Fungsi Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian

Fungsi Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian – Sejak dilahirkan di dunia, manusia telah dilengkapi oleh naluri dalam mengendalikan seluruh, sikap, perilaku dan potensi di dalam dirinya. Oleh sebab itu, untuk mengembangkan potensi – potensi yang ada, mereka harus melalui sebuah proses belajar, sehingga seorang individu dapat tumbuh dengan memiliki kepribadian yang baik.

Kepribadian adalah sifat dan watak seseorang yang mencakup kebiasaan, perilaku dan sifat – sifat lain yang khas. Kepribadian seorang individu tersebut dapat berkembang, apabila berinteraksi dengan orang lain, sehingga semakin dewasa seseorang, maka mereka akan semakin aktif dalam mengembangkan kepribadiannya.

Usaha – usaha dalam mengembangkan kepribadian ini dilakukan melalui sebuah proses sosialisasi. Apakah yang dimaksud sosialiasasi tersebut ? Sosialisasi merupakan proses yang dijalani oleh seseorang dalam mempelajari cara hidup di dalam masyarakat, dan juga unutk mengembangkan potensi – potensi mereka sesuai dengan nilai – nilai, norma, dan kebiasaan yang berlaku dalam lingkungannya.

Sosialisasi juga dapat berarti sebagai proses pembelajaran seoarang individu atau masyarakat yang akan menghantarkan mereka ke dalam kebudayaan. Selain itu sosialisasi juga dianggap sebagai seperangkat kegiatan masyarakat dalam belajar dan mengajar untuk mendapatkan peran sosial di masyarakat sesuai dengan potensi dirinya.

Baca Juga:  Jenis-Jenis Manusia Purba di Indonesia dan di Dunia

Dalam membentuk kepribadiannya, manusia sangat bergantung pada orang lain dan kelompoknya. Pada mulanya kepribadian seorang individu akan terbentuk setelah ia dilahirkan di dunia. Pembentukan kepribadian ini melalui dua buah proses sosialisasi, yaitu sosialisasi yang dilakukan dengan sengaja, dan sosialisasi yang dilakukan secara tidak sengaja.

Proses sosialisasi secara sengaja dilakukan melalaui pendidikan. Sosialisasi ini terjadi ketika seorang individu mengikuti suatu pengajaran dan juga pendidikan yang dilakukan oleh pendidik – pendidik sebagai perwakilan masyarakat secara sengaja. Tujuan dari sosialisasi ini adalah supaya norma – norma sosial yang ada di dalam masayarakat bisa dipahami oleh individu tersebut.

Proses sosialisasi tanpa sengaja dilakukan melalui proses interaksi sosial. Interaksi ini terjadi apabila seorang individu berinteraksi dengan cara menyaksikan sendiri apa yang terjadi dan dilakukan oleh orang – orang disekitarnya. Setelah menyaksikan tingkah laku orang – orang, mereka akan melakukan interaksi dengan pola – pola yang sama sesuai dengan nilai dan norma – norma yang berlaku di dalam masyarakat.

Baca Juga:  Soal Ujian Akhir Sosiologi Kelas 11

Faktor Pembentuk Kepribadian

Selain terbentuk dari proses sosialisasi yang panjang, kepribadian seseorang juga terbentuk akibat pengaruh dari beberapa faktor. Adapun faktor – faktor yang mempengaruhi kepribadian seseorang, yaitu pembawaan, lingkungan fisik, kelompok dan juga kebudayaan.

1) Pembawaan

Pembawaan adalah faktor – faktor yang dibawa sejak lahir oleh individu. Faktor ini akan menjadi dasar untuk pembentukan kepribadian seseorang. Faktor pembawaan ini bisa berupa bentuk fisik, seperti warna kulit, bentuk rambut, raut wajah, dan postur tubuh. Selain itu, ada pula karakter, bakat dan IQ. Faktor bawaan ini diambil dari sifat baik fisik maupun psikis dari ibu, ayah maupun kombinasi dari keduanya. Contoh faktor – faktor bawaan lahir misalnya pemarah, periang, suka menolong, suka berbohong, pintar dan sebagainnya.

2) Lingkungan fisik

Lingkungan fisik merupakan faktor pembentuk kepribadian yang dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Contohnya, masyarakat yang tinggal di daerah pedesaan biasanya memiliki sifat – sifat yang ramah, suka menolong, dan sederhana. Sedangkan masyarakat yang tinggal di daerah padat dan berisik menjadikan mereka memiliki kepribadian yang cenderung keras, rakus, egois, tamak, serakah, dan acuh tak acuh.

Baca Juga:  Definisi Zero & First Conditional serta Contohnya

3) Kelompok

Kelompok atau komunitas juga dapat mempengaruhi kepribadian seseorang. Contohnya kelompok bermain yang dapat membawa pengaruh positif maupun negative pada kepribadian seorang individu Pada umumnya anggota suatu kelompok bermain yang memiliki kepribadian baik, biasanya akan membawa pengaruh yang baik pula pada individu yang terlibat di dalamnya. Sebaliknya, apabila kelompok bermain itu dipenuhi oleh orang – orang yang memiliki kepribadian buruk, maka akan mempengaruhi kepribadian individu sehingga memiliki kepribadian yang kurang baik pula.

4) Kebudayaan

Kebudayaan bisa juga membawa pengaruh terhadap kepribadian seseorang. Misalnya, masyarakat di daerah pedesaan pada umumnya memiliki kebudayaan sederhana, ramah, sabar, dan terikat pada tradisi. Sementara itu masyarakat perkotaan pada umumnya suka akan kemewahan, ambisius, dan sangat pekerja keras. Kebudayaan – kebudayaan itulah yang akan mempenagruhi kepribadian masyarakat yang tinggal di dalamnya.