Pengertian & 4 Contoh Paragraf Generalisasi

Pengertian & 4 Contoh Paragraf Generalisasi – Pada bahasan lalu kita telah memelajari tentang pola pengembangan paragraf yang terbagi atas beberapa jenis diantaranya yakni klimaks-antiklimaks, sudut pandang, perbandingan-pertentangan, analogi, contoh, klausalitas, generalisasi, klasifikasi dan definisi. Pada artikel ini kita akan memelajari secara eklusif tentang paragraf generalisasi beserta contohnya. Berikut penjelasannya:

Paragraf generalilsasi merupakan paragraf yang memberikan data berupa fakta atau penjelasan pada kalimat -kalimat awal dan menyimpulkannya di akhir kalimat. Paragraf ini meggunakan pendekatan induksi yang memiliki kalimat utama di akhir paragraf. Berikut ini merupakan pembahasan contoh-contoh dari paragraf generalisasi :

Contoh 1 :

Permasalahan yang terjadi pada pelajar di Indonesia dewasa ini semakin kompleks. Kenakalan remaja seperti tawuran dan seks bebas makin marak di kalangan para pelajar. Belum lagi premanisme dan narkoba yang telah lama masuk ke lingkungan sekolah. Hal ini tentu menjadi masalah serius bagi para orang tua dan semua pihak yang terkait dalam instansi pendidikan Indonesia. Apa yang salah terhadap sisitem pendidikan kita saat ini? Bukankah saat ini kita telah mengenal pendidikan karakter yang membahas tentang moral, etika, dan kepribadian? Beberapa masalah yang terjadi saat ini menunjukkan bahwa pendidikan karakter di Indonesia belumlah secara maksimal dilaksanakan oleh praktisi pendidikan meskipun efektifitas dari sisitem pendidikan karakter dianggap mampu menunjang pendidikan di Indonesia.

Baca Juga:  Pengertian dan Proses Metabolisme Protein di Dalam Tubuh

Paragraf di atas menjelaskan tentang masalah-masalah yang terjadi pada pelajar dan remaja pada kalimat-kalimat sebelum kalimat utama. Kalimat utama berada di akhir paragraf yang menggeneralisasikan bahwa masalah-masalah tersebut terjadi karena pendidikan karakter di Indonesia belum dilaksanakan secara maksimal oleh para praktisi pendidikan.

Contoh 2:

Pemerintah berasumsi bahwa kenaikan harga BBM mampu menguatkan nilai tukar rupiah terhadap dolar. Dengan demikian perekonomian nasional akan meningkat seiring dengan dikuranginya anggaran untuk subsisi BBM. Hal ini berdampak pada naiknya ongkos distribusi yang berimbas pada kenaikan harga bahan pokok serta kebutuhan lainnya. Tentu saja rakyat kecil yang paling dirugikan dengan adanya kebijakan ini. Berbagai kalangan baik dari pihak oposisi, akademisi, dan mahasiswa mengecam dan memberikan kritik pedas pada kebijakan pemerintah yang terkesan mengambil jalan pintas untuk menaikkan perekonomian negara dengan mengurangi subsidi BBM. Menaikan harga BBM bukan satu-satunya solusi untuk membenahi perekonomian nasional.

Paragraf di atas menjelaskan tentang masalah-masalah yang terjadi berkaitan dengan naiknya harga bahan bakar minyak (BBM) pada kalimat-kalimat sebelum kalimat utama. Kalimat utama berada di akhir paragraf yang menggeneralisasikan bahwa menaikan harga BBM bukan satu-satunya solusi untuk membenahi perekonomian nasional.

Baca Juga:  Syarat Terjadinya Interaksi Sosial, Ciri-Ciri, dan Contohnya Adalah

Contoh 3 :

Organisasi merupakan wadah yang baik dalam menyalurkan perjuangan dengan ideologi dan visi tertentu. Banyak sekali organisasi dengan ideologi dan tujuan yang berbeda-beda. Bentuknya bisa berupa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), Organisasi Massa (Ormas), pergerakan mahasiswa, organisasi kepemudaan, dan lain-lain. Masing-masing dari organisasi tersebut tentu memiliki ruh yang berbeda-beda bergantung pada semangat ideologi yang diusungnya. Namun pada saat ini sangat sedikit sekali diantara banyaknya organisasi yang konsisten dengan khitahnya. Banyak diantara ormas, LSM , atau bahkan pergerakan mahasiswa yang secara terang-terangan ikut dalam kegiatan politik praktis. Bahkan menjadi basis massa untuk mendukung salah satu partai politik tertentu. Sehingga tak keliru jika dikatakan bahwa LSM, ormas, dan organisasi lainnya merupakan perpanjangan tangan dari partai politik.

Paragraf di atas menjelaskan tentang masalah-masalah yang terjadi berkaitan dengan organisasi massa, pergerakan pemuda, dan LSM yang melenceng dari idealisme dan tujuannya pada kalimat-kalimat sebelum kalimat utama. Kalimat utama berada di akhir paragraf yang menggeneralisasikan bahwa bahwa LSM, ormas, dan organisasi lainnya merupakan perpanjangan tangan dari partai politik.

Baca Juga:  Ciri Ciri Negara Maju dan Berkembang dalam Arti Ekonomi

Contoh 4 :

Permasalahan pemberantasan korupsi masih menjadi PR besar bagi pemerintah negeri ini. Seringkali wajah-wajah koruptor menghiasi kolom-kolom berita media cetak, online, dan elektronik. Korupsi merupakan kegiatan malpraktik dari sebuah tatanan administrasi berbentuk penyalahgunaan anggaran dan lain-lain. Di Indonesia kita mengenal adanya lembaga Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang secara khusus menangani kasus korupsi. Adanya lembaga ini merupakan sebuah upaya penanggulangan, bukan pencegahan korupsi. Belum lagi soal carut-marutnya KPK dalam hal memberantas korupsi yang terkesan tebang pilih dan bernuansa politis. Sistem pemberantasan korupsi tidak hanya cukup dalam hal penanggulangan, akan tetapi perlu adanya upanya pencegahan dengan sistem yang tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan korupsi .

Paragraf di atas menjelaskan tentang permasalahan korupsi pada kalimat-kalimat sebelum kalimat utama. Kalimat utama berada di akhir paragraf yang menggeneralisasikan bahwa bukan hanya sistem pemberantasan korupsi yang harus diperkuat, namun perlu adanya sisitem baru dalam upanya pencegahan yang tidak memungkinkan untuk melakukan tindakan korupsi.

Beberapa pembahasan di atas merupakan contoh dan penjelasan paragraf generalisasi secara definitif. Paragraf generalisasi dapat diidentifikasikan dengan memperhatikan kalimat utama yang terletak di akhir paragraf dan bersifat menyimpulkan atau menggeneralisasikan. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!