Jenis Pergeseran Makna dan Penjelasannya Masing-Masing

Jenis Pergeseran Makna dan Penjelasannya Masing-Masing – Arti kata makna dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah pengertian yang diberikan pada suatu bentuk kebahasaan. Pergeseran atau perubahan makna memiliki arti pergeseran atau perubahan pengertian pada suatu bentuk kebahasaan. Dalam buku Diksi dan Gaya Bahasa (2001) Gorys Keraf mengatakan bahwa terdapat enam jenis perubahan makna. Enam jenis perubahan makna tersebut adalah perubahan makna meluas, menyempit, ameliorasi, peyorasi, metafora, dan metonimi.

Perubahan makna meluas merupakan perubahan makna yang terjadi pada kata yang tadinya mengandung makna yang sempit atau khusus menjadi mengandung makna yang luas atau umum. Contoh perubahan makna meluas adalah kata putra dan putri. Dulu, khususnya pada jaman kerajaan, kata putra dan putri hanya digunakan untuk menyebut anak raja. Saat ini kata putra dan putri dapat digunakan untuk menyebut anak siapa saja.

Perubahan makna menyempit merupakan perubahan makna yang terjadi pada kata yang tadinya mengandung makna yang luas atau umum menjadi mengandung makna yang sempit atau khusus. Contoh perubahan makna menyempit adalah kata guru. Dulu kata guru digunakan untuk menyebut orang yang memberikan pelajaran, apa pun profesinya. Saat ini kata guru hanya digunakan untuk menyebut salah satu profesi, yaitu orang yang mengajar di sekolahan atau bimbingan belajar.

Baca Juga:  Struktur Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup dari Terkecil Hingga Terbesar

Perubahan makna ameliorasi adalah perubahan makna atas dasar suatu kata yang baru dianggap lebih tinggi atau lebih baik nilainya dibandingkan kata yang lama. Contoh perubahan makna ameliorasi adalah perubahan kata bini menjadi istri. Kata istri yang menggantikan kata bini dianggap lebih sopan sehingga nilai kata istri lebih baik daripada kata bini.

Perubahan makna peyorasi adalah perubahan makna atas dasar suatu kata yang baru dianggap lebih rendah atau lebih buruk nilainya dibandingkan kata yang lama. Contoh perubahan makna peyorasi adalah kata hamil menjadi bunting. Kata bunting yang menggantikan kata hamil dianggap kurang sopan sehingga nilai kata bunting lebih rendah daripada kata hamil.

Perubahan makna metafora adalah perubahan makna karena persamaan sifat antara dua benda atau objek, seperti putri malam dan bulan, dan empu laut dan pulau. Salah satu sub tipe metafora adalah sinestesia. Sinestesia merupakan perubahan makna berdasarkan perubahan istilah antara dua indra. Contoh sinestesia adalah kata penciuman yang disandingkan dengan kata tajam dan kata pendengaran yang disandingkan dengan kata terang.

Baca Juga:  Jenis Gerak dan Kelainan atau Gangguan pada Otot

Perubahan makna metonimia adalah perubahan makna yang terjadi karena hubungan yang dekat antara suatu kata dengan kata yang lain yang masih terdapat pada lingkungan yang sama dan dapat diklasifikasikan menurut tempat dan waktu, hubungan isi dan kulit, dan hubungan sebab dan akibat. Contoh perubahan makna metonimia adalah penggunaan kata gedung putih untuk membicarakan tentang Presiden Amerika seperti pada kalimat, “Pihak Gedung Putih sedang membahas kebijakan nuklir dengan negara-negara sekutu.”

Perubahan makna metonimia dengan lingkup yang lebih kecil disebut sinekdoke. Sinekdoke merupakan perubahan makna pada suatu kata yang bersifat sebagian untuk menyebut keseluruhan dan suatu kata yang bersifat keseluruhan untuk menyebut sebagian. Contoh sinekdoke adalah penyebutan batang hidung untuk menyebut badan atau wujud seperti pada kalimat, “Maling itu sudah lari dan tak terlihat batang hidungnya lagi.”

Baca Juga:  Contoh dan Penjelasan Majas Sinekdok

Gejala yang mirip dengan metonimi adalah elipsis. Elipsis merupakan kondisi saat dua kata atau lebih yang sering muncul bersamaan dapat memberi pengaruh timbal balik secara semantis sehingga jika salah satu dari kata tersebut dihilangkan, kita masih dapat mengetahui makna secara keseluruhan. Contoh elipsis adalah sepucuk (surat) undangan dan pemain (bola) basket.

Sumber: Keraf, Gorys. 2010. Diksi dan Gaya Bahasa. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama
KBBI Daring http://kbbi.web.id/makna (30 Desember 2015)