Mekanisme Kerja Otot Manusia Dan Contohnya Secara Singkat

Mekanisme Kerja Otot Manusia Dan Contohnya Secara Singkat – Otot merupakan alat gerak aktif dalam sistem gerak manusia. Rangka yang menyokong tubuh manusia merupakan alat gerak pasif, yang digerakkan oleh otot rangka yang menempel di rangka. Dapat diibaratkan seperti boneka kayu yang bergerak dengan adanya benang yang mengontrol. Tidak hanya rangka yang bergerak, namun beberapa organ seperti jantung dan beberapa organ dalam seperti saluran pencernaan, saluran pernapasan, sistem sirkulasi, dan sistem reproduksi pun disusun oleh otot yang memiliki kemampuan untuk bergerak. Tiga jenis jaringan otot ditemukan pada tubuh manusia menyusun organ – organ tubuh yang disesuai dengan fungsinya. Ketoga jenis otot memiliki karakteristik yang berbeda, namun pada dasarnya tersusun atas protein kontraktil yang mampu membangkitkan gerakan. Kontaksi otot menyebabkan otot tersebut bergerak, gerakan yang ditimbulkan otot tentu sangat penting dalam menunjang berbagai fungsi di dalam tubuh. Lalu bagaimanakah gerakan itu muncul?? Bagaimana kerja otot dapat menggerakkan berbagai organ di dalam tubuh??? Pada artikel ini akan menjawab pertanyaan terkait mekanisme kerja otot sehingga dapat menggerakkan organ lainnya. Berikut ulasannya.

Baca Juga:  Pengertian Rantai Makanan dan Contoh Rantai Makanan di Laut, Sawah, Hutan, Sungai

SLIDDING FILAMENT MODEL: MODEL GERAKAN LUNCUR – BERMULA DARI GERAKAN KONTRAKSI DAN RELAKSASI OTOT

Kontraksi merupakan kemampuan otot untuk memendek dari ukuran normal, sementara relaksasi merupakan kemampuan otot dengan memanjangkan ukurannya dari normal. Kemampuan otot inilah (kontraksi dan relaksasi) yang memunculkan sebuah gerakan. Model filamen luncur (sliding filament model) merupakan model kerja sebuah otot dalam menghadirkan suatu gerakan. Pada umumnya cara kerja ketiga jenis otot ialah sama sehingga dapat diwakilkan dengan menggunakan sliding filament model otot rangka.

Serat otot tersusun atas protein otot berupa filamen (miofilamen) yang disusun oleh filamen tipis dan filamen tebal. Filamen tipis disusun oleh dua untai aktin dan satu untai protein regulasi yaitu tropomiosin dan troponin yang melilit untaian aktin. Sementara filamen tebal disusun oleh molekul – molekul miosin yang tersusun teratur. Pada otot rangka dan jantung memiliki corak lurik (garis terang – gelap) yang dibentuk oleh susunan miofilamen yang teratur. Sarkomer merupakan satuan untuk corak lurik yang terbentuk. Antara sarkomer satu dengan yang lainnya dibatasi oleh garis Z. Filamen tipis menempel pada garis Z dan sampai ketengah sarkomer namun tidak bersentuhan satu sama lain. Sementara filamen tebal terletak dari tengah sarkomer sampai hampir menyentuh garis Z. Susunan tumpang tindih antara filamen tebal dan tipis disebut pita A, sementara garis yang hanya terdapat filamen tebal disebut pita M. Zona H ialah jarak antara filamen tipis satunya dengan filamen tipis lainnya dan hanya memiliki filamen tebal. Sementara pita I merupakan daerah yang hanya terdapat filamen tipis yaitu dekat dengan garis Z.

Baca Juga:  29 Contoh Kalimat Verbal dan Definisi

Kontraksi otot terjadi ketika adanya impuls saraf dari sel saraf sehingga akan membebaskan ion kalsium ke sitoplasma serat otot. Ketika ion kalsium ini berikatan dengan troposin, maka untai tropomiosin mengendur sehingga membuka untaian aktin – zona pengikatan myosin. Filament tebal (myosin) terdiri atas bagian ekor dan kepala yang merupakan bagian yang akan berpautan (berikatan) dengan filament tipis. Pergerakan myosin akan membutuhkan atp yang diperoleh dari respirasi seluler. Myosin yang telah bertenaga ini kemudian akan mengadakan titian silang dengan aktin sehingga mengubah ukuran sarkomer lebih pendek. Pada saat kontraksi, zona H, garis M dan pita I akan menghilang.

Relaksasi otot terjadi ketika titik pengikatan myosin yang terletak di aktin tertutup kembali akibat kembalikan struktur tropomiosin. Hal ini disebabkan oleh menurunnya kadar ion kalsium. Dengan demikian, ukuran sarkomer akan kembali sedemikian rupa. Kemudian otot akan mendapatkan ion kalsium kembali dan berkontraksi kembali, kemudian akan relaksasi kembali, dan seterusnya.

Baca Juga:  Pengertian Karangan Eksposisi, Ciri, & Contoh Karangan Eksposisi tentang Pendidikan