Pengertian & Contoh Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan serta Hewan

Pengertian & Contoh Adaptasi Fisiologi pada Tumbuhan serta Hewan – Adaptasi merupakan suatu kemampuan yang dilakukan oleh organisme untuk menyesuaikan diri dengan lingkungannya. Perubahan – perubahan alam yang terjadi seiring dengan perkembangan kehidupan di bumi turut menyebabkan perubahan pada tempat tinggal makhluk hidup (baca: habitat). Dengan demikian, penyesuaian – penyesuaian akan dilakukan oleh makhluk hidup agar kehidupannya dapat terus berjalan. Bentuk adaptasi yang dilakukan oleh organisme sangat beragam, salah satunya ialah adaptasi fisiologi yang akan diuraikan dalam artikel ini.

ADAPTASI FISIOLOGI

Fisiologi berasal dari bahasa yunani yang berarti fungsi kerja organ atau alat tubuh. Adaptasi fisiologi berarti penyesuaian kerja organ tubuh terhadap kondisi lingkungan dimana makhluk hidup hidup. Penyesuaian terhadap kerja organ ini merupakan hasil evolusi makhluk hidup yang berlangsung berpuluh – puluh tahun sebelumnya.

ADAPTASI FISIOLOGI PADA HEWAN

Berikut contoh adaptasi pada hewan:

1. Herbivora

Kelompok herbivora mendapatkan nutrisi dari tumbuhan untuk memenuhi kebutuhannya. Sementara itu, karakteristik sel tumbuhan ialah dilindungi oleh dinding sel yang tersusun atas senyawa selulosa yang kaku. Hewan pada umumnya tidak memiliki enzim selulosa sehingga pada kelompok herbivora atau pemakan tumbuhan akan melakukan simbiosis mutualisme dengan mikroorganisme selulolitik untuk menghasilkan enzim yang membantu memecah selulosa pada sel tumbuhan sehingga ketika dinding selnya berhasil hancur maka herbivora dapat mengambil nutrisi dalam tumbuhan tersebut.

Baca Juga:  Pengertian dan Klasifikasi Struktur Sosial

2. Ikan

Habitat ikan adalah air tawar atau air laut. Kadar garam pada air tawar lebih rendah dibanding dengan air laut. Dengan demikian tingkat kepekatan air laut aka lebih tinggi dibanding dengan air tawar. Hal ini tentu akan berpengaruh terhadap kehidupan ikan di dalamnya. Garam mineral sangat dibutuhkan oleh tubuh untuk menjaga metabolisme tetap seimbang. Dengan demikian untuk dapat bertahan hidup maka adaptasi yang dilakukan oleh:

– Ikan air tawar akan sedikit minum dan banyak mengeluarkan urin yang encer. Hal ini karena ikan air tawar lebih hipertonik, maka air akan berosmosis melalui kulit. Dengan demikian, ikan air tawar akan sedikit minum karena banyak air yang telah masuk melalui kulit. Sementara itu kadar garam di air tawar sangat sedikit sehingga ikan air tawar akan membuang hanya sedikit garam dan banyak air melalui urin.
– Bertolak belakang dengan ikan air tawar, kadar garam yang melimpah di air laut justru membuat ikan air laut dehidrasi. Sehingga adaptasi fisiologi pada ikan air laut ialah dengan banyak minum dan sedikit mengeluarkan urin yang mengandung banyak garam (pekat).
– Ikan tertentu mampu hidup pada air yang kadar oksigennya rendah (berlumpur) seperti lele, gabus dan lainnya. Ikan – ikan jenis ini memiliki kemampuan untuk menyimpan oksigen dalam labirin atau gelembung udara yaitu alat yang berfungsi menyimpan oksigen pernapasan. Sehingga ikan – ikan ini mampu bertahan hidup di air beroksigen rendah.

Baca Juga:  Pengertian Penelitian, Ciri Penelitian, dan Objek Penelitian

3. Hewan tempat kering (trenggiling; unta)

Hewan – hewan yang hidup di tempat kering seperti gurun akan mengalami beberapa masalah salah satunya yaitu kesediaan air yang terbatas. Dengan kondisi demikian, maka hewan – hewan tersebut melakukan adaptasi fisiologi yaitu dengan mendapatkan air dari hasil metabolisme makanan yang diperolehnya. Dengan demikian mereka tetap dapat memperoleh air untuk mencukupi kebutuhan hidup. Hewan – hewan tersebut antara lain trenggiling. Sementara itu, unta memiliki kemampuan untuk memetabolisme lemak tubuh menjadi air dan energi. Air ini akan disimpan dalam punuknya (kantung air).

4. Rayap

Sama seperti herbivora, rayap merupakan serangga pemakan tumbuhan. Namun bagian yang dimakan oleh rayap ialah pada batang kayunya. Rayap melakukan simbiosis mutualisme dengan flagellata selulolitik agar mampu menguraikan senyawa yang terkandung dalam tumbuhan.

Baca Juga:  Pengertian, Fungsi Pranata Agama, dan Contohnya
ADAPTASI FISIOLOGI PADA TUMBUHAN

1. Insektivora

Kelompok insektivora yaitu tumbuhan pemakan serangga (Venus, kantung semar, dll) menghasilkan sekret yang lengket pada bagian kantungnya. Sekret ini berfungsi sebagai penjerat dan pegurai serangga yang terperangkap dalam kantung tersebut. Ketika ada serangga yang masuk pada bagian kantungnya, maka dengan cepat bagian kantung akan menutup (seperti halnya pada putri malu ketika disentuh akan menutup). Dan serangga akan terperangkap di dalam kantung dan secara perlahan akan mati, sementara insektivora akan mendapatkan nitrogen dari penguraian serangga tersebut.

2. Madu – Nektar

Pada kelompok angiospermae tertentu memiliki bunga yang menghasilkan nektar yang berfungsi untuk menarik serangga ataupun burung agar mendekat. Hal ii bertujuan dalam proses pembuahan. Ciri tumbuhan yang menghasilkan nektar ialah memiliki mahkota bunga, seperti mawar, melati, dan lain – lain.

3. Alelopati

Alelopati merupakan senyawa kimia yang menghambat pertumbuhan tumbuhan lain. Beberapa tumbuhan pengganggu seperti rumput teki, ilalang memiliki senyawa ini. Senyawa ini merupakan bentuk pertahanan suatu tumbuhan terhadap wilayahnya. Tumbuhan – tumbuhan yang menghasilkan senyawa ini akan mengeluarkannya di sekitar nya, dengan demikian tumbuhan lain akan sulit tumbuh di sekitar tumbuhan yang mengeluarkan senyawa ini.