Pengertian, Ciri, & Contoh Kalimat Penjelas

Pengertian, Ciri, & Contoh Kalimat Penjelas – Di dalam sebuah paragraf atau teks ada dua buah jenis kalimat, yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas. Pada artikel sebelumnya kita telah membahas kalimat utama. Nah, artike kali ini akan membahsa kalimat penjelas.

Apakah yang dimaksud dengan kalimat penjelas ? Kalimat penjelas adalah kalimat-kalimat yang bersifat khusus dan berfungsi untuk mengembangkan gagasan utama pada sebuah paragraf. Ada beberapa kalimat penjelas di dalam sebuah paragraf yang mendukung gagasan utama paragraf tersebut.

Untuk mendukung kalimat utama tersebut, kalimat penjelas biasanya berupa contoh, data, uraian penjelasan dari kalimat utama. Oleh karena itu, semakin banyak suatu kalimat penjelas di dalam sebuah paragraf, maka semakin kuat gagasan utama paragraf tersebut, sehingga paragraf tersebut semakin baik.

Perhatikanlah contoh paragraf di bawah ini.

Manusia sangat membutuhkan manusia lainnya. Hal ini dikarenakan manusia tidak bisa hidup sendiri. Hampir semua aspek kehidupan di dunia ini tidak ada yang bisa dilakukan oleh manusia sendiri contohnya adalah makan. Kita tidak bisa memenuhi kehidupan kita yang satu ini tanpa bantua orang lain. Kita membutuhkan orang lain untuk menanam padi, sayuran sehingga kita bisa memakannya. Bahkan ketika kita mati pun kita masih membutuhkan orang lain untuk memandikan dan mengebumikan jenazah kita.

Kalimat utama pada paragraf di atas adalah:

Manusia sangat membutuhkan manusia lainnya.

Kalimat utama pada paragraf di atas dikembangkan dengan uraian-uraian pendukung yang merupakan kalimat penjelas. Berikur ini adalah kalimat-kalimat penjelas dari paragraf di atas.

Baca Juga:  Contoh Cerpen Anak Sekolah Tentang Persahabatan di SMP

Kalimat penjelas:

1. Hal ini dikarenakan manusia tidak bisa hidup sendiri.
2. Hampir semua aspek kehidupan di dunia ini tidak ada yang bisa dilakukan oleh manusia sendiri contohnya adalah makan.
3. Kita tidak bisa memenuhi kehidupan kita yang satu ini tanpa bantua orang lain.
4. Kita membutuhkan orang lain untuk menanam padi, dan sayuran sehingga kita bisa memakannya.
5. Bahkan ketika kita mati pun kita masih membutuhkan orang lain untuk memandikan dan mengebumikan jenazah kita.

Kalimat-kalimat yang saling berhubungan tersebut membentuk satu kesatuan paragraf yang padu.

Ciri-ciri Kalimat Penjelas

Dari contoh di atas dapat kita simpulkan bahwa kalimat penjelas memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Kalimat penjelas bersifat khsusus.
2. Kalimat penjelas diletakkan setelah atau sebelum kalimat utama.
3. Kalimat penjelas isinya berupa uraian-uraian pendukung berupa contoh, data, fakta, dan opini.
4. Kalimat penjelas tidak bisa berdiri sendiri. Dengan kata lain, maknanya menjadi tidak jelas jika dipisahkan menjadi satu kalimat utuh tanpa kalimat utama atau kalimat penjelas laimnya.

Contoh-Contoh Kalimat Penjelas

Paragraf 1

Musim kemarau sangat merugikan petani. Semua sumber air menghilang sehingga sumur, sungai bahkan danau mengering. Selain itu, tanah di sekitar persawahan juga menjadi pecah-pecah. Bahkan keadaan tanah menjadi keras seperti batu, sehingga tanah kehilangan unsur haranya. Keadaan itu membuat tanaman di sekitarnya, seperti pada mengering dan mati. Akibatnya petani mengalami kerugian yang sangat banyak akibat gagal panen.

Baca Juga:  Contoh Kalimat Deduktif, Ciri-Ciri, & Definisi Lengkap

Kalimat utama:

Musim kemarau sangat merugikan petani

Kalimat penjelas:

1. Semua sumber air menghilang sehingga sumur, sungai bahkan danau mengering.
2. Selain itu, tanah di sekitar persawahan juga menjadi pecah-pecah.
3. Bahkan keadaan tanah menjadi keras seperti batu, sehingga tanah kehilangan unsure haranya.
4. Keadaan itu tanaman di sekitarnya seperti pada mengering dan mati.
5. Akibatnya petani mengalami kerugian yang sangat banyak akibat gagal panen.

Paragaf di atas memiliki kalimat utama di awal paragraf dan diikuti kalimat-kalimat penjelas setelahnya sehingga paragraf ini merupakan paragraf deduktif.

Paragraf 2

Kandungan lemak pada buah alpukat sangatlah banyak. Namun, lemak yang dikandungnya merupakan lemak baik tidak seperti lemak-lemak jahat yang ada pada makanan lainnya. Hal ini membuat buah alpukat bisa dijadikan buah untuk pensuplai cadangan energi yang baik. Selain kandungan lemaknya yang cukup tinggi, bauh alpukat memiliki serat yang sangat banyak sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk tercerna oleh lambung kita. Hal tersebut membuat kita merasa kenyang dalam waktu yang lama. Oleh karena itu, buah alpukat adalah buah yang sehat dan tepat untuk dijadikan makanan untuk diet.

Kalimat utama:

Oleh karena itu, buah alpukat adalah buah yang sehat untuk dijadikan makanan untuk diet.

Baca Juga:  Definisi, Ciri, & Contoh Kalimat Induktif

Kalimat penjelas:

1. Kandungan lemak pada buah alpukat sangatlah banyak.
2. Namun, lemak yang dikandungnya merupakan lemak baik tidak seperti lemak-lemak jahat yang ada pada makanan lainnya.
3. Hal ini membuat buah alpukat bisa dijadikan buah untuk pensuplai cadangan energi yang baik.
4. Selain kandungan lemaknya yang cukup tinggi, bauh alpukat memiliki serat yang sangat banyak sehingga membutuhkan waktu yang lama untuk tercerna oleh lambung kita.
5. Hal tersebut membuat kita merasa kenyang dalam waktu yang lama.

Kalimat utama yang terletak sesudah kalimat penjelas seperti paragraf di atas menandakan paragraf tersebut adalah paragrag deduktif.

Paragraf 3

Berolahraga membuat tubuh menjadi sehat. Dengan rutin berolahrag tubuh kita akan menjadi aktif bergerak sehingga melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh. Akibatnya, Tubuh mendapatkan asupan energi yang sangat banyak untuk menopang aktivitas kita sehari-hari. Oleh karena, itu olahraga bisa membuat kita menjadi sehat.

Kalimat utama:

1. Berolahraga membuat tubuh menjadi sehat.
2. Oleh karena, itu olahraga bisa membuat kita menjadi sehat.

Kalimat penjelas:

1. Dengan rutin berolahraga, tubuh kita akan menjadi aktif bergerak sehingga melancarkan proses metabolisme di dalam tubuh.
2. Akibatnya, Tubuh mendapatkan asupan energi yang sangat banyak untuk menopang aktivitas kita sehari-hari.

Kalimat utama yang terletak di awal dan akhir paragraf mencirikan paragraf tersebut adalah paragraf campuran.