Pengertian & 30 Contoh Kalimat Denotasi

Pengertian & 30 Contoh Kalimat Denotasi – Kalimat denotasi adalah kalimat yang memiliki arti sebenarnya. Kalimat denotasi tidak mengandung kata kias dan ungkapan. Kalimat denotasi tidak mengandung arti lain atau arti khusus yang tersembunyi. Kalimat denotasi biasanya digunakan pada teks – teks ilmiah seperti jurnal, laporan, proposal dan dalam tulisan formal lainnya karena kalimat denotasi tidak memiliki tafsir ganda atau kata-kata yang sifatny ambigu seperti yang ada dalam kalimat konotasi.

30 Contoh Kalimat Denotasi

1. Manusia memiliki tengkorak kepala yang keras untuk melindungi organ lunak seperti otak yang sangat penting bagi tubuh.
2. Banyak orang merasa heran karena Shinta memiliki tangan yang panjang.
3. Ia mengalami adaptasi ketika pindah ke Kanada. Tubuhnya terasa kaku karena jaringan di bawah kulitnya berdarah dingin.
4. Anak-anak mengangkat kaki mereka hingga sejajar perut ketika melakukan pemanasan dalam pelajaran olahraga.
5. Kulit wajah Chikita terasa tebal karena ia mengalami alergi terhadap makanan laut olahan.
6. Gina membanting tulang ayam yang ada di piring seusai makan karena ia kesal tidak diberi ayam tambahan oleh majikannya.
7. Jimi sedang menunggu tulang rusuk buatan yang ia pesan untuk praktek mengajar di kelas biologi sekolah dasar.
8. Ada banyak kutu di dalam buku-buku tua itu. Pihak perpustakaan tidak rajin membersihkan koleksi tersebut.
9. Dokter menganjurkan Timi untuk duduk dengan posisi yang benar agar tulang punggungnya bengkok.
10. Ada hewan yang memiliki darah biru. Hewan itu adalah belalang.
11. Ikan paus biru adalah mamalia yang memiliki mulut besar. Ia mampu menelan benda-benda yang besarnya hampir sama seperti kapal.

Baca Juga:  Definisi & Macam-Macam Pidato dalam Bahasa Indonesia


12. Dodo tidak suka banyak makan garam karena ia tidak suka rasa asin.
13. Desti duduk sendirian di pinggir pantai. Ia teringat kisah cinta yang telah berakhir.
14. Gajah adalah hewan yang memiliki hati besar. Ukuran hati nya lebih besar daripada hati hewan berkaki empat pada umumnya.
15. Budi merasakan pahit di lidahnya karena ia sedang sakit tipus.
16. Adikku memiliki kepala yang besar karena ia gemuk.
17. Dewi diminta ayahnya untuk menggulung tikar yang telah selesai digunakan.
18. Tuti sedang mengalami alergi pada obat antibiotic sehingga wajahnya menjadi memerah.
19. Tiki langsung mengangkat tangan ketika ibu guru memberikan pertanyaan seputar pengetahuan umum.
20. Bunga-bunga di desa kelahiranku selalu mekar di bulan September. Bunga-bunga itu tetap terlihat cantik meski dari kejauhan.
21. Para komedian memasang topeng di wajahnya sebelumm pertunjukkan dimulai. Tema yang diusung berkaitan dengan festival Halloween.
22. Tejo suka berlari di pagi hari sambil berangkat ke pasar untuk membantu ibunya berdagang.
23. Gedung itu tampak sangat indah di malam hari karena lampu-lampu yang dipasang disekitarnya.
24. Rini menunggu datangnya bulan Januari untuk pulang ke desa kelahirannya.
25. Pesta ulang tahun Riko bernuansa alam. Ada beragam replika tumbuh-tumbuhan raksasa. Rina sangat senang bisa naik di atas daun buatan.
26. Yuki berjanji untuk membelikan buah mangga yang manis kepada ibunya.
27. Talia pergi ke kota bersama dengan teman-teman sekolahnya.
28. Prisia adalah pemain film yang disukai oleh para pemuda karena kesederhaannya dalam berdandan.
29. Pimpinan kantor bersedia untuk bertanggung jawab atas berbagai kesalahan yang dilakukan oleh pegawainya.
30. Ayah membeli beberapa kursi empuk untuk menonton televisi bersama ibu dan aku.

Baca Juga:  Pengertian dan 4 Contoh Paragraf Deskripsi