Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri Jaringan Epidermis, dan Gambarnya

Pengertian, Fungsi, Ciri-Ciri Jaringan Epidermis, dan Gambarnya – Epidermis merupakan jaringan dewasa yang berkembang dari meristem. Sel –sel homogen penyusun meristem berkembang sedemikian rupa membentuk sel – sel yang heterogen penyusun jaringan dewasa. Keberadaan epidermis sangat penting bagi tumbuhan hal ini karena jaringan epidermis memegang peranan utama sebagai pelindung bagian tumbuhan lainnya. Bagaimana pembentukan epidermis dan fungsi yang dimiliki oleh epidermis, akan diuraikan secara lengkap dalam artikel ini.

Pengertian Jaringan Epidermis

Epidermis merupakan jaringan yang terletak paling luar pada semua organ tumbuhan: mulai dari akar, batang, daun, bunga, dan buah. Jaringan ini berasal dari perkembangan sel –sel protoderm, hasil diferensiasi sel meristem primer. Terletak pada sisi paling luar menyebabkan jaringan ini memegang beberapa fungsi, diantaranya sebagai pelindung jaringan yang ada di bawahnya; sekresi getah; dan pintu masuk atau keluarnya zat tertentu ke atau menuju tumbuhan.

Fungsi Jaringan Epidermis

Jaringan dewasa dikelompokkan berdasarkan fungsi khusus yang dimiliki. Fungsi yang dimiliki oleh jaringan epidermis antara lain:

1. Pelindung

Epidermis disebut juga jaringan pelindung hal ini sesuai dengan fungsi utama yang dimiliki oleh jaringan epidermis, melindungi bagian tumbuhan yang ada di bawah jaringan epidermis dari ancaman gangguan mekanik, patogen, atau kehilangan air dan nutrisi lainnya. Pada kelompok tumbuhan yang hidup didaerah kering dan panas, laju penguapan amatlah tinggi. Oleh karena itu tumbuhan pada habitat tersebut memiliki pelindung ekstra yang membentuk seperti lapisan lilin, untuk menghalangi terjadinya kehilangan air.

Baca Juga:  Pengertian Puasa Ramadhan dan Ketentuan Akhir Serta Awal Ramadhan

2. Sekresi getah

Pada beberapa tumbuhan seperti pada insektivora (tumbuhan pemakan serangga) bagian epidermisnya berfungsi menghasilkan getah yanng mengandung enzim pencerna serangga yang terjerat. Epidermis yang menghasilkan sekret getah mengalami modifikasi menjadi rambut –rambut halus.

3. Pertukaran zat

Karena letaknya paling luar, tentu epidermis menjadi pintu utama pembatas antara bagian dalam tumbuhan dengan lingkungan. Pertukaran zat seperti gas oksigen – karbondioksida, masuknya air dan zat hara di akar, keluarnya uap air dari dari, akan melalui pintu epidermis dengan berbagai bentuk modifikasi yang disesuaikan terhadap letak organnya. Epidermis pada akar mengalami modifikasi membentuk rambut –rambut akar guna memperluas penyerapan air dan zat hara.

4. Fotosintesis

Pada tumbuhan tingkat tinggi (Gymnospermae dan Angiospermae), epidermis merupakan bukan tempat utama berlangsungnya proses sintesis glukosa (fotosintesis). Namun pada Tumbuhan paku (pterydophyta) proses fotosintesi berlangsung di dalam jaringan ini, oleh karenanya pada sel – sel epidermis tumbuhan paku memiliki klorofil. Pada tumbuhan tingkat tinggi, fotosintesis dapat berlangsung pada jaringan epidermis yang terjadi di sel – sel penjaga stomata. Hanya saja intensitas fotosintesisnya sangat kecil, mengingat jumlah klorofil pada sel penjaga stomata tidak sebanyak yang dimiliki oleh jaringan palisade dan spons.

Baca Juga:  Pengertian, Sifat, & Hakikat Sosiologi

Gambar Jaringan Epidermis

Jaringan Epidermis, Sumber: Wikipedia.org

Ciri – Ciri Jaringan Epidermis

Adapun ciri –ciri jaringan epidermis yang membedakan dengan jaringan lain yaitu:

1. Tersusun atas selapis sel dan rapat

Sel – sel penyusun jaringan epidermis memiliki bentuk yanng homogen namun pada tiap tumbuhan bentuknya sangat bervariasi. Jaringan epidermis hanya disusun atas selapis sel yang saling berhimpit, sehingga tidak terdapat ruang antar sel. Namun Pada beberapa tumbuhan sel protoderm mengalami pembelahan secara periklinal (sejajar dengan permukaan) sehingga terbentuk beberapa lapis sel epidermis ke arah dalam tumbuhan. Susunan sel yang rapat ini masih terkait dengan fungsinya sebagai pelindung.

2. Dinding sel bagian luar mengalami penebalan

Pada beberapa tumbuhan, dinding sel bagian luar penyusun jaringan epidermis mengalami penebalan di organ tertentu. Misalnya lapisan kutikula pada daun atau batang yang merupakan hasil penebalan dinding luar. Lapisan kutin memiliki struktur seperti zat lilin yang berfungsi mencegah agar tumbuhan tidak kehilangan air. Penebalan dinding sel bagian luar hanya terjadi di organ – organ tertentu pada tumbuhan tertentu, seperti pada organ daun dan batang yang terpapar langsung dengan cahaya matahari.

Baca Juga:  Pengertian & Berbagai Gejala Vulkanisme

3. Tidak berklorofil

Umumnya sel – sel epidermis tidak memiliki kloroplas (plastida penyimpan klorofil). Hanya saja pada sel epidermis tumbuhan paku, tumbuhan air, dan tumbuhan yang hidup di tempat lembab jaringan epidermis memiliki sejumlah kloroplas untuk menjalankan fungsi fotosintesis. Selain itu, pada sel penjaga stomata yang merupakan modifikasi epidermis juga memiliki organel serupa yakni kloroplas.

4. Mengalami modifikasi

Sel – sel epidermis dapat mengalami modifikasi menjadi bentuk lain guna mendukung fungsinya. Yang termasuk modifikasi (derivat) dari epidermis yaitu:

a. Stomata (mulut daun)

Merupakan modifikasi dari epidermis bagian bawah pada organ daun. Berfungsi sebagai pertukaran gas oksigen dan karbondioksida, dan uap air.

b. Lenti sel

Serupa dengan stomata, lentisel merupakan hasil modifikasi dari epidermis batang.

c. Trikomata (rambut )
Terdapat pada daun atau batang tumbuhan. Berfungsi sebagai pelindung dari penguapan, dan sekresi getah.

d. Sel kipas atau Bulliform

Berfungsi sebagai penyimpan air pada tumbuhan Poaceae. Terbentuk dari peleburan beberapa sel epidermis sehingga selnya berukuran lebih besar dibanding sel epidermis.