Pengertian, Fungsi, dan Ciri Pembuluh Nadi pada Sistem Peredaran Darah

Pengertian, Fungsi, dan Ciri Pembuluh Nadi pada Sistem Peredaran Darah – Sistem peredaran darah pada manusia merupakan sistem peredaran darah tertutup. Hal ini dikarenakan darah senantiasa beredar di dalam pembuluh darah. Hal ini dapat digambarkan dengan pipa – pipa penyaluran pada sistem aliran rumah, pipa diibaratkan sebagai pembuluh darah dalam sistem sirkulasi. Peran pembuluh darah sangat penting dalam sistem sirkulasi, dengan pembuluh darah ini maka cairan darah tidak tercampur dengan cairan tubuh.

Pembuluh darah dibedakan menjadi dua macam berdasarkan alirannya, pembuluh nadi yang membawa darah keluar jantung dan pembuluh vena yang membawa darah kembali ke jantung. berdasarkan hal tersebut maka karakteristik dan struktur kedua jenis pembuluh darah tersebut berbeda satu sama lain. Pada artikel ini akan diuraikan terlebih dahulu mengenai pembuluh darah nadi atau disebut juga dengan arteri.

PENGERTIAN PEMBULUH DARAH NADI

Pembuluh darah nadi atau pembuluh arteri merupakan pembuluh darah yang membwa darah keluar dari jantung. Pembuluh darah ini berperan membawa darah dan senyawa yang ada di dalamnya menuju sel – sel target. Karena pembuluh darah ini membawa darahyang langsung dipompa oleh jantung, maka pembuluh darah nadi atau arteri akan menerima tekanan jantung secara langsung. Dengan demikian, struktur pembuluh nadi akan berbeda dengan pembuluh darah balik.

Baca Juga:  Penjelasan & Contoh Artikel Bahasa Indonesia yang Baik dan Benar

FUNGSI PEMBULUH DARAH NADI

Seperti yang telah diuraikan di atas, bahwa pembuluh darah nadi atau arteri berperan membawa darah keluar dari jantung. Dalam hal ini pembuluh darah berfungsi dalam menghantarkan:

1. Membawa darah yang kaya akan karbondioksida dari bilik kanan jantung menuju paru – paru untuk pertukaran udara
2. Membawa darah yang kaya akan oksigen dan sari – sari makanan dari bilik kiri jantung menuju sel – sel di seluruh tubuh
3. Menjaga tekanan darah tetap konsisten meski terjadi perubahan tekanan akibat kontraksi jantung.

CIRI – CIRI PEMBULUH DARAH NADI

Untuk menjalankan fungsinya dengan baik, maka pembuluh darah nadi memiliki ciri yang berbeda dengan pembuluh darah balik, yaitu:

1. Dinding tebal, elastis, dan kuat

Arteri atau nadi memiliki struktur yang lebih tebal, elastik, dan kuat dibanding dengan pembuluh balik (vena). Dengan struktur yang demikian, maka arteri mampu menahan tekanan yang berasal dari jantung ketika memompakan darah. Hal ini tentu sangat penting dalam menjaga tekanan darah tetap konsisten. Bayangkan jika arteri tidak memiliki karakter yang demikian, maka setiap kali jantung memompakan darah kita akan mengalami kenaikan tekanan darah yang sangat berbahaya bagi tubuh.

Baca Juga:  Pengertian, Fungsi Jaringan Epitel, dan Macam-Macam Jaringan Epitel

Pada keadaan normal, nadi akan meredam kenaikan tekanan darah ketika jantung berkontraksi. Namun, berbeda hal pada penderita hipertensi yang mengalami penyempitan pembuluh darah akibat suatu senyawa tertentu (lemak atau kalsium) sehingga membuat tekanan pada pembuluh darah nadi meningkat.

2. Memiliki katup dekat jantung

Berbeda dengan pembuluh balik, pembuluh arteri hanya memiliki satu katup dekat jantung yang berfungsi untuk mencegah kembalinya alirah darah ke jantung. Sementara itu, sepanjang pembuluh arteri tidak terdapat katup. Hal ini karena aliran darah pada arteri senantiasa terdorong oleh tekanan jantung, sehingga kemungkinan aliran balik sangatlah kecil atau tidak ada.

3. Letak lebih ke dalam

Jika kita melihat sepintas pada tubuh, urat – urat pembuluh darah nadi tak akan nampak dari luar. Hal ini karena letak pembuluh nadi lebih kedalam dibanding vena.

4. Denyut terasa

Meski pembuluh darah nadi tak nampak dari luar, namun kita dapat merasakan denyutnya pada titik – titik tertentu, seperti pergelangan tangan dan leher. Denyut yang dimiliki oleh pembuluh nadi ini merupakan efek dari denyut jantung. Hal ini karena arteri menerima darah secara langsung dari jantung. Denyut yang dimiliki arteri dapat dijadikan indikator untuk mengukur kondisi seseorang.

Baca Juga:  Soal Biologi Kelas 11 Tentang Sistem Gerak pada Manusia dan Hewan Vertebrata

5. Ketika terluka, darah akan memancar

Karena aliran nadi mengikuti dorongan dari jantung, maka ketika pembuluh ini terpotong atau terluka darah akan memancar keluar. Itulah mengapa memotong urat nadi dapat menjadi salah satu penyebab kematian seseorang. Darah yang dipompa jantung akan keluar, sehingga korban akan mengalami kondisi kekurangan darah.

6. Dibedakan berdasarkan ukuran

Pembuluh nadi memiliki ukuran yang bervariasi hal ini berdasarkan letak dan urutan yang akan dilaluinya, yaitu:

a. Aorta, merupakan pembuluh nadi yang diameternya paling besar. Selain itu, pembuluh darah ini merupakan pembuluh nadi yang terletak di dekat jantung tepatnya bagian yang menerima darah dari bilik kiri.
b. Arteri, pembuluh nadi ini berukuran sedang. Terdapat di antara jaringan pada tubuh.
c. Arteriola, merupakan pembuluh nadi dengan diameter paling kecil. Pembuluh nadi ini yang menghantarkan darah ke sel – sel di dalam tubuh. Dinding sangat tipis, hanya terdiri atas selapis sel epidermis berfungsi untuk pertukaran zat.