Pengertian dan Proses Respirasi Anaerob

Pengertian dan Proses Respirasi Anaerob – Pada artikel sebelumnya kita telah membahas mengenai apa itu respirasi. Respirasi merupakan reaksi kimia yanng bertujuan untuk menghasilkan energi. Berdasarkan penggunaan oksigennya, respirasi dibedakan mejadi respirasi aerob yaitu respirasi yang meliatkan oksigen dan respirasi anerob yaitu respirasi yang tidak melibatkan oksigen. Pada artikel sebelumnya telah dibahas mengenai respirasi aerob. Pada artikel ini akan dibahas mengenai respirasi anaerob, sehingga kita dapat mengetahuiapa berbedaannya.

PENGERTIAN RESPIRASI ANAEROB

Respirasi adalah jalur katabolik senyawa kimia kompleks untuk menghasilkan seumlah energi. Dalam reaksi ini akan melibatkan sejumlah akseptor elektron yang akan menerima aliran elektron. Respirasi aerob merupakan reaksi respirasi yang akseptor elektronnya bukan oksigen. Lantas apa perbedaannya dengan respirasi aerob dan fermentasi?

Dalam respirasi aerob, oksigen berperan sebagai aksertop eleketron terakhir yang akan dibebaskan dalam bentuk molekul air (H2O). Pada reaksi respirasi aerob pula, akan terjadi rantai transfer elektron di dalam membran mitokondria. Sementara pada fermentasi, merupakan jalur respirasi aerob yang menggunakan senyawa organik sebagai akseptor elektron terakhir dan bukan menggunakan oksigen.

Baca Juga:  Pengertian dan 21 Contoh Kalimat Deskripsi

Respirasi aerob berlangsung pada kelompok prokariotik. Anaerob obligat merupakan kelompok organisme anaerob sejati. Kelompok organisme ini tidak tolerant terhadap oksigen. Dengan demikian, kelompok anaerob obligat banyak ditemukan pada habtat yang miskin oksigen , seperti rawa, lumpur, dasar perairan, lava gunung, dan lainnya.

REAKSI RESPIRASI ANAEROB

Jalur respirasi anaerob memiliki banyak versi pada tahapan reaksinya. Namun, pada dasarnya ialah respirasi anaerob mengawali reaksinya dengan melakukan glikolisis yang terjadi di disitoplasma. Reaksi perombakan glukosa ini berlangsung dengan sepuluh tahapan yang sama persis dengan respirasi aerob. Hasil akhir dari reaksi glikolisis adalah 2 ATP dan senyawa organik lain berupa asam piruvat. Pada jalur fermentasi, asam piruvat akan dioksidasi menjadi senyawa organik lain. Yang tetap berlangsung di sitoplasma.

Sementara itu, organisme anaerob obligat adalah prokariotik yang tidak memiliki organel mitokondria sebagai organel penghasil energi. Reaksi respirasi anaerob akan berlanjut keika asam piruvat diarahkan untuk memasuki mesosom yaitu lipatan membran sel yang dimodifikasi sebagai tempat respirasi. Dengan demikian, reaksi respirasi anaerob memiliki kemiripan dengan respirasi aerob. Di dalam mesosom ini juga terdapat protein membran yang berperan dalam rantai transfer elektron.

Baca Juga:  Pengertian Kromosom, Struktur, Fungsi, dan Tipe

Respirasi anaerob menggunakan senyawa kimia lain selain oksigen sebagai akseptor elektron terakhir. Dalam reaksi anaerob, nitrit, sulfur, sulfat, nitrat, karbondiokside, asam asetat, fumarat, atau senyawa organik lainnya digunakan sebagai penerima elektron terakhir dalam reaksinya. Organisme anaerob obligat dapat dikatakan juga sebagai kemoheterotrofik.

Jalur respirasi anaerob merupakan sebuah bentuk dariadaptasi terhadap lingkungan yang miskin oksigen. Kelompok prokariotik (bakteri) memanfaatkan senyawa organik lain yang terdapat pada habitatnya yang miskin oksigen sebagai penerima aliran elektron terakhir. Senyawa – senyawa yang digunakan sebagai akseptor elektron terakhir lebih murah dibanding menggunakan oksigen. Artinya penggunaan senyawa tersebut lebih sedikit membutuhkan energi dibanding penggunaan oksigen sebagai akseptor. Hal ini tentu memberikan dampak posistif (banyak keuntungan) bagi organisme di dalamnya.

PERAN RESPIRASI ANAEROB DI ALAM

Bakteri – baktero anaerob obligat memerankan peran ekologi yang penting dalam berbagai siklus biogeokimia. Beberapa siklus senyawa kimia seperti siklus nitrogen, sulfur, karbon, terjadi dengan reaksi anaerob yang berlangsung pada kelompok organisme anaerob obligat.

Baca Juga:  Contoh Karangan Persuasi Tentang Sampah dan Lingkungan Hidup

Siklus nitrogen melibatkan bakteri – bakteri pengikat dan pengurai nitrogen. Senyawa nitrogen di alam terdapat bebas dalam bentuk molekul N2 yang mana hanya kelompok bakteri pengikat nitrogen bebas seperti Rhizobium yang mampu mengikat nitrogen bebas dari udara membentuk nitrogen organik ammoniak. Senyawa nitrogen sangat dibutuhkan oleh tubuh, karena merupakan penyusun utama senyawa protein yang vital bagi tubuh.

Pengubahan senyawa nitrogen terus dibantu oleh kelompok bakteri nigrogeneous. Sementara denitrifikasi adalah salah satu reaksi pembebasan senyawa nitrogen organik menjadi nitrogen bebas ke alam. Keseluruhan reaksi pengikatan dan penguraian nitrogen ini berlangsung secara anaerob. Begitu juga dengan reaksi pengikatan dan penguraian senyawa sulfur, karbon, dan phosphor. Dengan demikian, respirasi anaerob memiliki peranan penting bagi keseimbangan senyawa kimia di alam.