Pengertian, Jenis, & Contoh Paragraf Induktif Lengkap

Pengertian, Jenis, & Contoh Paragraf Induktif Lengkap – Pada bahasan lalu kita telah belajar tentang paragraf, ciri-ciri paragraf, syarat paragraf yang baik dan secara khusus membahas tentang paragraf persuasi. Dalam artikel ini secara ekslusif kita akan memelajari pengertian dan contoh paragraf induktif.

Paragraf induktif adalah paragraf yang susunannya diawali dengan beberapa kalimat penjelas kemudian disimpulkan dengan kalimat umum. Paragraf induktif berpola khusus umum yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf.

Berdasarkan jenisnya paragraf Induktif dibagi menjadi 3 yakni :

1. Paragraf Induktif Generalisasi

Paragraf Induktif generalisasi adalah suatu pengembangan paragraf induktif yang berpola khusus umum yang sejumlah data fakta khususnya memiliki kesamaan yang mengacu pada sebuah kesimpulan geneeralisasi.

Contoh 1:

Aktivitas pedagang di pinggir jalan K.H. Mas Mansur dianggap mengganggu ketertiban lalu lintas. Banyak diantara mereka yang tenda, gerobak, dan dagangannya disita oleh satpol PP kota Bandar Lampung. Sisanya berhasil membawa kabur dagangan mereka. Mereka adalah pedagang, siomay, pecel lele, mie ayam, dan sebagian besarnya lagi pedagang batu akik yang mendirikan tenda-tenda di pinggir jalan. Aktivitas pedagang kaki lima ini menyebabkan kemacetan yang lumayan parah di kawasan Tanjung Karang Pusat.

Pada contoh di atas kalimat utama terletak pada kalimat terakhir yang memuat gagasan utama. Kalimat terakhir juga menggeneralisasikan kalimat-laimat khusus sebelumnya. Para pedagang yang terkena razia petugas satpol PP diantaranya pedagang siomay, pecel lele, dan lain-lain jika digeneralisasikan secara umum merupakan pedagang kaki lima.

Contoh 2 :

Kejadian semacam ini seringkali kita lihat baik di media maupun dikehidupan sehari-hari. Misalnya kejadian yang sering kita lihat di berita cetak maupun elektronik seoperti gratifikasi, suap, membuat laporan anggaran palsu untuk diselewengkan dananya dan lain-lain. Selanjutnya di kehidupan sehari-hari kita juga menyaksikan seorang polisi lalu lintas yang meminta uang ketika ada pengguna jalan yang melanggar, sebagian besar kantor pelayanan birokrasi yang meminta uang kepada masyarakat, dan sebagian besar urusan yang menggunakan uang sebagai pelicin untuk melancarkan urusan pribadi maupun golongan. Semua jenis kegiatan itu dapat dikategorikan sebagain tindakan korupsi, Jangan sampai aktifitas ini menjadi budaya dalam kehidupan kita sehari-hari.

Baca Juga:  Pengertian dan 25 Contoh Majas Personifikasi dalam Kalimat

Pada contoh di atas kalimat utama terletak pada kalimat terakhir yang memuat gagasan utama. Kalimat terakhir juga menggeneralisasikan kalimat-laimat penjelas sebelumnya. Kegiatan-kegiatan seperti suap, gratifikasi, dan lain-lain secara umum digeneralisasikan sebagai tindakan korupsi.

2. Paragraf Induktif Analogi

Paragraf Induktif Analogi adalah paragraf yang memiliki pola penyusunan paragraf yang bersifat membandingkan dua hal yang memiliki kemiripan sifat.

Contoh 1:

Batu yang ditetesi air terus menerus niscaya lama-kelamaan ia akan berlubang atau bahkan hancur. Hal ini dikarenakan kesungguhan air dalam upaya melubangi batu secara konsisten. Jika saja air berhenti pada tetesan ke 10 atau 20 tetes, tentu ia tidak akan mampu melubangi batu yang keras. Sesuatu yang ditekuni secara konsisten maka akan menghasilkan sesuatu yang luar biasa. Begitu pula dengan manusia, jika kita terus-menerus berusaha dan belajar serta diiringi dengan berdoa maka dapat dipastikan kita akan mengalami perubahan yang luar biasa. Hasil yang baik akan kita dapatkan seperti batu yang berlubang karena terus-menerus ditetesi air.

Baca Juga:  Bagian-Bagian Hidung dan Fungsinya Masing Masing

Pada contoh di atas kalimat utama terletak pada kalimat terakhir yang memuat gagasan utama. Kalimat terakhir merupakan hasil analogi dari kalimat-kalimat khusus sebelumnya. ”jika kita terus-menerus berusaha dan belajar serta diiringi dengan berdoa maka dapat dipastikan kita akan mengalami perubahan yang luar biasa. Hasil yang baik akan kita dapatkan seperti batu yang berlubang karena terus-menerus ditetesi air.”

Contoh 2 :

Jika kita hendak melakukan perjalanan yang panjang, tentunya kita perlu banyak melakukan persiapan. Misalnya perbekalan yang cukup, pakaian yang akan dipakai dalam perjalanan, dan kesiapan finansial. Selain itu persiapan fisik dan mental juga tak kalah pentingnya. Hal yang sama juga terjadi dalam hidup kita. Sejatinya kita sedang melakukan perjalanan dalam hidup ini. Pertanyaannya adalah, apakah kita memiliki bekal yang cukup untuk kehidupan setelah kematian? Apakah kita sudah mempersiapkan semua itu? Sebagaimana sebelum melakukan perjalanan, kita mesti banyak melakukan persiapan agar kita selamat sampai tujuan. Persiapan tersebut adalah ilmu yang memberikan kebermanfaatan dan sebanyak-banyaknya amalan sholeh. Semoga dengan itu semua, kita dapat menuju tempat tujuan dengan bekal yang cukup.

Pada contoh di atas kalimat utama terletak pada kalimat terakhir yang memuat gagasan utama. Kalimat terakhir merupakan hasil analogi dari kalimat-kalimat khusus sebelumnya. “Sebagaimana sebelum melakukan perjalanan, kita mesti banyak melakukan persiapan agar kita selamat sampai tujuan. Persiapan tersebut adalah ilmu yang memberikan kebermanfaatan dan sebanyak-banyaknya amalan sholeh. Semoga dengan itu semua, kita dapat menuju tempat tujuan dengan bekal yang cukup.”

Baca Juga:  Proses Pencernaan Makanan Pada Mulut

3. Paragraf Induktif Hubungan Kausal

Paragraf Induktif Hubungan Kausal adalah paragraf yang memiliki pola penyusunan paragraf yang menggunakan beberapa fakta hubungan sebab-akibat.

Contoh :

Saat ini banyak sekali kebakaran hutan yang terjadi di Indonesia. Banyak yang berasumsi bahwa kebakaran ini adalah ulah manusia. Dengan kata lain, kasus ini bukanlah kebakaran melainkan pembakaran. Hal ini diperkuat dengan adanya bukti-bukti yang menyatakan bahwa lahan hutan yang habis terbakar diubah menjadi area pemukiman dan perkebunan komersil. Hal ini tentu akan berdampak pada kelestarian hewan-hewan yang ada di hutan. Karena hutan merupakan habitat utama dari satwa liar dan dilindungi. Bukan tidak mungkin karena ulah manusialah, satwa langka yang dilindungi akan punah kareana tidak adanya hutan sebagai habitat asli mereka.

Pada contoh di atas kalimat utama terletak pada kalimat terakhir yang memuat gagasan utama. Kalimat terakhir menjelaskan tentang akibat dari kalimat penjelas sebelum kalimat utama. “Bukan tidak mungkin karena ulah manusialah, satwa langka yang dilindungi akan punah kareana tidak adanya hutan sebagai habitat asli mereka.”

Ulasan di atas merupakan pembelajaran tentang paragraf induktif beserta contohnya. Hal-hal yang perlu dipahami tentang paragraf induktif adalah pola pada paragraf ini bersifar khusus umum dan memiliki gagasan utama di akhir kalimat. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!

Sumber :

Panduan Belajar Kelas 12 SMA IPA /IPS 2007, Primagama, Yogyakarta
http://www.uklis.net/2013/11/pengertian-dan-contoh-paragraf-induktif.html?m=1