Klasifikasi Makhluk Hidup Sistem 6 Kingdom

Klasifikasi Makhluk Hidup Sistem 6 Kingdom – Klasifikasi ilmiah terhadap makhluk hidup adalah sebuah formula khusus yang dikemukakan oleh para ahli biologi untuk mengkategorikan atau mengelompokkan spesies organisme yang memiliki persamaan dalam hal tertentu. Klasifikasi biologi modern diprakarsai oleh seorag ahli biologi bernama Carolus Linnaeus. Carolus melakukan pengelompokan terhadap spesies yang didasarkan pada persamaan sifat fisik yang ada pada organisme.

Dalam kajian ilmu Biologi, Kingdom merupakan tingkatan teratas dari sistem klasifikasi makhluk hidup. Dalam ranah sistem tiga domain, kingdom berada pada satu tingkat di bawah domain. Pada awalnya hanya terdapat dua kingdom yakni kingdom animalia (hewan) dan kingdom vegetabilia (tumbuhan). Pada saat ditemukannya hewan bersel satu, penemuan terhadap makhluk tersebut dibagi menjadi dua kingdom. Kedua kingdom tersebut ialah kingdom yang mampu bergerak ke dalam filum protozoa, sementara bakteri dan alga digolongkan ke dalam divisi protophyta dan thallophyta.

Adapula beberapa makhluk yang digolongkan ke dalam filum dan divisi seperti halnya pada alga yang mampu bergerak, jamur lender mirim amoeba, dan euglena. Adanya kerancuan tersebut, memunculkan lahirnya konsep kingdom ketiga oleh Ernest Haeckel, yakni protista yang tidak mempunyai karakter atau cirri terhadap klasifikasi yang jelas. Kingdom ini juga seringkali disebut sebagai protoctista. Para pakar keilmuan biologi di Inggris, Australia, dan Kolumbia, menetapkan standar klasifikasi sistem lima kingdom diantaranya ialah plantae, fungi, protista, prokaryota / monera, dan animalia. Sedangkan standar keilmuan biologi di Amerika secara umum menetapkan sistem enam kingdom. Sistem enam kingdom ini diantaranya ialah animalia, plantae, fungi, protista, archae, dan bacteria (bakteria). Penjelasan mengenai sistem enam kingdom adalah sebagai berikut :

Baca Juga:  Penjelasan Klasifikasi Porifera Lengkap

1. Kingdom Eubacteria (bakteria)

Makhluk hidup yang menempati kingdom eubacteria berupa makhluk bersel tunggal atau uniseluler. Makhluk hidup yang tergolong ke dalam kingdom ini mempunyai sel prokariotik. Pada umumnya eubacteria bersifat patogen yang merupakan ckal bakal dari berbagai penyakit seperti TBC, kolera, disentri, dan lain sebagainya. Contoh-contoh dari kingdom ini diantaranya ialah bacillus anthracis, Escherichia coli, clostridium tetani, clostridium botulinum, borrelia burgdorferi, helicobacter pylori, tolypothrix, dan masih banyak lagi.

2. Kingdom Archaebacteria

Makhluk hidup yang tergolong ke dalam kingdom archaebacteria secara umum tidak berbeda dengan kingdom eubacteria. Hal tersebut dikarenakan dahulu kedua kingdom ini berada dalam satu lingkup kerajaan / kingdom. Perbedaan mendasar antara keduanya adalah pada archaebacteria lebih memiliki daya tahan yang kuat terhadap lingkungan dengan suhu ektrem.

3. Kingdom Protista

Makhluk hidup yang digolongkan ke dalam kingdom protista adalah makhluk jidup yang mempunyai sel eukariotik. Protista mempunyai tubuh yang terdiri atas satu sel atau bisa juga terdiri atas banyak sel tetapi tidak terjadi diferensiasi diantara sel-sel tersebut. pada umumnya protista mempunyai sifat antara hewan dan tumbuhan. Kelompok tersebut terdiri atas protista yang menyerupai tumbuhan (ganggang), protista yang menyerupai jamur, dan protista yang meyerupai hewan. Klasifikasi pada protozoa didasarkan pada sistem alat geraknya yakni mastigophora / flagellata atau bulu cambuk. Misalnya saja pada volvox, euglena, noctuluca, trichomonas, dan trypanosome. Selanjutnya protozoa yang menggunakan alat gerak berupa rambut getar, diantaranya ialah paramaecium, sarcodina / rhizopoda. Ada pula yang menggunakan kaki semu yakni amoeba. Sedangkan pada sporozoa tidak memiliki alat gerak, misalnya seperti plasmodium.

Baca Juga:  Klasifikasi Protozoa dan Jenis-Jenis Filum Protozoa

4. Kingdom Fungi

Fungi ialah makhluk hidup eukariotik heterotrof yang menyerap molekul nutrisi menuju sel-sel dari makanan yang dicerna dari luar tubuhnya. Fungi terdiri atas berbagai jenis diantaranya adalah kapang, khamir, ragi, dan masih banyak lagi. Fungi dikenal sangat sulit dalam mengidentifikasikan jenis-jenisnya. Hal tersebut dikarenakan adanya perbedaan bentuk pada generasi sebelumnya dengan keturunan-keturunannya. Funsi berkembang biak dengan cara seksual dan aseksual. Perkembangbiakan secara seksual adalah dengan cara peleburan dua hifa antara jamur berbeda hingga membentuk zigot yang kemudian tumbuh menjadi tubuh buah. Sedangkan perkembangbiakan secara aseksual dilakukan dengan cara pembentukan spora, fragmentasi, dan bertunas.

5. Kingdom Plantae

Karakteristik yang paling mudah untuk diidnetifikasikan dari anggota plantae adalah dari warna hijaunya yang dominan. Warna hijau tersebut berasal dari kandungan pigmen klorofil yang memiliki peranan vital dalam prosesi menghasilkan energy dnegan cara melakukan fotosintesis. Kingdom plantae pada umumnya bersifat autotrof, yakni mampu menghasilkan makanannya sendiri kecuali pada tumbuhan yang hidup dengan cara menggantungkan hidupnya pada inangnya (parasit).

Baca Juga:  Ciri & Klasifikasi Kingdom Plantae (Lengkap)

6. Kingdom Animalia

Kingdom animalia berupa hewan-hewan yang hidup di dalam berbagai ekosistem. Tubuh hewan terdiri atas sel-sel yang mengalami diferensiasi sehingga membentuk berbagai macam jaringan. Tidak seperi pada organisme autotrof (tumbuhan) yang mampu menghasilkan makanannya sendiri, hewan bersifat heterotrof (makanannya berasal dari organisme lain seperti tumbuhan dan hewan lainnya). Kelompok kingdom animalia terdiri atas berbagai jenis hewan yang terbagi atas klasifikasi khusus yakni vertebrata (hewan bertulang belakang) dan invertebrate / avertebrata (hewan tidak bertulang belakang).

Pada umumnya kingdom animalia memiliki karakteristik khusus, diantaranya ialah :

a. Memperoleh makanan dari organisme lain (hewan dan tumbuhan).
b. Pada sel-selnya tidak terdapat dinding sel sebagaimana pada organisme tumbuhan.
c. Di dalam tubunya terdapat dua jaringan yang bertanggung jawab untuk menghantarkan pergerakan dan impuls, yakni pada jaringan saraf dan jaringan otot. Kedua jaringan tersebut yang membuat hewan dapat bergerak dengan aktif.
d. Alat pernafasan berupa paru-paru (kucing, sapi, kerbau, dan lainnya), ingsang (ikan), kulit (cacing dan lain-lain), dan trakea (serangga).

 

Baca Juga:

10 Metode Pemisahan Campuran & Uraian Lengkap
Materi Perpindahan Kalor & Kapasitas Kalor
Paragraf Silogisme – Pengertian, Pola, Jenis, dan Contoh