Pengertian dan Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial (Lengkap)

Pengertian dan Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial (Lengkap) – Manusia adalah makhluk sosial yang tidak dapat hidup sendiri. Dengan kata lain, manusia selalu berinterksi dengan manusia lainnya. Namun, apakah yang dimaksud dengan interaksi sosial tersebut?

Menurut John Lewis Gillin, Interaksi sosial adalah hubungan-hubungan sosial yang dinamis, menyangkut hubungan – hubungan antara individu atau antar kelompok. Sementara itu, Booner menyatakan bahwa interakasi sosial adalah suatu hubungan antara dua atau lebih individu, dimana kelakuan – kelakukan individu tersebut mempengaruhi individu lain atau sebaliknya.

Jadi, Interaksi sosial itu adalah sebuah hubungan timbal balik antara dua individu atau lebih yang masing – masing memiliki peran aktif dan saling mempengaruhi di dalamnya.

Bentuk – Bentuk Interaksi Sosial

Hubungan yang terjadi antar Individu sepanjang waktu melahirkan beberapa bentuk interaksi. Bentuk interaksi yang beraneka ragam tersebut terjadi karena kehidupan sosial yang bervariasi, misalnya, sebagian manusai hidup dengan damai, dan sebagian lainnya tidak. Oleh karena itu, secara garis besar lahir dua bentuk interaksi sosial, di antaranya adalah Asosiatif, yaitu interaksi sosial yang mengarah pada bentuk penyatuan Disosiatif, yaitu Interaksi sosial yang mengarah pada bentuk pemisahan.

1. Proses Asosiatif

Bentuk interaksi sosial asosiatif adalah interaksi sosial yang melahirkan kerja sama. Adapun bentuk – bentuk interaksi sosial asosiatif di anataranya adalah sebagai berikut:

A. Kerja sama

Baca Juga:  Penjelasan Sifat Tercela: Dendam dan Munafik

Adalah suatu bentuk interaksi sosial di mana ada usaha yang dilakukan bersama-sama antara indiviu atau kelompok untuk mencapai suatu tujuan bersama. Bentuk interaksi ini timbul karena adanya kesamaan kepentingan, atau tujuan, dan pandangan anatar individu di dalamnya.

Ada beberapa bentuk kerja sama di dalam masyarakat, di antaranya adalah :

Bargaining

Bargaining adalah bentuk kerja sama dalam perjanjian mengenai pertukaran barang-barang atau jasa antara individu maupun kelompok.

Cooptation

Cooptation atau kooptasi meruapakan sebuah proses masuk dan diterimanya unsur-unsur baru dalam sebuah kelompok atao organisasi, untuk menjaga stabilitas organisasi tersebut.

Coalition

Coalition atau koalisi adalah sebuah bentuk kerja sama yang dilakukan oleh dua buah organisasi atau lebih demi kepentingan bersama.

Join venture

Join venture atau disebut dengan usaha patungan adalah bentuk kerja sama yang tujuannya untuk menghasilkan keuntungan. Kerja sama ini dilakukan dengan perusahaan tertentu.

B. Akomodasi (Accomodation)

Akomodasi adalah suatu bentuk interaksi sosial yang dilakukan untuk mengurangi ketegangan – ketegangan yang terjadi anatar individu atau kelompok.

Ada beberapa bentuk – bentuk akomodasi, di antaranya adalah sebagai berikut :

Toleransi

Toleransi adalah suatu sikap yang diambil utuk menghindari suatu perselisihan.

Kompromi

Kompromi adalah interaksi sosial di mana terjadi sikap saling pengertian antar pihak, sehingga terjadi sebuah penyelesaian terhadap sebuah perselisihan. Kompromi sering disebut juga dengan perundingan.

Coercion

Koersi adalah suatu bentuk akomodasi, di mana proses pelaksanaannya dilakukan dengan cara paksaan. Bentuk coersi ini terjadi apabila satu pihak memiliki posisi yang lebih kuat.

Baca Juga:  Pengertian Sistem Sirkulasi Darah terbuka dan Penjelasannya

Arbitration

Arbitation disebut juga dengan mediasi, yaitu suatu bentuk interaksi di mana pelaksanaannya menggunakan pihak ketiga yang memiliki kedudukan lebih tinggi di antara kedua belah pihak yang saling bertentangan.

Concilation

Concilation adalah suatu usaha yang dilakukan untuk mempertengahkan suatu permasalahan dan mengambil sebuah keputusan bersama.

Ajudication

Aujudication adalah sebuah bentuk penyelesaian perkara yang dilakukan melalui pengadilan. Cara ini bisanya dilakukan apabila tidak terjadi kesepakatan dalam perundingan.

Stalemate

Stalemate adalah sebuah bentuk akomodasi seperti balance of power (politik keseimbangan) di mana kedua belah pihak yang saling berselisih sama – sama mengurangi kekuatan mereka.

Segregasi

Segregasi yaitu sebuah upaya yang dilakukan dengan cara saling menghindar untuk mengurangi ketegangan.

Gencatan senjata

Gencatan senjata adalah sebuah pertentangan dalam jangka waktu yang telah ditentukan untuk mencari penyelesaian konflik tersebut.

C. Akulturasi

Akulturasi adalah sebuah proses yang terjadi di mana suatu kelompok manusia dihadapakan dengan unsur – unsur kebudayaan asing. Seiring berjalannya waktu, unsur – unsur tersebut akan diterima dan menjadi budaya mereka.

D. Asimilasi

Asimilasi adalah sebuah bentuk interaksi sosial yang terjadi untuk mengurangi suatu perbedaan yang terjadi di antara beberapa individul atau kelompok, dengan kata lain asimilasi adalah usaha untuk menyamakan sikap, mental, dan tindakan agar tercapainya sebuah tujuan bersama. Contoh dari bentuk asimilasi adalah pembauran antara etnis Tionghoa dengan masyarakat pribumi.

Baca Juga:  Jenis & Daftar Kata Benda dalam Bahasa Indonesia

2. Proses Disosiatif

Disosiatif adalah sebuah proses interaksi sosial yang mengarah kepada suatu perpecahan. Ada beberapa bentuk interaksi sosial disosiatif yang terjadi di masyarakat. Adapun jenis – jensi disosiatif adalah sebagai berikut:

a. Persaingan (competition)

Persaingan merupakan sebuah bentuk sosial di mana adanya proses kompetisi atau persaingan antara individu atau kelompok. Meskipun adanya persaingan, bentuk sosial ini tidak menggunakan ancaman atau kekerasan untuk mengejar suatu kemenangan.

Contoh bentuk interaksi sosial ini adalah persaingan antar siswa untuk memperebutkan peringkat pertama di dalam kelas.

b. Kontravensi (contravention)

Kontravensi adalah bentuk proses disosatif di antara persaingan dan konflik. Ada 5 macam bentuk kontravensi, di antaranya adalah: Kontravensi yang bersifat umum, seperti penolakan, keengganan, gangguan, pengacauan, dan kekerasan. Kontravensi yang bersifat sederhana, seperti memaki-maki, menyangkal, mencerca, dan memfitnah. Kontravensi yang bersifat intensif, seperti penghasutan, penyebaran isu, dan mengecewakan. Kontravensi yang bersifat rahasia, seperti membongkar rahasia lain dan berkhianat. Kontravensi yang bersifat taktis, seperti intimidasi, provokasi, dan mengganggu pihak lawan.

c. Konflik

Konflik adalah suatu bentuk proses sosial di mana adanya sebuah pertentangan anatara individu atau kelompok yang diwarnai dengan ancaman dan kekerasan.