Organ-Organ Reproduksi Wanita dan Fungsinya Masing-Masing

Organ-Organ Reproduksi Wanita dan Fungsinya Masing-Masing – manusia merupkan organisme gonochoris yaitu organisme yang memiliki satu jenis kelamin pada tiap individunya. Oleh karena itu, ada laki – laki yang hanya memiliki kelamin jantan, dan perempuan yang hanya memiliki alat kelamin betina. Reproduksi yang terjadi pada manusia ialah secara seksual atau melibatkan persatuan antara gamet jantan dan betina. Reproduksi adalah upaya suatu organisme untuk mempertahankan kelangsungan hidup generasinya. Perkembangan alat reproduksi sangat menentukan kemampuan ini. Artikel sebelumnya, telah diuraikan mengenai organ reproduksi pada laki – laki. Kali ini, admin akan menguraikan mengenai organ reproduksi pada wanita.

BAGIAN – BAGIAN ORGAN REPRODUKSI WANITA

1. Organ Reproduksi Bagian Luar

a. Labia Mayor dan Minor
b. Klitoris
c. Payudara

2. Organ Reproduksi Bagian Dalam

a. Ovarium

Ovarium atau indung telur meupakan organ reproduksi pada wanita yang perkembangannya sama dengan testis pria. Organ ini amat penting karena menghasilkan gonad betina, yaitu sel telur (ovum). Berbeda dengan pria, pembentukkan gonad pada wanita telah terjadi sejak di dalam rahim ibu. Oogenesis (pembentukan sel telur) berhenti sampai oogonium menjadi oosit primer. Kemudian kembali diteruskan saat wanita menginjak masa pubertas. Perbedaan lagi yang terjadi antara wanita dengan pria, bahwa pria tidakmengalami masa menopause, artinya produksi gonad jantan (sperma) akan terus diproduksi sampai masa usia lanjut (dengan catatatan nutrisi dan pola hidup sehat).

Namun, pada wanita, gonad yang dihasilkan sangat terbatas (bayi wanita telah memiliki sekitar 400ribuan oosit yang akan dimatangkan menjadi telur saat dewasa), sehingga wanita akan mengalami menopause saat memasuki usia lanjut. Wanita memiliki sepasang ovarium yang terletak di rongga perut bagian bawah kanan dan kiri. Selain berfungsi sebagai tempat produksi dan pematangan ovum, ovarium juga berfungsi sebagai kelenjar endokrin yang menghasilkan hormon estrogen dan progesteron yang sangat penting bagi perkembangan seksual wanita. Kedua hormon ini merangsang munculnya perubahan fisik pada wanita saat mulai pubertas. Perubahan – perubahan itu antara lain, merangsang tumbuhnya payudara, pinggul membesar, dan ciri seks sekunder lainnya yang terjadi saat wanita memasuki usia remaja. Estrogen dan progesteron juga memainkan peran penting dan pembentukan dan pemeliharaan dinding endometrium dalam uterus yang penting saat kehamilan.

Baca Juga:  5 Penyebab Konflik Sosial dalam Masyarakat

b. Fimbrae

Merupakan penjuluran – penjuluran halus menyerupai tangan yang berasal dari ujung oviduk. Fimbrae menghubungkan ovarium dengan oviduk, dan berfungsi untuk menangkap sel telur yang telah matang yang dikeluarkan dari ovarium agar memasuki oviduk.

c. Infudibulum

Masih bagian dari oviduk. Infudibulum merupakan bagian ujung oviduk yang membengkak yang berdekatan dengan ovarium. Bagian luar infudibulum mengalami pemanjangan membentuk fimbrae. Infudibulum berfungsi menampung sel telur yang telah ditangkapoleh fimbrae.

d. Oviduk ( Tuba Fallopii)

Merupakan saluran telur yang berfungsi menghubungkan sel telur dengan ke uterus. Dinding – dinding oviduk dilapisi oleh sel epitelium besilia yang befungsi untuk menggerak sel telur. Oviduk berfungsi sebagai tempat berlangsungnya fertilisasi yaitu penyatuan inti sel gamet jantan (sperma) dan ovum. Sel ovum yang telah matang dari ovarium berada di oviduk sekitar 2 minggu. Jika dalam waktu tersebut terjadi fertilisasi maka dapat terjadi zigot (bakal janin) yang akan bekembang di dalam endometrium rahim. Namun jika sebaliknya, tidak terjadi fertilisasi, maka sel telur tersebut akan dibuang bersama jaringan endometrium yang ada di rahim dalam proses menstruasi.

e. Uterus (rahim)

Merupakan organ berongga berbentuk buah pir terbalik. Organ ini terdiri atas tiga lapisan yakni perimetrium (lapisan terluar); miometrium (lapisan tengah yang merupakan jalinan sel – sel otot polos); dan endometrium (lapisan dalam merupakan jaringan nonpermanen). Rahim berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan embrio. Manusia memiliki rahim tipe simplek yaitu rahim dengan satu rongga yang umumnya untuk pertumbuhan satu embrio. Rahim manusia mampu menngembang sampai 400 kali dari ukuran awal, hal ini karena rahim dilapisi oleh sel- sel otot polos yang elastik seperti karet. Lapisan endometrium yang terdapat paling dalam kaya akan pembuluh darah. Lapisan ini merupakan jaringan nonpermanen yang dibentuk karena rangsang hormonal (estrogen dan progsteron). Lapisan ini akan ikut dibuang bersama siklus menstruasi jika tidak terjadi fertilisasi dan akan dibentuk kembali seiring pematangan sel telur di dalam ovarium.

Baca Juga:  29 Contoh Kalimat Verbal dan Definisi

f. Serviks (Leher Rahim)

Merupakan daerah yang menghubungkan antara uterus dengan vagina. Serviks disebut juga leher rahim.

g. Vagina

Merupakan saluran reproduksi wanita berfungsi sebagai tempat kopulasi yaitu tempat menerima penis. Vagina menghubungkan sel telur ke luar tubuh. Vagina juga berfungsi sebagai jalan keluarnya janin saat proses kelahiran. Pada pria saluran reproduksi dengan saluran urin menyatu dalam urethra, namun pada wanita terpisah. Di dekat lubang vagina terdapat kelenjar bartholin yang berfungsi menghasilkan lendir (mukus) untuk memudahkan hubungan kelamin.

OOGENESIS

Pembentukkan sel gamet betina (ovum) berlangsung di dalam ovarium. Proses ini sama dengan pembentukan sperma (spermatogenesis) pada laki – laki yang melibatkan kontrol hormon seks. Hanya saja, akan ditemukan sedikit perbedaan pada hasil akhir proses gametogenesis antara jantan dan betina. Hormon yang terlibat dalam proses ini yaitu:

a. FSH (Folicle Stimulating Hormone), hormon yang dihasilkan pituitary anterior berfungsi merangsang pembentukan folikel sel telur dalam proses pematangan sel telur. Pertumbuhan Folikel pada ovarium akan merangsang pembebasan hormon Estrogen. Kadar estrogen yang makin tinggi menghambat Kerja FSH sehingga pada titik ini sel telur akan dilepaskan dari folikel yang telah matang.

b. LH (Luteneizing Hormon), Folikel yang telah melepaskan sel telur akan berubah menjadi korpus luteum (Badan Kuning), yang dirangsang oleh hormone LH (disekresi oleh pituitary anterior). Brbeda dengan pertumbuhan folikel, pertumbuhan badan kuning ini akan semakin mengecil. Hal ini dikrenakan kadar LH semakin menurun. Sementara itu, Badan kuning akan menghasilkan hormon Progesteron yang bekerja sama dengan estrogen dalam memunculkan ciri seks sekunder wanita.

c. Estrogen yaitu hormon yang dihasilkan oleh folikel sel telur. Hormon ini berfungsi merangsang pertumbuhan dinding endometrium pada uterus. Dinding rahim ini akan dipenuhi oleh pembuluh darah, guna persiapan implantasi embrio jika terjadi fertilisasi. Kadar estrogen akan menurun seiring dengan terhentinya pertumbuhan folikel yang dirangsang oleh FSH.

d. Progesteron bersama – sama dengan estrogen dalam merangsang munculnya ciri seks sekunder wanita. Hormon ini dihasilkan dari badan kuning yang dirangsang oleh hormon LH. Progesteron berfungsi memelihara pertumbuhan endometrium agar tetap kokoh. Kadar hormon ini akan menurun seiring pertumbuhan badan kuning yang semakin mengecil kemudian menghilang. Pada saat ini makan endometrium akan diluruhkan bersama ovum yang tidak dibuahi melalui menstruasi.

Baca Juga:  Keterkaitan Metabolisme Karbohidrat, Lemak, dan Protein

Proses gametogensis pada wanita (oogenesis) telah berlangsung sejak di dalam rahim, kemudian terhenti dan akan dilanjutkan ketika mulai menginjak masa pubertas. Pembentukan ovum terjadi melalui serangkaian pembelahan sel yang kompleks. Tahapan pembentukan ovum:

– Tahap Oogonium bermitosis menghasilkan oosit primer
Tahap ini terjadi saat di dalam uterus. Kemudian terhendti dan akan diteruskan saat memasuki masa pubertas. Sekitar 400.000 oosit yang terbentuk saat lahir dan siap untuk dimatangkan.

– Oosit primer bermeiosis menghasilkan dua sel tak homogen
Oogenesis dilanjutkan ketika wanita memasuki usia pubertas. Oosit secara perlahan (umumnya satu ovarium akan mematangkan satu oosit) akan bermeiosis pertama menghasilkan dua sel yang ukurannya berbeda (ciri khas pembelahan meiosis ovum menghasilkan dua sel yang berbeda ukuran). Sel yang berukuran besar menjadi oosit sekunder dan yang kecil menjadi badan polar primer. Masing – masing memiliki kromosom haploid double.

– Meiosis lanjutan akibat ransangan sperma
Oosit sekunder yang terbentuk dari meiosis pertama akan dikeluarkan dari ovarium dan ditangkap oleh oviduk. Apabila terjadi fertilisasi, sentuhan sperma pada dinding oosit sekunder akan merangsang untuk pembelahan selanjutnya yang berlangsung sangat cepat. Oosit sekunder akan merampungkan pembelahan meiosis yang kedua dan menghasilkan dua sel yang berbeda, badan polar sekunder dan ootid. Sementara jika tidak terjadi fertilisasi maka oosit sekunder akan dibuang melalui menstruasi.

– Pembentukan ovum
Ootid hasil meiosis oosit sekunder akan menjadiovum yang siap di buahi oleh sel sperma. Sementara ketiga badan polar yang terbentuk akan melebur (nonfungsional).
Sehingga jelas perbedaan antara pembentukan ovum dengan sperma ialah dalam proses oogenesis dilakukan secara bertahap (tidak hanya pengaruh hormon) dan hanya menghasilkan satu sel yang fungsional sementara pada pembentukan sperma dilakukan dengan rangsangan hormon dan menghasilkan empat sel sperma yang fungsional untuk tiap sel induk sperma.