Pengertian Karangan Eksposisi, Ciri, & Contoh Karangan Eksposisi tentang Pendidikan

Pengertian Karangan Eksposisi, Ciri, & Contoh Karangan Eksposisi tentang Pendidikan – Bahasa Indonesia memiliki beberapa jenis karangan dan salah satunya adalah karangan eksposisi. Apakah yang dimaksud dengan karangan eksposisi ? dan Bagaimanakah contoh karangan eksposisi ? Nah, artikel kali ini khusus akan mengupas tuntas tentang masalah karangan eksposisi. Berikut ini adalah pembahasannya:

Pengertian Karangan Eksposisi

Karangan eksposisi adalah suatu karangan yang berisi informasi – informasi tentang suatu hal yang dijabarkan atau disampaikan sejelas – jelasnya kepada para pembaca. Karangan eksposisi ini dibuat dengan bertujuan untuk memberikan pembaca suatu informasi atau pengetahuan baru.

Karangan ekpsosisi disebut juga dengan karangan faktual. Hal ini dikarenakan karangan ini membahas hal – hal konkret yang berdasarkan penelitian dan percobaan ilmiah sehingga isi karangan ini bisa dipertanggung jawabkan kebenarannya.

Selain berdasarkan penelitian dan percobaan, karangan ini disertai atau didukung oleh data – data yang berupa fakta, contoh, pendapat pribadi, dan lain – lain sehingga informsai yang disampaikan kuat atau tidak lemah.

Singkatnya, karangan eksposisi ini adalah karangan yang berisi informasi untuk menambah pengetahuan para pembaca.

Baca Juga:  Contoh Karangan Eksposisi tentang Lingkungan

Ciri Karangan Eksposisi

Karangan eksposisi memiliki ciri – ciri sebagai berikut ini:

1. Mengandung informasi yang bersifat faktual
2. Didukung oleh data – data seperti contoh, fakta, table, dan lain – lain.
3. Hanya menyajikan informasi tanpa mempengaruhi pembaca untuk mempercayainya.

Contoh Karangan Eksposisi

Ketika membaca tulisan ini, tentunya Anda telah memahami pengertian dan ciri – ciri karangan eksposisi. Nah, berikut ini adalah contoh karangan eksposisi tentang pendidikan

Cara Menumbuhkan Semangat Belajar bagi Anak – anak

Setiap manusia sejatinya adalah seorang pembelajar. Manusia tidak pernah berhenti belajar sejak dilahirkan di dunia ini hingga ajal menjemputnya. Hal ini dikarenakan manusia akan terus berpikir menggunakan otaknya meskipun tanpa disadari. Namun, mengapa di dunia ini ada orang yang cerdas dan ada yang tidak cerdas. Kemudian mengapa setiap manusia memiliki tingkat kecerdasan yang berbeda – beda? Memang pada dasarnya manusia memiliki otak dengan ukuran yang sama tetapi yang membedakan adalah seberapa rajinkah mereka belajar. Anak – anak yang rajin belajar akan memiliki kecerdasan yang lebih dibandingkan dengan yang tidak.

Malasanya mereka dalam belajar disebabkan oleh beberapa faktor pendorong, seperti keluarga, lingkungan dan lain – lain. Lalu, bagaimanakah cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak – anak yang malas ini menjadi rajin belajar. Menurut seorang pakar pendidikan, Timothy Wibowo, ada beberapa cara yang bisa digunakan untuk membuat anak menjadi rajin dalam belajar. Berikut ini adalah cara – cara untuk membuat anak rajin belajar.

Baca Juga:  Penjelasan Jenis – Jenis Karangan Paling Lengkap

Cara yang pertama adalah ketika anak pulang sekolah, tanyakan kepada mereka hal – hal yang menyenangkan. Dengan begitu, mereka akan menceritakan hal – hal yang menyenangkan di sekolah sehinga secara tidak langsung membentuk mindset mereka bahwa sekolah itu tidaklah membosankan.

Selanjutnya, Ketika mereka sedang tidur, masukanlah sugesti positif bahwa belajar itu menyenangkan. Hal ini merupakan salah satu bentuk hypnosleep yang positif bagi anak – anak sehingga mereka akan menjadi semangat dalam belajar.

Kemudian, jelaskan tujuan dari belajar tersebut. Sesuaikanlah penjelasan itu dengan kesukaan mereka. Misalnya, dengan belajar perkalian, mereka dapat menghitung jumlah koleksi mainan mereka. Bisa juga dengan menjelaskan bahwa jika lancar berbahasa Jepang, maka mereka bisa menonton anime tanpa menggunakan subtitle, dan lain –lain. Hal ini bisa dilakukan agar mereka semangat dalam belajar.

Baca Juga:  Pengertian & 40 Contoh Kalimat Majas Metonomia

Selain itu, Mintalah guru untuk sering memuji mereka. Pujian – pujian yang tulus bisa memacu semangat mereka untuk belajar. Tujuan dari pujian – pujian ini adalah untuk meningkatkan rasa kepercayaan diri mereka dan apabila mereka sudah memiliki kepercayaan diri yang tinggi, maka mereka tidak malas lagi untuk belajar.

Cara yang terakhir adalah buatkan mereka catatan – catatan kecil yang berisi kata – kata penyemangat dan cita – cita mereka. Catatan – catatan tersebut bisa ditempelkan pada tempat – tempat yang sering mereka lihat, seperti kamar, lemari pakaian, dan lain – lain. Isi catatan – catatan tersebutlah yang menjadi penyemangat mereka setiap hari.

Sebenaranya, masih banyak cara yang bisa dilakukan untuk membuat anak semangat dalam belajar. Intinya, anak – anak perlu didorong dan dibantu untuk memiliki rasa percaya diri yang tinggi dan semangat dalam belajar. Jika anak sudah tidak malas lagi untuk belajar, maka mereka akan menjadi anak yang pandai.