Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Monera (Lengkap)

Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Monera – Kerajaan monera merupakan organisme prokariotik yang merupakan organisme tertua penghuni bumi. Dua contoh kelompok dari kerajaan ini adalah bakteri dan alga biru. Organisme prokariotik telah hidup dan terus berevolusi dibumi sekitar dua milyar tahun. Dan menurut teori para ahli evolusi, organisme prokariotik merupakan awal dari organisme lainnya yang ada di bumi. Pada awalnya, organisme prokariotik dikelompokkan ke dalam kingdom plantae (tumbuhan) yakni dalam Divisi Schizophyta (tumbuhan membelah diri). Namun dengan adanya perkembangan teknologi, ditemukan fakta baru bahwa karakteristik sel prokariotik (bakteri dan alga biru) sangat berbeda dengan anggota tumbuhan lainnya yang merupakan sel eukariotik. Oleh karena inilah para ahli taksonomi memisahkan bakteri dan alga biru ke dalam kingdom khusus, monera.

Anggota monera merupakan organisme paling primitif, tubuhnya hanya tersusun atas satu sel saja. Dengan demikian, monera hanya mengandalkan reaksi metabolisme di dalam tubuh, termasuk reproduksi. Proses perkembangbiakan yang dilakukan oleh monera sangatlah sederhana. Individu baru terbentuk dari hasil pembelahan induk hanya dalam kurun waktu yang amat sangat singkat (contoh: bakteri Eschericia coli memiliki waktu generasi selama 20 menit). Oleh karena itu, kelompok monera merupakan organisme yang paling banyak yang ada dibumi meski dibandingkan dengan jumlah seluruh spesies organisme eukariotik. Ukuran tubuhnya yang sangat kecil (mikroskopik) membuat monera dapat menempati ruang bahkan yang paling sempit.

Meskipun monera merupakan organisme mikroskopis, namun monera memiliki pengaruh yang besar. Ukuran tubuhnya yang amat kecil, membuat organisme lain (misalnya manusia), tak menyadari keberadaan organisme monera. Beberapa monera dapat menimbulkan beragam penyakit pada sejumlah organisme lain seperti sifilis (raja singa) pada manusia, dan lainnya. Tidak hanya peran negatif, sebagian monera memiliki peranan yang amat penting dalam kelangsungan hidup organisme bumi, yaitu pelapukan. Organisme atau bagian dari organisme yang telah mati akan diuraikan (pelapukan) menjadi senyawa penyusunnya, seperti carbon, nitrogen, sulfur, dan lainnya. Proses pelapukan ini sangat penting, karena dapat mengembalikan mineral ke dalam tanah yang akan digunakan kembali oleh organisme lain (yang masih hidup) untuk proses pertumbuhan dan perkembangan. Tidak hanya itu, beberapa organisme mengadakan simbiosis mutualisme dengan monera. Sekitar 5000 spesies anggota kerajaan monera yang telah diketahui. Para ahli memperkirakan bahwa masih banyak jenis yang ditemukan berkisar 400.000 sampai 4.000.000.000 spesies.

Baca Juga:  Definisi, Fungsi Tulang Rawan, Contoh, & Macam-Macam Tulang Rawan

Ciri Umum Anggota Kingdom Monera

1. Tersusun atas satu sel (uniseluler)

Salah satu alasan dikeluarkannya bakteri dan alga biru dari kerajaan plantae adalah karena tubuh bakteri dan alga biru (monera) tersusun oleh hanya satu sel.

2. Bentuk sel bervariasi

Bentuk sel pada kelompok monera sangat bervariasi, ada yang berbentu batang (basil), bulat (cocus), atau spiral, ada yang berkoloni ataupun tidak. Bentuk koloni yang terbentuk: gabungan dua sel (diplobasil/diplococus), kubus (sarcina), rantai (streptococcus/ streptobasil), anggur (staphylococcus / staphylobasil).

3. Tipe sel prokariotik

Alasan yang paling mendasari terbentuknya kingdom monera adalah struktur sel. Semua anggota monera merupakan sel prokariotik yaitu sel yang tidak memiliki inti sejati. Hal ini karena ketiadaann membran inti pada selnya. Sehingga selnya disebut dengan istilah nukleoid.

4. Memiliki dinding peptidoglikan

Dinding sel yang menyusun bakteri dan alga biru berbeda dengan tumbuhan. Dinding monera terbuat dari zat peptidoglikan sementara tumbuhan tersusun atas selulosa. Meski demikian, beberapa bakteri dinding selnya tersusun bukan dari peptidoglikan (kelompok archaebacter).

5. Tidak memiliki organel bermembran

Ketiadaan membran inti menyebabkan organisme monera tidak memiliki organel – organel bermembran lainnya, seperti: kloroplas, mitokondria, retikulum endoplasma, badan golgi, lisosom, dan vakuola. adapun organel yang terdapat pada monera antara lain:

a. Nukleoid: kromosom yang terkumpar di sitoplasma
b. Mesosom: pelekukan membran sel yang berfungsi sebagai organel respirasei (serupa mitokondria).
c. Ribosom: berfungsi untuk sintesis protein.
d. Klorofil: terkumpar dalam membran sel
e. Membran sel.
f. Dinding sel.

6. Motil

Pada umumnya kelompok monera dilengkapi alat gerak (flagel) yang memungkinkan dapat bergerak. Berdasarkan letak dan jumlah flagel yang dimiliki, dibedakan:

Baca Juga:  Pengertian & 35 Contoh Slogan Pendidikan

a. Atrik, tidak memiliki flagel.
b. monotrik, memiliki satu flagel pada salah satu ujung selnya.
c. Amfitrik, memiliki flagel pada kedua ujungnya.
d. Lofotrik, memiliki banyak flagel pada salah satu ujung tubuhnya.
e. Peritrik, memiliki banyak flagel pada seluruh permukaan tubuhnya.

7. Habitat: kosmopolit

Organisme memiliki habitat yang cukup luas. Hampir diberbagai belahan bumi bahkan di dalam tubuh organism dapat ditemukan anggota monera (kosmopolit: dimana-mana).

8. Beragam metabolisme respirasi seluler

Kelompok monera memiliki keragaman dalam mendapatkan energi. Berdasarkan cara perolehannya, maka dibedakan menjadi:

a. Autotrof, mampu membuat makanannya sendiri dari senyawa anorganik. Fotoautotrof mengandalkan energi cahaya untuk mereduksi senyawa anorganik menjadi energi, sementara kemoautotrof mengandalkan energi kimia untuk menghasilkan energi.

b. Heterotrof, mengambil makanan dari organisme lain:

1) Fotoheterotrof, menggunakan cahaya untuk mengubah senyawa organik menjadi ATP
2) Kemoheterotrof, menggunakan senyawa kimia untuk menghasilkan ATP

c. Saprofit, mengambil nutrisi dari organisme yang telah mati

d. Parasit, mengambil nutrisi dari organisme yang masih hidup.

Berdasarkan kebutuhannya akan oksigen dibedakan menjadi:

a. Aerob, menggunakan oksigen
b. Anaerob, tidak menggunakan oksigen

9. Reproduksi

a. Aseksual (tanpa perkawinan) : membelah diri dan endospora
b. Seksual: konjugasi

Klasifikasi Kingdom Monera

Berdasarkan struktur selnya, kingdom monera dikelompokkan menjadi dua divisi:

1. Archaebacteria

Merupakan kelompok bakteri purba. Karakteristik yang dimiliki anggota archae berbeda dengan anggota monera lainnya. Kelompok ini ditemukan pada tempat- tempat yang ekstreem. Ciri – ciri Archaebakter yaitu:

a) Tidak memliki dinding peptidoglikan
b) Memiliki beberapa jenis RNA polimerase
c) Tahan terhadap antibiotik (streptomiesin dan kloralfenikol)
d) Hidup pada tempat – tempat ekstreem

Archae dibedakan berdasarkan tempat hidupnya:

a. Methanogen, adalah kelompok archae yang menghasilkan gas metana (CH4). Kelompok ini merupakan organisme anaerob obligat, artinya tidak dapat mentolerir oksigen, resiprasi berlangsung secara anaerob. Bakteri ini dapat ditemukan di lapisan rawa paling bawah. Bakteri ini dimanfaatkan untuk mengubah kotoran hewan menjadi biogas. Selain itu, bakteri ini ditemukan dalam simbiosis mutualisme pada sistem pencernaan hewan (sapi, rayap).

Baca Juga:  Pengertian dan Fungsi Hormon Sitokinin, Asam Absisat, & Gas Etilen pada Tumbuhan

b. Halofil ekstrim, (halo “garam”; phylos “suka”). Merupakan kelompok archae yang ditemukan pada daerah dengan kadar salinitas (garam) yang tinggi, seperti pada laut mati dan great salt lake. Kelompok ini memiliki pigmen orhodopsin penangkap energi matahari yang digunakan untuk menghasilkan ATP (energi).

c. Termofil ekstrim, kelompok ini ditemukan pada tempat dengan suhu ekstrem antara 60°C – 105°C. Bakteri ini biasa ditemukan pada sumber mata air panas atau kawah gunung berapi. Energi yang diperoleh ialah dengan kemosintesis dari senyawa sulfur.

2. Eubacteria

Merupakan kelompok bakteri yang memiliki dinding peptidoglikan. Kelompok ini dibedakan menjadi:

a. Spirokaeta, berbentuk spiral (spiro: spiral) dengan panjang sekitar 0,25mm. mendapatkan energi melalui kemoheterotrof. Menyebabkan penyakit. Contoh: Treponema pallidum (penyebab sifilis)

b. Klamidia, parasit di dalam sel hewan. Contoh: Chlamydia trachomatis penyebab kebutaan yang ditularkan melalui seksual. Bakteri ini mendapatkan energi dari inangnya.

c. Bakteri gram, jenis bakteri yang didasarkan atas pewarnaan gram. didapati dua macam gram:
1) Gram negatif, dinding peptidoglikan tipis. Berwarna merah pada pewarnaan gram. Umumnya patogen, contoh Salmonella sp.
2) Gram positif, memiliki dinding peptidoglikan yang tebal. Berwarna ungu jika dilakukan pewarnaan gram. Umumnya menguntungkan, contoh: Basillus sp.

d. Cyanobacteri, merupakan golongan alga biru. Fotoautotrof dengan fotosintesis. Memiliki klorofil a seperti pada tumbuhan. Ditemukan di air tawa, air laut, atau dalam bentuk simbiosis dengan organisme lain (fungi, membentuk lichens). Ada yang membentuk koloni, tidak memiliki alat gerak. Contoh: Anabaena sp.

e. Proteobacteri, dibedakan menjadi tiga kelompok:
1) Bakteri ungu, memiliki pigmen. Fotoautotrof atau fotoheterotrof.
2) Proteobacteri kemoautotrofik, bakteri yang bersimbiosis dengan tumbuhan, misal Nitrosomonas.
3) Proteobacteri kemoheterotrofik, bakteri yang hidup dalam tubuh hewan. Contoh E.coli.