Pengertian dan Contoh Ekosistem Alami (Ekosistem Darat & Perairan)

Pengertian dan Contoh Ekosistem Alami (Ekosistem Darat & Perairan) – Ekosistem merupakan interaksi yang terjadi antara komponen bitok dengan komponen abiotik. Interaksi inilah yang menyebabkan kehidupan dapat terjadi, artinya kehidupan ini “hidup” karena masing – masing komponen saling berinteraksi untuk melengkapi kebutuhan hidupnya. Komposisi komponen abiotik sangat beragam, perbedaan ini akan menyebabkan keragaman komponen biotik yang ada di dalamnya. Dengan demikian akan ditemukan bermacam – macam ekosistem yang ada di permukaan bumi. Menurut pembentukannya ekosistem dibedakan menjadi:

– Ekosistem alami: merupakan ekosistem yang terbentuk dengan sendirinya. Artinya ekositem ini terbentuk akibat hasil dari interaksi antar komponen abiotik dan komponen biotik, tanpa ikut campur tangan manusia.

– Ekosistem buatan: merupakan ekosistem yang dibuat dengan campur tangan manusia. Meski demikian, alam tidak dapat dikendalikan oleh manusia. (untuk pembahasan lebih lanjut baca artikel mengenai ekosistem buatan di blog ini).

Ekosistem alami yang terbentuk di muka bumi sangt beragam. Perubahan yang terjadi pada komponen abiotik dapat mempengaruhi komponen lainnya. Keseimbangan antara komponen abiotik dan biotik sangat diperlukan untuk menjaga kelestarian suatu ekosistem termasuk komponen yang ada di dalamnya. Kerusakan habitat yang disebabkan oleh alam ataupun tangan manusia dapat merusak keseimbangan yang telah terbentuk. ekosistem alami dapat dibedakan menjadi:

a. Ekosistem darat (terestrial)

Luasnya daratan yang terbentang di muka bumi pun menyebabkan terdapat beragam ekosistem yang terbentuk. Tiap ekosistem di bumi memiliki ciri khas oleh karenanya disebut dengan istilah bioma. Adapun macam bioma daratan yang terbentuk di bumi ialah:

1. Bioma tundra

Merupakan bioma yang terdapat di daerah kutub. Bioma ini memiliki suhu yang sangat dingin dan angin yang sangat kencang. Kondisi demikian membuat bioma ini disebut juga dengan istilah permafrost yaitu tanah bagian bawah yang membeku secara permanen. Bioma tundra memiliki curah hujan yang sangat sedikit namun dengan kondisi angin yang sangat kencang tadi air tidak dapat menembus pada bagian permafrost. Kondisi yang sangat dingin ini membuat tumbuhan – tumbuhan kau ditemukan di daerah ini. Bioma tundra didominasi oleh vegetasi luut dan juga lumut kerak (lichenes). Adapun hewan – hewan yang hidup di daerah ini adalah hewan yang memiliki simpanan panas dalam bentuk lemak atau kulit yang tebal. Seperti beruang kutub, serigala, terwelu, dan burung migran.

Baca Juga:  Pengertian dan Fungsi Hormon Sitokinin, Asam Absisat, & Gas Etilen pada Tumbuhan

2. Bioma gurun

Bioma ini merupakan bioma paling kering di antara bioma daratan yang ada di bumi. Curah hujan pada bioma gurun ialah kurang dari 30cm per tahun. Selain itu, gurun memiliki suhu yang sangat ekstrem, panas pada siang hari dan dingin pada malam hari. Suhu digurun dapat mencapai 60° celcius saat siang hari. Tanah di gurun umumnya ialah berbatu atau pasir dengan kelembapan yang sangat rendah. Dengan kondidi abiotik yang demikian, maka bioma ini hanya dihuni oleh komponen abiotik yang mampu melakukan penyesuaian. Kaktus ialah tumbuhan yang paling umum ditemukan pada bioma gurun. Sebuah adaptasi evolusioner yang dilakukan oleh komponen biotik untuk menyesuaikan dengan kondisi lingkungannya. Sepertikaktus yang mampu menyimpan air dengan struktur batang yang dilapisi kutikula yang tebal untuk mencegah terjadinya penguapan, selain itu tumbuhan gurun memiliki daun yang kecil atau berubah menjadi duri. Adaptasi pun di lakuakan oleh hewan – hewan penghuni gurun diantaranya ialah kemampuan untuk menyimpan air seperti pada unta atau mengandalkan pemecahan zat makananya untuk mendapatkan air. Sehingga, hewan – hewan gurun meski kondisinya kering (air sangat sedikit) tetap mampu bertahan hidup.

3. Bioma taiga

Merupakan bioma yang didominasi oleh vegetasi tumbuhan pinus, cemara (konifer) oleh karena itu disebut juga hutan konifer. Bioma ini memiliki udara yang hangat dan lembap akibat pengaruh udara pantai yang ada di sekelilingnya. Curah hujan yang diterima oleh bioma taiga ialah 100cm pertahun. Bioma taiga terdapat di daerah beriklim sedang seperti pada amerika utara. Hewan – hewan yang hidup di bioma ini antara lain beruang, serigala, dan lain –lain. Jika kamu pernah menonton serial masha nad the bear maka seperti itulah gambaran bioma taiga.

Baca Juga:  Pengertian dan Contoh Adaptasi Morfologi pada Hewan Serta Tumbuhan

4. Bioma sabana dan stepa

Bioma sabana dan stepa keduanya memiliki ciri yang hampir mirip. Perbedaan terletak pada komposisi tumbuhan yang terdapat pada kedua bioma tersebut. Bioma sabana merupakan padang rumbut dengan beberapa pepohonan, sementara pada bioma stepa hanya didominasi oleh padang rumput tanpa terdapat pepohonan (semak belukar). Bioma ini memiliki curah hujan antara 90 – 150cm pertahun. Hewan – hewan yang ditemui pada bioma ini yaitu, cheetah, kuda, zebra, jerapah, singa, seperti yang ditemukan pada sebagian daratan afrika. Jika di indonesia, bioma ini terdapat di bagian Nusa Tengggara Timur yang dihuni oleh anoa, kuda.

5. Bioma hutan hujan tropis

Merupakan bioma yang paling kaya akan keragaman hayati. Bioma ini terletak di garis khatulistiwa yang menyebabkan bioma ini memiliki iklim tropis seperti di indonesia. Bioma ini paling banyak menerima curah hujan yakni sekitar 200cm per tahun. Suhu pada bioma ini sekitar 25 – 30 derajat celcius, merupakan suhu yang optimum bagi sebagian besar organisme. Oleh karena itu, banyak tumbuhan, jamur, dan hewan yang ditemukan pada bioma ini.

6. Bioma hutan gugur

Merupakan bioma yang terdapat di daratan sebagian Eropa, Amerika, dan Asia Timur. Bioma ini memiliki iklim sedang dengan curah hujan cukup tinggi. Saat musim dingin hewan – hewan yang ada di bioma ini akan melakukan hibernasi yaitu masa dormasi yang sebelum masa itu tiba, hewan – hewan akan sangat aktif makan sebagai bahan hibernasi. Adapun tumbuhan memiliki ciri khas akan menggugurkan daun saat musim kemarau datang.

Baca Juga:  Pembagian Benua Asia Berdasarkan Struktur dan Hubungan Bangsa

b. Ekosistem perairan (aquatik)

seperti halnya pada ekosistem darat, ekosistem perairan terbentuk pun karena interaksi komponen abiotik dengan komponen biotik. perbedaan pencahayan, kedalaman, dan lainnya menyebabkan keragaman ekosistem perairan dimuka bumi. adapun macam ekosistem perairan dibumi meliputi:

1. Ekosistem air tawar

Ekosistem ini memiliki ciri suhu relatif merata, iklim sangat dipengaruhi oleh iklim daratan. Pencahayaan relatif merata, kadar garam rendah. Dengan kondisi abiotik yang demikian ekosistem ini dihuni oleh biota laut yang tidak toleran terhadap kadar garam yang tinggi. Wilayah ekosistem air tawar dibedakan menjadi:

• Litoral, yaitu daerah dangkal (dekat dengan pesisir). Daerah ini merupakan daerah yang terpapar cahaya sampai ke pangkal perairan, oleh karena itu, daerah ini terdapat banyak fitoplankton.
• Limnetik, merupakan daerah yang terkena sedikit cahaya.
• Profundal, dasar perairan yang tidak tembus oleh cahaya matahari.

2. Ekosistem air laut

Berbeda dengan ekosistem air tawar, ekosistem air laut memiliki daerah yang lebih luas dan dalam. Selain itu, kadar garam pada ekosistem ini cukup tinggi. Adapun daerah pada ekosistem air laut dibedakan menjadi:

• Litoral yaitu daerah laut yang berbatasan dengan daratan
• Neritik daerah laut yang memiliki kedalaman sampai 200m. Pada daerah ini paparan cahaya dapat menembus sampai batas wilayah, sehingga terdapat banyak alga atau produsen lainnya dan ikan – ikan pemakan alga.
• Batial adalah daerah laut dengan kedalaman 200 – 2000m. Daerah ini merupakan daerah remang – remang. Karena cahaya tidak dapat menembus total daerah ini.
• Abisal adalah wilayah laut dalam. Wilayah ini gelap dan dingin, di wilayah ini banyak ditemukan predator dan tidak ada produsen.