tukar yakni mata uang untuk mendapatkan barang yang diinginkan dengan cara jual dan beli.

Baca Juga:  Proses Pengangkutan Ekstravaskular dan Intravaskular pada Tumbuhan

Lembaga sosial yang muncul melalui suatu perencanaan yang matang oleh perseorangan atau kolektif yang memiliki kekuasaan dan wewenang dengan tujuan misalnya untuk peningkatkan kesejahteraan petani, pemegang kebijakan dalam hal ini pemerintah membentuk sebuah lembaga keuangan desa yakni Koperasi Unit Desa (KUD). Hal ini diselenggrakan supaya petani bisa menampung hasil panen serta membelinya kembali dengan harga yang sesuai.

Berikut penjelasan secara definitif mengenai lembaga sosial dari para ahli / sosiolog!

a. Robert Melver dan C.H. Page (Soekanto, 1990: 218), lembaga sosial merupakan tata cara prosedural yang telah diciptakan untuk mengatur hubungan antarmanusia yang tergabung pada suatu kelompok dalam masyarakat.
b. Leopold Von Wiese dan Becker (Soekanto, 1990: 219), lembaga sosial merupakan jaringan proses hubungan antar kelompok dan antar manusia yang berfungsi memelihara hubungan itu serta pola-polanya sesuai dengan minat dan kepentingan individu serta kelompoknya.
c. W.G. Sumner (Soekanto, 1990: 218), lembaga sosial merupakan perbuatan, cita-cita, sikap, dan perlengkapan kebudayaan yang mempunyai sikap kekal serta bertujuan memenuhi kebutuhan-kebutuhan masyarakat. Lembaga berfungsi agar ada keteraturan dan integrasi di dalam masyarakat.
d. Soerjono Soekanto, lembaga sosial atau pranata sosial adalah himpunan norma dari segala tindakan yang berkisar pada suatu kebutuhan pokok dalam kehidupan masyarakat.
e. Koentjaraningrat (1964: 113), lembaga sosial adalah suatu sistem tata kelakuan dan hubungan yang berpusat kepada aktivitas untuk memenuhi kompleksitas kebutuhan dalam kehidupan manusia.
f. Selo Soemardjan dan Soelaeman Soemardi, lembaga sosial merupakan kumpulan dari berbagai cara berperilaku (usage) yang diakui oleh anggota masyarakat sebagai sarana untuk mengatur hubungan-hubungan sosial.

Baca Juga:  Pengertian Jaringan Pengangkut (Xilem & Floem) dan Fungsinya

Dari penjelasan tersebut, dapat kita ambil kesimpulan bahwa lembaga sosial erat kaitannya dengan norma – norma yang saling berkaitan satu sama lain. lembaga sosial mempunyai ciri – ciri diantaranya yakni :

– Terdapat tujuan yang dapat dipergunakan dalam jangka waktu yang cukup lama
– Norma-norma yang bisa tertulis dan tidak tertulis, norma tersebut diodopsi dari nilai dan adat istiadat yang diakui serta berlaku pada masyarakat
– Terdapat prasarana berupa bangunan serta lambang tertentu
– Dalam lembaga sosial biasanya ditemukan unsur – unsur berupa budaya atau struktural yang diwujudkan dalam bentuk norma dan peranan sosial.

Lembaga sosial juga merupakan suatu adat kebiasaan dalam kehidupan bersmasyarakat yang memiliki sanksi yang sistemik dan dibangun atas dasar kewibawaan masyarakat. Di samping itu, Harsoja mengatakan bahwa lembaga sosial juga mempunyai sifat – sifat umum, yakni sebagai berikut!

Baca Juga:  Contoh Dialog Bahasa Inggris 2 Orang Tentang Liburan

a. Lembaga sosial memiliki fungsi sebagai bagian dalam suatu sistem kebudayaan masyarakat yang terintegrasi di dalamnya sehingga menjadi satu kesatuan.
b. Lembaga sosial memiliki visi dan misi serta berbagai tujuan tertentu.
c. Dalam melakukan peran serta fungsinya, lembaga sosial seringkali menggunakan hasil kebudayaan material.

Suhandi mengatakan bahwa pada suatu sistem sosial sebaiknya mempunyai beberapa ketentuan sebagai berikut!

a. Lembaga sosial sebaiknya mempunyai norma atau aturan yang melekat dalam ingatan baik yang tertulis maupun tidak.
b. Segala kegiatan serta Aktivitas harus mempunyai sistem relasi yang didasarkan pada norma tertentu.
c. Kegiatan tersebut harus bertujuan sebagai pemenuhan kebutuhan tertentu yang disadarkan pada kelompok masyarakat yang bersangkutan.
d. Lembaga sosial sebaiknya mempunyai kelengkapan segala yang dibutuhkan dalam rangka mendukung seluruh aktivitas lembaga sosial.

Sumber :
Dewi, Nurmala, 2009, Geografi Untuk SMA dan MA kelas XII, Jakarta, CV Epsilon Grup.