Pengertian & Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Individu Serta Sosial

Pengertian & Karakteristik Manusia Sebagai Makhluk Individu Serta Sosial – Manusia adalah makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Esa, karena selain dilengkapi dengan bentuk yang sempurna, manusia pula dianugerahi akal dan pikiran yang membuatnya berbeda dengan makhluk – makhluk lainnya.

Karena memiliki akal dan pikiran tersebut manusia memiliki karakteristik yang berbeda satu sama lain, sehingga menyebabkan mereka memiliki sifat sebagai makhluk individu dan makhluk sosial. Apakah yang dimaksud dengan manusia sebagai makhluk individu dan makhluk sosial tersebut ? berikut ini adalah penjelasannya.

A. Manusia sebagai Makhluk Individu

Kata individu berasal dari bahasa latin, Individium yang berarti sesuatu yang tidak dapat dibagi – bagi atau satu kesatuan kecil yang terbatas. Hal ini menggambarkan manusia sebagai makhluk individu karena secara fisiologis manusia memiliki sifat bebas yang tidak memiliki ketergantugan organic dengan sesamannya. Dalam memenuhi hakikat individualitasnya, manusia akan selalu berusaha mengembangkan kemampuan – kemampuan pribadinya, seperti kemampuan bertahan hidup, berkomunikasi, dan lain sebagainya.

Manusia sebagai makhluk individu dibekali dengan akal, pikiran, dan emosi. Kemampuan tersebutlah yang membuat manusia menjadi makhluk monodualis, makhluk yang bertanggung jawab terhadap dirinya sendiri.

Baca Juga:  Pengertian Jaringan Penguat (Kolenkim & Sklerenkim) dan Fungsinya

Sebagai mahluk individu, manusia adalah salah satu mahluk ciptaan Tuhan yang memiliki unsur jasmani (raga) dan rohani (jiwa). Unsur – unsur tersebut tidak dapat dipisahkan dan menjadi pembentuk indvidu. Apabila unsur – unsur tersebut tidak menyatu lagi, maka seseorang tidak lagi dikatakan sebagai makhluk individu. Setiap manusia memiliki keunikan dan ciri khas tertentu, tidak ada manusia yang sama persis di dunia ini bahan orang – orang yang kembar identik pun memliki sifat yang berbeda – beda.

Manusia sebagai makhluk individu adalah perpaduan dari dua buah faktor, yaitu faktor fenotip dan genotip. Faktor genotip adalah faktor yang dibawa oleh manusia dari orang tuanya, atau disebut juga dengan faktor keturunan. Faktor ini dibawa oleh manusia sejak dia dilahirkan di bumi ini. Faktor ini mempengaruhi sifat fisik manusia seperti, warna kulit, tinggi badan, bentuk rambut, dan lain – lain, dan juga sifat psikis, seperti pendiam, aktif, dan lain – lain.

Baca Juga:  Contoh Dialog Bahasa Inggris 2 Orang Tentang Liburan

Sementara itu, faktor fenotip adalah faktor pembentuk individu yang berasal dari lingkungan. Tidak bisa dipungkiri lagi bahwa lingkungan bisa mempengaruhi karakter manusia. Meskipun sesungguhnya sikap dasar sudah terbentuk melalui faktor genotip, tetapi lingkunganlah yang menentukan apakah sifat – sifat tersebut dapat berkembang atau tidak. Kedua faktor tersebut saling berinterkasi dan membentuk karakteristik yang khas dari seorang individu yang disebut dengan kepribadian.

B. Manusia sebagai Makhluk Sosial

Meskipun memiliki tanggung jawab yang penuh terhadap dirinya sendiri, manusia juga membutuhkan orang lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Hal ini dilakukan dengan bersosialisasi atau bermasyarakat dengan manusia lainnya. Dorongan dari lahir memaksa mereka untuk selalu menampakan dirinya dalam berbagai bentuk di masyarakat, sehingga dengan sendirinya mereka akan berinteraksi dengan masyarakat.

Ciri manusia sebagai makhluk sosial adalah dengan adanya interaksi sosial dalam hubungannya dengan manusia lain. Secara garis besar, ada beberapa faktor personal yang mempengaruhi interaksi manusia dengan manusia lainnya, yaitu tekanan emosional, harga diri, dan isolasi sosial.

Baca Juga:  2 Contoh Riwayat Hidup dalam Bahasa Inggris

Tekanan emosional

Tekanan emosional yang tinggi membuat manusia bersimpati dan berempati dengan apa yang terjadi pada manusia lainnya, sehingga mendorong mereka untuk membantu manusia tersebut keluar dari permasalahannya ataupun ikut merasakannya.

Harga diri

Harga diri mendorong manusia untuk berinteraksi dengan orang lain. Ketika kondisi harga diri mereka rendah, maka mereka akan terpacu untuk melakukan hubungan dengan orang lain karena pada kondisi ini mereka membutuhkan dukungan atau kasih sayang dari orang lain untuk bangkit dari masalahnya.

Isolasi sosial

Isolasi sosial memaksa seseorang untuk bersoasialisasi dengan manusia lainnya yang memiliki pemikiran yang sepaham agar terbentuk interaksi sosial yang harmonis.
Berdasarkan pembahasan di atas, dapat disimpulkan bahwa ada beberapa alasan mengapa manusia disebut dengan makhluk sosial. Adapun alasan – alasannya adalah sebagai berikut :

1) Manusia patuh pada aturan yang berlaku.
2) Manusia memiliki kecendrungan untuk dinilai oleh orang lain.
3) Manusia harus memenuhi kebutuhan dalam berinteraksi dengan orang lain.
4) Manusia dapat mengembangkan potensinya apabila berada di tengah – tengah masyarakat.