Pengertian dan 10 Contoh Majas Alegori

Pengertian dan 10 Contoh Majas Alegori – Majas atau gaya bahasa merupakan penggunaan ragam kekayaan bahasa untuk memperoleh efek tertentu yang mampu membuat sebuah karya sastra menjadi semakin hidup. Dalam menyatakan pikiran dan perasaan pengarang menyampaikannya melalui karakteristik bahasa yang khas baik secara lisan maupun tertulis.

Majas alegori merupakan gaya bahasa yang mengungkapkan sebuah pernyataan dengan menggunakan perumpamaan atau kiasan yang tidak menjelaskan maksud secara harfiah atau makna sebenarnya. Biasanya majas alegori menggunakan gaya bahasa yang merujuk pada retorika. Menurut KBBI, alegori adalah cerita yang dipakai sebagai lambang (ibarat atau kias) peri kehidupan manusia yang sebenarnya untuk mendidik (terutama moral) atau menerangkan sesuatu (gagasan, cita-cita, atau nilai kehidupan, seperti kebijakan, kesetiaan, dan kejujuran).

Berikut contoh kalimat yang mengandung majas alegori:

Contoh:

1. Lidah manusia bagaikan belati yang tajam. Jika tidak dijaga dengan baik, maka belati itu akan dengan mudah menyakiti dan melukai semua yang ada disekitarnya. Namun jika ia dipergunakan dengan tepat, ia bisa menjadi pelindung yang kuat serta senjata yang ampuh.
2. Hidup bagaikan meniti sebuah perjalanan panjang. Berkelok-kelok, terkadang lurus, dan penuh dengan rintangan. Pada akhirnya kita akan berhenti pada satu titik tujuan.Tujuan hidup manusia sangat beragam, namun yang pasti manusia akan berhenti pada satu titik perhentian yang sama, yakni kematian.
3. Belajar di waktu kecil bagaikan memahat pada batu yang akan menjadikannya karya seni nan indah. Belajar di waktu tua bagaikan memahat di atas air yang mustahil akan mendapatkan hasil yang baik. Kesempatan yang baik untuk belajar adalah ketika masih muda, jika sudah tua potensi untuk belajar akan semakin berkurang karena faktor usia yang tidak memungkinkan untuk belajar.

Baca Juga:  Pengertian dan Bentuk-Bentuk Interaksi Sosial (Lengkap)


4. Seorang istri ibarat gelas kaca yang berdebu, jika tidak dibersihkan ia akan tetap berdebu atau semakin kotor. Namun jangan terlalu keras membersihkannya, karena sangat berpotensi mengalami retak atau bahkan hancur. Bimbinglah ia namun jangan terlalu keras padanya.
5. Seorang bayi yang baru lahir bagaikan cerminan mata air yang masih suci. Bergantung siapa yang akan memakainya dan akan menjadi seperti apa ia. Apakah tetap menjadi bening ataukah menjadi keruh. Maka jagalah ia agar tetap menjadi air yang jernih nan suci.
6. Shalat 5 waktu merupakan tiang agama bagi setiap muslim. Barangsiapa yang meninggalkan salah satunya maka agamanya tidak akan tertopang dengan baik atau malah roboh karenanya. Maka dari itu jagalah shalat 5 waktu agar agama tetap berada pada tiang yang kokok.
7. Kenikmatan dunia bagaikan fatamorgana, yang jika dilihat dari kejauhan penuh dengan kenikmatan. Namun ketika didekati, hanyalah sebuah keindahan semu. Kenikmatan sesungguhnya adalah di kampung akhirat yakni surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya.
8. Seorang anak bagaikan aset bagi orang tuanya. Jika ia dididik dengan benar, maka keberuntungan akan menyertai orang tuanya. Namun jika tidak dididik dengan benar, maka akan merugilag orang tuanya.
9. Pemuda bagaikan tunas pada induk pohonnya. Suatu saat ia akan menggantikan induk nya untuk menopang dahan dan dedaunan serta tumbuh tinggi menantai badai. Begitulah pemuda, suatu saat mereka akan menggantika para generasi tua untuk melanjutkan perjuangan dan mengabdikan diri kepada bangsa, negara, dan agama.
10. Ilmu ibarat sebuah parang, semakin diasah maka akan semakin tajam ia. Semakin diberdayakannya keilmuan seseorang, maka semakin mahir dan dalam pandailah ia.

Baca Juga:  33 Contoh Kalimat Intransitif, Ciri, & Definisi