Pengertian Dan Fungsi Jaringan Darah pada Tubuh

Pengertian Dan Fungsi Jaringan Darah pada Tubuh – Darah yang mengalir dalam pembuluh darah sepanjang tubuh membawa nutrisi serta limbah metabolisme dari tubuh. Berfungsi sebagai pengangkutan, fungsi yang amat penting dalam menjaga kelangsungan metabolisme di dalam sel. Darah menyusun sistem sirkulasi bersama jantung. Darah merupakan jenis lain dari jaringan ikat. Darah merupakan tergolong dalam jaringan ikat khusus, yakni memiliki fungsi khusus. Berikut uraian lengkap mengenai jaringan darah.

Pengertian Jaringan Darah

Jaringan darah merupakan jaringan ikat dengan fungsi khusus. Hal ini dikarenakan fungsi dan struktur yang dimilikinya berbeda dengan jaringan ikat pada umunya. Namun demikian, jaringan darah berasal dari sel yang sama dengan jaringan ikat lainnya, yakni berasal dari sel – sel mesenkim (mesoderm). Seperti jaringan ikat lainnya, jaringan darah tersusun atas sel dan juga substansi dasar. Sel penyusun jaringan darah dibedakan menjadi tiga jenis, sementara substansi jaringan darah merupakan cairan yang disebut dengan plasma darah. Berikut uraian ciri – ciri sel dan substansi dasar penyusun jaringan darah:

1. Sel

Sel penyusun jaringan darah dibedakan menjadi dua, berdasarkan struktur yang dimilikinya:

a. Sel darah merah (eritrosit)

Pada semua hewan vertebrata dan beberapa invertebrata sel darah merah berfungsi mengangkut gas oksigen dan karbondioksida. Pada manusia jumlah sel darah merah permilimeter kubiknya ialah sekitar 5 – 6 juta sel. Dalam melaksanakan fungsinya, eritrosit didukung dengan struktur selnya yang:

Baca Juga:  Pengertian, Struktur, & Fungsi Jaringan Tulang Sejati (Lengkap)

– Berbentuk cekung (bikonkaf)

Eritrosit mamalia umumnya kehilangan inti. Hal ini menyebabkan bentuk sel darah merah memipih dibagian tengahnya (cekung) sehingga terlihat bentuk bikonkaf jika dilihat dari sisi samping. Selain kehilangan inti, sel darah merah pun tidak memiliki mitokondria yaitu organel yang berfungsi sebagai penghasil energi melalui jalur respirasi. Dengan demikian eritrosit tidak memiliki kemampuan untuk meregenarsi selnya (reproduksi) jika sel – sel darah sudah tua. Regenerasi sel darah merah dilakukan oleh sel –sel sumsum tulang pada manusia dewasa. Selain itu, dengan ketiadaan mitokondria, jalur penghasilan energi yang digunakan oleh sel darah merah ialah melalui respirasi anaerob (tanpa oksigen). Justru ini sangat menguntungkan bagi hewan, karena eritrosit berfungsi mengangkut oksigen dengan jalur respirasi anaerob meyebabkan oksigen yang diangkutnya tidak digunakan untuk respirasi sel eritrosit itu sendiri. Suatu adaptasi pemaksimaln pengangkutan oksigen.

– Berdiameter sangat kecil

Dengan ukurannya yang sangat kecil (pada manusia berdiameter sekitar 12 mikrometer) membuat luas permukaan sel darah merah pada pembuluh darah semakin besar. Dengan demikian, jumlah oksigen yang akan diangkut akan lebih banyak.

Baca Juga:  Pengertian dan Fungsi Jaringan Lemak pada Tubuh

– Berpigmen

Pada hewan vertebrata, eritrosit mengandung pigmen haemoglobin yang berwarna merah (mengandung zat besi (Fe)). Pigmen haemoglobin inilah yang akan mengikat oksigen yang akan diangkut oleh eritrosit untuk diedarkan ke seluruh tubuh. Avinitas haemoglobin terhadap karbonmonoksida jauh lebih kuat dibanding dengan oksigen. Oleh karena itu jika pada suatu daerah yang berpolusi karbonmonoksida darah akan mengangkut zat tersebut yang merupakan racun mematikan bagi sel.

b. Sel darah putih (leukosit)

Sementara sel kedua yang menyusun jaringan darah tidak memiliki pigmen, sehingga terlihat berwarna putih. Sel darah putih berfungsi berkaitan dengan sistem pertahanan tubuh hewan. Adapun ciri dari leukosit ialah:

– Bentuk cenderung bulat
– Memiliki inti sel dan mitokondria
– Dapat menembus antar jaringan

Diapedesis merupakan kemampuan yang hanya dimiliki oleh leukosit. Sel –sel leuokosit akan menembus antar jaringan untuk “berpatroli”.

2. Fragmen sel / keping darah (trombosit)

Keping darah merupakan bukan sel. Keping darah terbentuk dari pecahan pembentukkannya sel – sel darah. Sehingga keping darah pun tidak memiliki inti sel. Keping darah berfungsi penting dlam proses pembekuan darah ketika terluka. Pada kasus hemofili yaitu kelainan dimana protein pembekuan darah di trombosit tidak terbentuk yang merupakan kelainan genetik (bersifat menurun).

Baca Juga:  Definisi & Fungsi Trakea Sebagai Alat Pernapasan

3. Substansi dasar (Plasma darah)

Plasma darah merupakan substansi dasar pada jaringan darah yang 90% nya tersusun atas air, sementara sisanya ialah zat – zat terlarut seperti garam, ion, dan lainnya. Plasma darah berfungsi mengangkut sari – sari makanan yang telah dicerna di sistem pencernaan, mengangkut hormon, enzim, sel – sel darah, senyawa bikarbonat, urea, dan limbah metabolisme.

Fungsi Jaringan Darah

Sebelumnya telah disebutkan mengenai fungsi jaringan darah, antara lain:

1. Pengangkutan

jaringan darah yang menyusun sistem pengangkutan pada tubuh hewan berfungsi mengangkut zat-zat penting maupun limbah metabolisme dari tubuh hewan. zat – zat tersebut antara lain: nutrisi, hormon, protein, garam, ion, urea, karbondioksida, oksigen, dan lain-lain.

2. Kekebalan tubuh

Sel – sel darah putih yang menyusun jaringan darah memiliki fungsi penting sebagai pertahanan tubuh hewan melawan patogen. Sel – sel leukosit akan memakan atau mengeluarkan antibodi untuk melawan patogen yang berhasil masuk ke dalam tubuh.

3. Pembekuan darah

Di dalam plasma darah terdapat protein yang akan merangsang trombosit ketika pembuluh darah terluka. Mekanisme menutup pembuluh darah ini dilakukan untuk mencegah kehilangan darah daam jumlah yang banyak.