Pengertian, Cara Membuat, dan Contoh Surat Pernyataan

Pengertian, Cara Membuat, dan Contoh Surat Pernyataan – Dalam kehidupan sehari-hari tidak terlepas dengan adanya urusan yang membutuhkan surat-menyurat. Terlebih dalam pernyataan hal apapun, bisa berbentuk menyatakan diri belum menikah, tidak bersalah, menyatakan tidak mampu, atau yang lainnya. Hampir semuanya membutuhkan bukti tertulis dalam bentuk surat pernyataan. Surat pernyataan merupakan surat yang ditulis oleh seseorang yang berisikan keterangan dirinya atau orang lain yang menyatakan bahwa seseorang tersebut seperti hal yang dimaksudkan / tertera di dalam surat pernyataan . Bentuknya bisa berupa kesanggupan diri, menyatakan keadaan, kesediaan, dan lainnya.

Surat pernyataan yang baik adalah yang memiliki kekuatan hukum yang mengikat dan memiliki konsekuensi hukum terhadap yang bersangkutan. Surat pernyataan sering dibutuhkan untuk kelengkapan berkas lamaran pekerjaan atau bisa juga untuk keperluan lainnya, bergantung kebutuhan.

Cara Menyusun Surat Pernyataan

Sususan penting yang terdapat dalam surat pernyataan dibagi menjadi tiga bagian, yakni:

a. Judul surat pernyataan, ditulis seperti judul surat pada umumnya. Bisa juga semua hurufnya ditulis dengan huruf kapital dan cetak tebal.
b. Esensi surat pernyataan meliputi beberapa hal yakni identitas yang bersangkutan atau pihak lain yang memberi pernyataan
c. Penutup surat pernyataan, mencakup tempat dan tanggal dibuatnya surat, Identitas yang membuat surat, nama terang, tanda tangan, keterangan lain (NIP, dan sebagainya).

Baca Juga:  Definisi, Fungsi Tulang Rawan, Contoh, & Macam-Macam Tulang Rawan

Contoh Surat Pernyataan

Selanjutnya kita akan membahas contoh surat pernyataan sebagai berikut!

Contoh 1:

Surat Pernyataan

Yang bertandatangan di bawah ini ,

Nama : Wijaya Kusuma, S.P.
Tempat dan tanggal lahir : 18 agustus 1988
Agama : Islam
Alamat : Jl. Pelangi No 119 sumberejo kemiling, Bandar lampung
Pekerjaan :Wiraswasta

Dengan ini menyatakan :

1. Tidak memiliki catatan kriminal dan dapat dibuktikan dengan SKCK dari kepolisian
2. Tidak berstatus sebagai pegawai negeri / swasta Bersedia menerima keputusan Direktur untuk ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia
3. Tidak menjadi anggota pengurus partai politik / ormas / LSM
4. Sanggup membayar denda dan menerima konsekuensi hukum yang berlaku
5. Apabila saya mengundurkan diri sebelum masa kontrak kerja berakhir

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sebenar-benarnya dan saya bersedia menerima konsekuensi hukum apabila dikemudian hari apabila saya terbukti bahwa pernyataan yang saya buat ini adalah palsu.

Baca Juga:  Penjelasan Tentang Passive Voice Lengkap

Bandar Lampung, 04 November 2015-11-04

Yang membuat pernyataan,

MATERAI

Rp. 6.000,-

Wijaya Kusuma, S.P.

Contoh 2 :

Surat Pernyataan Belum Menikah

Yang bertanda tangan di bawah ini:

Nama : Ismail Marzuki Ali
Bin : Marzuki Mansur
Tempat Tanggal Lahir : Pagar Dewa, 07-07-1967
Agama : Islam
Pekerjaan : Wiraswasta
Alamat : Jl. Pulau Kapuk No. 87 RT. 092 Kecamatan Pulau Asin, Mesuji.

Menerangkan bahwa :

Nama : Imam Sudirman, S.I.P.
Bin : Ismail Marzuki Ali
Tempat Tanggal Lahir : Pagar Dewa, 07-09-1992
Agama : Islam
Pekerjaan : Pegawai Honorer Pemda kabupaten Mesuji
Alamat : Jl. Pulau Kapuk No. 87 RT. 092 Kecamatan Pulau Asin, Mesuji.

Saya Ismail Marzuki Ali menyatakan bahwa yang bersangkutan saudara Imam sudirman, S.I.P. benar adanya belum pernah menikah. Jika saya terbukti membuat pernyataan palsu yang berlawanan dari isi surat pernyataan ini, maka saya bersedia menerima konsekuensi hukum berdasarkan undang-undang yang berlaku.

Baca Juga:  2 Contoh Karangan Deskripsi tentang Sekolah (Terbaru)

Demikian surat pernyataan saya buat dengan kesadaran penuh dan tanpa interfensi dari pihak manapun. Demikian agar surat ini dapat untuk dipergunakan sebagaimana mestinya.

Mesuji, 04 November 2015

Yang membuat pernyataan,

Materai 6000
Ismail Marzuki Ali

Contoh dan pembahasan di atas merupakan hal-hal seputar surat pernyataan. Hal-hal yang berkaitan dengan pernyataan diri, pengakuan, masalah piutang perjanjian dan lain-lain sebaiknya dilengkapi dengan dokumen yang bersifat mengikat dan memiliki kekuatan hukum, seperti surat pernyataan yang dibubuhi materai. Mudah-mudahan bahasan di atas dapat menjadi referensi yang baik untuk bahan pembelajaran bagi kita semua. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!