Gangguan pada Sistem Peredaran Darah Manusia dan Penyebabnya

Gangguan pada Sistem Peredaran Darah Manusia dan Penyebabnya – gangguan dan kelainan yang terjadipada pembuluh darah dapat disebabkan oleh banyak hal. Mengingat sistem peredaran merupakan dari berbagai sistem di dalam tubuh, mencakup sistem pencernaan, sistem pernapasan, sistem eksresi, sistem pertahanan, dan sistem endokrin. Jika terjadi gangguan pada sistem peredaran darah, maka sistem yang lain juga akan mengalami gangguan. Puncaknya ialah gangguan serius pada tubuh manusia itu sendiri. Kelaianan yang terjadi pada sistem pembuluh darah mencakup kelaiann pada sel, organ atau kelainan metabolisme tubuh. Adapun macam gangguan yang terjadi pada sistem peredaran darah antara lain:

1. Gangguan yang disebabkan oleh faktor internal

Gangguan peredaran darah yang disebabkan oleh faktor internal yaitu gangguan yang disebabkan oleh faktor genetik. Gene merupakan faktor pewarisan sifat dari induk kepada keturunannya. Gen mengkode sifat yang baik ataupun yang buruk bagi organisme yang memilikinya. Pencampuran gen antra kedua induk tentu akan menentukan sifat dari keturunannya. Gen – gen tertentu menyebabkan individu yang mewarisinya memiliki sifat yang tidak menguntungkan, salah satunya terkait dengan ekspresipada sistem peredaran darah. Gangguan yang disebabkan oleh faktor internal ini belum dapat diobati sampai saat ini. Adapun gangguan sistem peradaran darah yang disebabkan oleh gen ialah:

a. Thalasemmia

Merupakan penyakit menurun yang disebabkan oleh gen tertentu dalam kromosom tubuh yang tidak mampu membentuk haemoglobin secara sempurna. Haemoglobin merupakan protein yang berperan sebagai pigmen darah yang mengikat oksigen dari lingkungan untuk ditukarkan dengan karbondioksida dari dalam tubuh. Haemoglobin terdapat di dalam sel darah merah (eritrosit). Penderita thalassemia memiliki bentuk eritrosit yang tidak teratur (tidak normal) dan mudah terurai akibat kelainan bentuk haemoglobin. Eritrosit normal akan diuraikan setiap 120 hari (± 4 bulan). Namun pada penderita thalassemia eritrosit akan terurai lebih cepat (haemolisa = sel darah pecah). Dengan demikian penderita thalassemia akan mengalami anemia yang disebabkan kekurangan sel darah merah. Penderita thalassemia akan melakukan transfusi untuk mengatasi gejala ini. Namun, transfusi darah tidak berarti dapat mengatasi masalah kekurangan darah pada penderita thalassemia. Indonesia memiliki angka yang cukup tinggi untuk penyakit ini. Pada umumnya penderita thalassemia tidak memiliki masa hidup yang panjang.

Baca Juga:  Pengertian Karangan Eksposisi, Ciri, & Contoh Karangan Eksposisi tentang Pendidikan

b. Sickle cell anemia

Anemia sel sabit (scikle cell anemia – SCA) mengalami kelainan pada bentuk sel darah merah yang tidak sempurna. Penderita SCA memiliki eritrosit berbentuk seperti bulan sabit atau huruf C. Hal ini disebabkan oleh gen haemoglobin S yang diturunkan oleh kedua orang tua. Bentuk normal eritrosit ialah bulat pipih ditengah, bentuk ini adalah bentuk paling ideal untuk mengikat oksigen dan karbondioksida serta dalam melewati pembuluh darah. Namun kelainan bentuk yang dimiliki oleh penderita SCA menyebabkan penderita tidak mampu mengikat secara sempurna oksigen dari udara pernapasan. Selain itu, dengan bentuk sel yang menyerupai bulan sabit menyebabkan sel – sel darah tersangkut saat melewati pembuluh darah.

c. Haemofilia

Haemofilia adalah suatu kelainan darah dimana penderita tidakmemiliki faktor pembekuan darah. Penyakit ini terpaut krosomos s*ks x yang mana jika ibu membawa gen ini maka anak laki – lakinya akan menderita penyakit ini. Pembekuan darah adalah proses yang akan dilakukan jika bagian tubuh terluka. Namun pada penderita tidak mampu untuk menutup luka tersebut. Sehingga darah akan terus menerus keluar dari dalam tubuh.

2. Gangguan yang disebabkan oleh faktor eksternal

Gangguan yang disebabkan oleh faktor eksternal pada sistem peredaran darah adalah berasal dari luar tubuh manusia, mencakup pola hidup, makanan, dan lainya. Hal tersebut dapat menyebabkan kelainan struktur dan fungsi organ. Berikut macam gangguan yang disebabkan oleh faktor eksternal:

a. Sklerosis

klerosis atau penyumbatan pembuluh darah adalah penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh suatu senyawa tertentu dalam aliran darah. Senyawa tersebut dibawa oleh darah dan mengendap di titik tertentu pada pembuluh darah sehingga akan membuat aliran darah menjadi terganggu. Jika tidak segera diatasi maka akan berlanjut menjadi stroke atau jantung koroner. Berdasarkan senyawa yang menyebabkan penyumbatan, maka dibedakan menjadi:

1) Aterosklerosis merupakan penyempitan pembuluh darah yang disebabkan oleh plak lemak.
2) Arteriosklerosis penyumpatan pembuluh darah yang disebabkan oleh plak yang terbentuk oleh zat kapur.

b. Anemia

Anemia merupakan kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah putih. Banyak hal yang menyebabkan anemia, seperti kekurangan mineral besi sebaga prekursor haemoglobin, kehilangan banyak darah saat terluka dan lainnya. Anemia dapat diatasi dengan penambahan mineral atau transfusi darah. Namun berbeda jika anemia yang diderita merupakan anemia yang disebabkan oleh genetik seperti thalassemia dan sickle cell.

Baca Juga:  Pengertian, Faktor Pendorong, dan Dampak Urbanisasi

c. Diabetes melitus (DM)

DM atau kencig manis adalah kelainan dimana kadar glukosa di dalam darah melewti batas normal. Dengan demikian kelebihan gula tersebut akan dibuang melalui urin. Banyak fakor yang menyebabkn kelainan ini, diantaranya ialah faktor genetik; kelainan pankreas; dan pola hidup yang tidak sehat. Insulin adalah salah satu homon yang berfungsi mengontrol kadar glukosa darah. Ketika kita makanan, glukosa yang masuk di dalam tubuh akan diunah menjadi cadangan gula (glikogen) oleh insulin. Pada penderita DM yang disebabkan oleh kerusakan pankreas menyebabkan pankreas tidak mampu memproduksi insulin, sehingga gangguan metabolisme gula yang menyebabkan diabetes melitus pun tak dapat dihindari. Tingginya konsumsi gula pada produk makanan dan minuman siap saji akan memperburuk kondisi DM. Penyakit ini dapat dikurangi kadarnya dengan mengatur pola makan (menghindari gula), serta terapi insulin.

d. Stroke

Stroke ialah pecahnya pembuluh darah otak akibat penyumbatan pembuluh darah. Telah diuraikan di atas bahwa sklerosis dapat menghambat kerja sirkulasi di dalam tubuh. Pembuluh darah yang menyumbat akan membuat aliran darah makin sempit dengan tekanan yang makin kuat. Semakin besar penyubatan maka tekanan semakin besar. Dengan demikian tak elakan jika suatu saat pembuluh darah mengalami pecah akibat sumbatan ini. Pecahnya pembuluh darah di otak dinamakan stroke yang menyebabkan penderita akan mengalami kelumpuhan di titik tertentu pada tubuh.

e. Tekanan darah tinggi

Tekanan darah tinggi atau hipertensi ialah kondisi dimana tekanan dalam pembuluh darah lebih tinggi dibanding keadaan normal. Hal ini disebabkan oleh adanya penyumbatan di pembuluh darah baik disebabkan oleh lemak atau zat kapur. Tekanan darah normal manusia dewasa ialah 120/80.

f. Jantung

Banyak kelainan yang terjadi pada jantung diantaranya kelainan struktur jantung (bawaan saat lahit) dan penyumbatan pembuluh darah jantung. Fungsi jantung sangat penting bagi tubuh yaitu memompakan darah keseluruh tubuh untuk menyebarkan sari – sari makanan ataupun membuang senyawa limbah. Jika jantung mengalami kelainan maka bagian tubuh lainnya juga akan mengalami gangguan. Kematian yang disebabkan oleh kelainan jantung masih menduduki ranking satu di beberapa negara, salah satunya Indonesia.

Baca Juga:  Percakapan Bahasa Indonesia 3 Orang Tentang Perkenalan dan Sekolah

g. Leukemia

Leukemia atau kanker sel darah putih merupakan kelainan yang disebabkan oleh pertumbuhan sel darah putih yang tidak dapat dikendalikan sehingga jumlahnya melebihi batas normal (5000 – 10000 sel/ml). Sel darah putih (leukosit) berfungsi membentuk pertahanan tubuh. Sel – sel darah putih akan menghancurkan sel atau senyawa asing yang masuk ke dalam tubuh. Namun tidak dengan kondisi penderita leukemia dimana leukosit menghancurkan sistem kekebalan itu sendiri. Pada penderita leukemia, sel- sel darah putih akan menghancurkan semua sel yang masuk ke dalam tubuh namun juga menyerang sel – sel tubuh seperti menghancurkan sel darah merah dan lainnya.

Kasus lain untuk kelebihan produksi sel darah putih ialah leukositosis yang terjadi biasanya ketika seseorang mengalami demam. Penurunan sel darah putih pada seseorang disebut dengan leukopenia yang terjadi pada penderita AIDS.

h. Trombositopenia

Yaitu kekurangan trombosit. Hal ini terjadi ketika seseorang terserang virus dengue yang menyebabkan demam berdarah.

i. Penyumbatan pembuluh vena

Vena merupakan pembuluh darah yang berfungsi membawa aliran darah kembali ke jantung. Penyumbatan yang terjadi di vina dapat disebabkan oleh kesalahan posisi seperti terlalu lama menekuk atau duduk sehingga dapat menyebabkan:

1) Wasir / haemoroid penyumbatan vena di anus.
2) Varise yaitu penyumbatan vena di tubuh bawah, kaki.

j. Malaria

Malaria atau demam musim dingin disebabkan oleh sporozoa (Plasmodium sp.) Melalui perantara nyamuk Anopheles betina. Protozoa ini berkembang di dalam sel darah manusia dan menyebabkan haemolisis sel eritrosit. Sehingga penderita akan mengalami demam pada masa itu. Penyakit ini ditularkan melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang mengandung larva plasmodium dari penderita malaria lainnya.

k. Kaki gajah (Elephantiasis)

Kaki gajah merupakan penyakit yang disebabka oleh cacing parasit filaria yang dibarkan oleh nyamuk Culex sp. Larva cacing yang masuk ke dalam tubuh akan menyumbat sistem limfa (getah bening) sehingga pembuluh limfa akan pecah. Cairan limfa pun akhirnya mengisi bagian tubuh bawah sehingga menyebabkan kaki gajah.