Pengertian & 4 Contoh Paragraf Deduktif

Pengertian & 4 Contoh Paragraf Deduktif – Pada artikel sebelumnya kita telah membahas tentang paragraf induktif, jenis-jenis paragraf induktif, dan contohnya. Mari kita sedikit mengulas bahasan kemarin tentang paragraf induktif! paragraf induktif adalah paragraf yang gagasan utamanya terletak di akhir paragraf yang sebelumnya diperjelas oleh kalimat penjelas. Paragraf induktif berpola khusus umum. Pada artikel ini kita akan belajar tentang paragraf deduktif beserta contohnya. Berikut pembahasannya!

Paragraf deduktif adalah sebuah paragraf yang didahului dengan kalimat umum kemudian diperjelas dengan beberapa kalimat penjelas. Paragraf deduktif berpola umum khusus serta kalimat utamanya terletak di awal kalimat.

Contoh 1 :

Media massa dewasa ini menjadi konsumsi publik yang sangat mudah didapat. Dulu hanya untuk mengetahui kabar hari ini orang harus pergi ke pusat keramaian untuk membeli koran. Saat ini informasi sangat mudah di dapat dan tersedia di mana-mana. Media massa bukan hanya surat kabar, tabloid, majalah, radio, majalah, dan telivisi. Namun yang lebih populer lagi yakni media internet secara khusus portal berita online. Anda hanya perlu membuka situs berita online tertentu, maka seketika itu pula anda bisa menikmati berita tersebut. Bahkan anda bisa memilih berita atau informasi apa yang anda inginkan. Inilah bukti kemajuan zaman yang diindikasikan dengan kemajuan di bidang komunikasi infoemasi.

Paragraf di atas memiliki gagasan utama di awal kalimat yang juga merupakan kalimat utama, “Media massa dewasa ini menjadi konsumsi publik yang sangat mudah didapat”. Selanjutnya dijelaskan dengan beberapa kalimat penjelas yang menyatakan kemudahan dalam mengakses informasi. Pola umum khusus ditunjukkan dengan adanya media massa di awal kalimat dan dijabarkan dengan macam-macam media masa seperti surat kabar, majalah, telivisi, dan lain-lain.

Baca Juga:  Definisi dan Contoh Konflik Sosial di Masyarakat

Contoh 2 :

Batu akik menjadi kegemaran baru di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia. Sebenarnya pecinta batu akik sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Hanya saja setahun terakhir ini batu akik menjadi lebih populer dibandingkan dengan kegemaran yang lain. Terbukti dengan maraknya pedagang batu akik dadakan yang tersebar di mana-mana. Banyak di antara pedagang kaki lima yang beralih profesi menjadi pedagang batu akik karena nilai jual serta omset penjualannya yang sangat tinggi. Penggemar batu akik juga bukan hanya terbatas di kalangan laki-laki saja, bahkan kaum ibu, remaja, dan anak-anak juga banyak yang menggemari batu permata ini. Batu akik terdiri dari beberapa macam jenis berdasarkan corak warna dan asal daerah batu tersebut berasal. Diantaranya ialah giok Aceh, sungai dareh Sumatera Barat, sisik naga Sulawesi Selatan, Kalimaya Lebak, Red Raflesia Bengkulu, Anggur Api Tanjung Bintang Lampung, dan lain-lain.

Paragraf di atas memiliki gagasan utama di awal kalimat yang juga merupakan kalimat utama, “Batu akik menjadi kegemaran baru di tengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia”. Selanjutnya dijelaskan dengan beberapa kalimat penjelas yang menyatakan bahwa batu akik digemari oleh ibu-ibi, remaja, dan anak-anak. Pola umum khusus ditunjukkan dengan adanya peryataan tentang batu akik di awal kalimat selanjutnya peryataan tentang jenis-jenis batu akik di Indonesia seperti giok Aceh, sungai dareh Sumatera Barat, sisik naga Sulawesi Selatan, Kalimaya Lebak, Red Raflesia Bengkulu, Anggur Api Tanjung Bintang Lampung, dan lain-lain.

Baca Juga:  Pengertian Najis, Jenis, dan Cara Menyucikannya


.

Contoh 3 :

Tidak banyak film menginspirasi di Indonesia yang bertemakan Religi. Film semacam ini layaknya sebuah oase di padang pasir. Film-film ini muncul di tengah maraknya film Indonesia yang bertemakan sex murahan yang dibungkus dengan tema horor dan komedi. Film religi diharapkan mampu menangkal efek negatif dari film-film yang berbau sex yang dapat merusak moral bangsa. Diantaranya yaitu Kiamat Sudah Dekat, Emak Pengen Naik Haji, Kunfayakun, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Hafalan Shalat Delisa, 99 Cahaya di Langit Eropa, Haji Backpacker, Negeri 5 Menara, dan lain lain.

Paragraf di atas memiliki gagasan utama di awal kalimat yang juga merupakan kalimat utama, “Tidak banyak film menginspirasi di Indonesia yang bertemakan Religi”. Selanjutnya dijelaskan dengan beberapa kalimat penjelas yang menyatakan bahwa film religi mampu menangkal efek negatif dari film berbau sex. Pola umum khusus ditunjukkan dengan adanya peryataan tentang film religi yang bersifat umum di awal kalimat selanjutnya peryataan beberapa film religi di Indonesia seperti Kiamat Sudah Dekat, Emak Pengen Naik Haji, Kunfayakun, Ayat-ayat Cinta, Ketika Cinta Bertasbih, Hafalan Shalat Delisa, 99 Cahaya di Langit Eropa, Haji Backpacker, Negeri 5 Menara, dan lain lain.
.

Baca Juga:  Contoh Kalimat Deduktif, Ciri-Ciri, & Definisi Lengkap

Contoh 4:

Banyak diantara kaum muslimin yang kurang peduli akan kebersihan. Sebetulnya kebersihan memunyai kedudukan yang tinggi di mata Islam. Terbukti dengan adanya pernyataan bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Banyak masjid-masjid yang lantainya berdebu, halamannya kotor dan kamar mandinya yang jorok. Mushala juga banyak yang tidak terurus. Belum lagi kehidupan sehari-hari masyarakat muslimnya, sangat kurang memperhatikan kebersihan. Mebuang sampah tidak pada tempatnya, bahkan diantaranya ada yang membuang sampah di sungai, dan di selokan, sehingga menyebabkan banjir dan timbul penyakit. Hal semacam ini terjadi di Indonesia, negara dengan mayoritas muslim terbesar di Indonesia.

Paragraf di atas memiliki gagasan utama di awal kalimat yang juga merupakan kalimat utama, “Banyak diantara kaum muslimin yang kurang peduli akan kebersihan”. Selanjutnya dijelaskan dengan beberapa kalimat penjelas yang menjelaskan tentang contoh-contoh perilaku yang kurang memerhatikan kebersihan.

Setelah memahami pembahasan tentang definisi paragraf deduktif beserta contoh di atas, diharapkan agar kita bisa lebih banyak belajar dalam mengidentifikasikan paragraf khususnya dalam artikel ini yakni paragraf dedukti. Semoga bermanfaat dan selamat belajar!