Pengertian, Fungsi Jaringan Epitel, dan Macam-Macam Jaringan Epitel

Pengertian, Fungsi Jaringan Epitel, dan Macam-Macam Jaringan Epitel – Banyak perbedaan yang ditemukan antara hewan dan tumbuhan. Salah satunya ialah bentuk sel. Sel hewan hanya dibatasi oleh membran sel yang elastis sementara sel tumbuhan memiliki dindinng sel yang lebih kaku. Perbedaan ini tentu akan menyebabkan perbedaan – perbedaan lainnya, seperti fungsi perlindungan.

Keduanya memiliki sekelompok sel yang membatasi dengan lingkungan luar, hanya saja pada hewan memiliki struktur yang lebih komplek untuk memaksimalkan fungsi perlindungan. Jaringan epitel (epitelium) pada hewan merupakan sekelompok sel yang bertugas dalam fungsi ini. Jaringan ini berfungsi melindungi jaringan yang ada dibawahnya. Terdapat pada sisi terluar organ atau tubuh hewan. Berikut uraian lengkap mengenai jaringan epitelium pada hewan yang membedakannya dengan tumbuhan.

Pengertian Jaringan Epitel

Jaringan epitel merupakan sekumpulan sel yang tersusun rapat, memiliki bentuk yang homogen, dan terletak paling luar atau dalam pada suatu organ yang membatasi tubuh / organ dengan lingkungan. Jaringan epitel berkembang dari ketiga lapisan embrional (ekroderm, mesoderm, dan endoderm) pada masa gastrulasi. Sehingga sel – sel epitel dapat ditemukan terletak pada sisi paling luar yang berkembang dari ektoderm disebut dengan epidermis, mesotelium adalah epitelium yang terletak di bagian tengan suatu organ berkembang dari lapisan mesoderm, serta endotelium adalah epitel yang berkembang dari lapisan endoderm.

Sel – sel epitelium saling bertautan erat, tersusun sangat rapat. Hal ini berkaitan dengan fungsi epitelium, yakni sebagai pelindung tubuh atau organ dari kerusakan mekanik, infeksi patogen, serta kehilangan cairan. Jaringan epitelium dapat terdiri atas selapis atau berlapis, hal ini didasarkan letak dan fungsiyang dimainkannya. Pada kulit luar tubuh, jaringan epitel terdiri atas berlapis sel. Sel –sel epitel saling menempel satu sama lain sama kuatnya dengan membran dasar yang lengket. Para ahli mengemukakan bahwa membran basal ini berkaitan dengan fungsi metabolisme sel dan transfer zat. Ciri –ciri sel – sel penyusun jaringan epitel yaitu:

Baca Juga:  Organ Penyusun Sistem Peredaran Darah Manusia Beserta Fungsinya

1. Bentuk bervariasi dan homogen

Jaringan epitel yang menyusun hewan memiliki berntuk yang bervariasi pada tiap organ yang disusunnya. Hal ini berkaitan dengan fungsi yang dimainkan jaringan epitel pada organ tersebut. Namun demikian, jaringan epitel yang menyusun suatu organ umumnya memiliki bentuk yang homogen.

2. Susunan sel rapat

Berkaitan dengan fungsinya, yakni sebagai pelindung dan juga pembatas, jaringan epitel memiliki sel – sel yang tersusun rapat yang dihubungkan oleh junction (kait) yang erat antar selnya.

3. Gaya adhesi antar selnya sangat kuat

Gaya adhesi ialah gaya tarik menarik antar sel – sel epitel. dengan gaya adhesi yang kuat, sel –sel epitelium memiliki susunan yang rapat yang kuat.

4. Menempel pada membran basal

Membran basal merupakan selapis sel epitel dengan substansi dasar yang lengket dan padat. sel – sel jaringan epitel menempel pada selapis membran basar pada dasar susunan sel epitel. membran basal memberikan fondasi yang menguatkan struktur epitel agar tidak berubah. selain itu, sel – sel menran basal berfungsi membentuk sel –sel epitel yang baru, meregenerasi sel – sel epitel yang mengelupas.

5. Selapis atau berlapis

Jaringan epitel dapat terdiri atas selapis atau berlapis sel, hal ini sesuai dimana letak jaringan epitel itu berada. Umunya sel – sel epitel yang teletak di dalam tersusun atas selapis sel, sementara pada epitel luar seperti kulit tersusun atas berlapis-lapis sel untuk memaksimalkan fungsi perlindungan.

6. Mengadakan spesialisasi pada permukaan sel

Sel-sel epitel dapat mengadakan spesialisasi pada permukaan atas selnya. Spesialisai ini disesuaikan dengan fungsi epitel tersebut. Adapun spesialisasi yang terdapat pada sel – sel epitel antara lain dapat berupa:

a. Lapisan keratin, yaitu lapisan yang terdapat pada epitel penyusun kulit. Lapisan tanduk yang melindungi tubuh dari kehilangan air serta infeksi patogen. Sel- sel epitel yang berkeratin menjadi sel kulit mati. Beberapa spesies memiliki lapisan zat tanduk yang tebal pada beberapa tempat, seperti tanduk, karapak kura-kura/penyu, cula, dan lainnya. Sementara pada manusia lapisan keratin tipis menyebabkan sel tersebut secara periodik mengelupas dan digantikan sel-sel baru.
b. Silia, disebut juga rambut sel. Banyak terdapat epitel penyusun saluran pernapasan dan tabung oviduk.
c. Stereosilia, hampir serupa dengan silia hanya saja ukurannya lebih halus,
d. Mikrovili, terdapat banyak pada usus halus (ileum). Merupakan pelekukan-pelekukan epidermis yang berfungsi peluasan penyerapan nutrisi.

Baca Juga:  Definisi & Fungsi Trakea Sebagai Alat Pernapasan

Fungsi Jaringan Epitel

Sel epitel atau disebut juga kulit berfungsi sebagai :

1. Pelindung

Jaringan epitel merupakan jaringan terletak paling luar atau paling dalam (khusus jaringan epitel yang terletak paling dalam pada suatu organ disebut endotel), mirip dengan epidermis pada tumbuhan. jaringan epitelmerupakan pelindung tingka pertama pada tubuh hewan dalam melawan patogen yang mencoba untuk menyusup masuk. selain itu jaringan epitel yang terletak diluar berfungsi sebagai pelindung jaringan yang ada dibawahnya dari kerusakan mekanik atau kehilangan air.

2. Sekresi / ekskresi

Sekresi adalah proses mengeluarkan zat yang masih digunakan oleh tubuh. Sementara ekskresi ialah proses mengeluarkan senyawa / zat hasil metabolisme yang tidak dibutuhkan oleh tubuh. Jaringan epitel dapat berubah menjadi sel – sel kenjar yang menjalankan fungsi sekresi (kelenjar sekresi) atau kelenjar ekskresi. Contoh sebagai kelenjar sekresi, sel – sel epitel mengeluarkan hormon, enzim, air liur, minyak, atau air mata. Sementara sebagai kelenjar ekskresi sel –sel epitel mengeluarkan kelebihan garam dalam bentuk keringat. Sel – sel epitel memiliki bentuk yang berbeda berdasarkan fungsi yang dimilikinya.

3. Transfer zat

Sel – sel epitel sebagai pembatas juga memerankan fungsi sebagai tempat pertukaran zat. Umumnya fungsi ini terjadi pada organ yang tersusun atas selapis sel misal pada alveolus atau glomerulus ginjal. Pertukaran zat yang pada sel – sel epitel ini terjadi secara difusi. Yaitu mekanisme transfer zat dari konsentrasi yang lebih tinggi ke area (wilayah) yang konsentrasi zatnya lebih rendah.

Baca Juga:  Pengertian, Fungsi Jaringan Saraf, dan Ciri-Ciri Jaringan Saraf

4. Menyerap zat

Sel – sel epitel penyusun usus halus ileum memiliki bentuk seperti tabung (silinder) dan memiliki mikrovili berfungsi dalam penyerapan senyawa sari – sari makanan yang telah dicerna melalui sistem pencernaan.

Macam-Macam Jaringan Epitel

Telah disebutkan pada uraian sebelumnya bahwa jaringan epitel memiliki banyak bentuk berdasarkan letak dan fungsinya. Penggolongan sel – sel epitel ini didasarkan atau bentuk dan jumlah lapisan selnya, macam- macam sel epitel antara lain:

1. Epitel pipih (squamosa)

Memiliki bentuk memipih contoh terdapat pada kulit. Epitel pipih dibedakan lagi berdasarkan jumlah lapisannya:

a. Epitel pipih selapis contoh pada pembuluh darah, alveolus. Berfungsi sebagai pertukaran zat.
b. Epitel pipih berlapis contoh pada kulit permukaan tubuh hewan fungsi sebagai pelindung dari kerusakan mekanik,infeksi patogen, dan penguapan air.

2. Epitel kubus (kuboidal)

Jenis epitel ini banyak menyusun kelenjar. Bentuknya menyerupai kubus, berfungsi berkaitan dengan sekresi zat, seperti pada kelenjar endokrin.

3. Epitel silinder (kolumnar)

Bentuk seperti batang yang memanjang ke atas. Berfungsi dalam penyerapan atau sekresi. Bentuk epitel silinder ada yang berlapis, ada juga yang berlapis semu bersilia seperti pada saluran pernapasan.

4. Epitel transisional

Adalah bentuk sel epitel yang terdapat pada kantung urin. Memiliki sifat yang dapat meregang untuk dapat menampung urin. Saat kantung urin kosong bentuknya kuboidal, namun ketika penuh dengan air urin bentuknya menjadi kolumnar. Oleh karena itu mengalami perubahan bentuk (transisi) dari kuboidal dan kolumnar.