Fungsi Laring, Pengertian, dan Anatomi Laring pada Manusia

Fungsi Laring, Pengertian, dan Anatomi Laring pada Manusia – Laring merupakan saluran pernapasan yang membuka dari pangkal rongga mulut. Laring merupakan saluran pembuka pada bagian leher. Fungsi utama ialah sebagai tabung yang menghubungkan udara dari tubuh dengan lingkungan atau sebaliknya.

A. DEFINISI LARING

Laring merupakan saluran pernapasan berupa tabung iregular (tak beraturan) yang terletak antara faring dengan trakea. Laring, merupakan organ pembuka dalam saluran pernapasan. Laring sangat penting bagi manusia, mengingat trakea dan oesophagus terletak pada posisi yang sama, dengan demikian harus ada pengaturan agar makanan yang masuk tetap memasuki esophagus. Dengan adanya laring, pengaturan tersebut dapat berjalan sempurna. Di dalam laring terdapat:

1. Epiglotis

Merupakan bagian laring yang menjulur keluar ke bagian faring. Epiglotis tersusun atas tulang rawan elastis. Keberadaan epiglotis sangat penting dalam pengaturan pernapasan dan pencernaan. Epilotis tersusun atas sel – sel epitel gepeng (pipih) yang beralih ke epitel silindrin secara berangsur – angsur pada daerah yang mendekati trakea.

2. Pita suara

Pita suara merupakan tulang rawan hialin yang melebar pada bagian lumen laring tepat di bawah epiglotis. Pasangan tulang bagian atas membentuk pita suara palsu yang dilapisi oleh lapisan epitel bersilia serta kelenjar mukosa. Sementara itu, pada tulang bagian bawah membentuk pita suara sejati. Jalinan serat – serat elastin membentuk ligamen vokal yang diselingi oleh otot lurik. Keberadaan otot lurik dalam laring berperan dalam mengatur tegangan dalam ligamen tersebut. Suara yang muncul merupakan hasil dari tegangan ligamen ketika dilewati udara.

Baca Juga:  2 Teori dan 9 Manfaat Perdagangan Internasional

B. ANATOMI LARING

Laring tersusun atas:

1. Jaringan epitel

Jenis epitel yang menyusun laring bervariasi. Namun sebagian besar tersusun atas epitel silindris bersilia (pada lumen laring). Sementara jenis epitel lain yang menyusun laring ialah epitel pipih yang terdapat pada bagian ujung epiglotis. sel – sel epitel silindris pada lumen laring menghasilkan mukus atau lendir.

2. Jaringan ikat

Jenis jaringan ikat yang menyusun laring ialah:

a. Lamina propia

Merupakan bagian membran basal pada lapisan epitel. Berfungsi menghubungkan lapisan epidermis dengan jaringan lainnya. Di dalam lamina propia terdapat tulang rawan laringeal yang pada orang tua mengalami perkapuran.

b. Ligamen

Ligamen merupakan kelompok jaringan ikat padat yang menghubungkan otot dengan tulang. Berkas – berkas ligamen menbentuk pita suara yang menghasilkan nada atau bunyi. Suara atau bunyi ditimbukan oleh getaran yang ditimbulkan oleh ligamen.

Baca Juga:  Penjelasan, Fungsi Jaringan Ikat, dan Jenisnya

c. Tulang rawan

Jenis tulang rawan yang menyusun laring umumnya ialah tulang rawan hialin. Naun pada epiglotis tersusun atas tulang rawan elastis. Tulang rawan berfungsi sebagai penyokong struktural dan fungsional laring.

3. Jaringan otot

Jenis otot yang menyusun laring ialah otot lurik yang menyusun pita suara bersama ligamen (muskulus fokalis). Getaran yang dihasilkan oleh gerakan otot ini menyebabkan munculnya suara.

C. FUNGSI LARING

Adapun fungsi laring adalah sebagai berikut:

1. Melindungi tabung trakea dari masuknya makanan

Epiglotis yang terletak di bagian pangkal laring berfungsi untuk melindungi masuknya makanan dan air ketika sedang makan. Epiglotis akan menutup trakea sehingga tabung pernapasan tertutup. Epiglotis hanya akan menutup ketika menelan makanan, oleh karenanya dilarang bicara ketika sedang makan atau minum. Jika hal ini dilakukan maka akan makanan dan minuman dapat masuk ke trakea. Tersedak merupakan gerak refleks yang diatur untuk mengeluarkan makanan dan minuan tersebut.

Baca Juga:  Berbagai Gerakan Perlawanan Terhadap Jepang

2. Membuka jalan napas

ketika sedang tidak menelan makanan, epiglotis pada laring akan senantiasa terbuka untuk menyalurkan udara pernapasan dari hidung masuk ke tenggorokan.

3. Menghubungkan faring dengan trakea

Laring merupakan tabung pendek yang menghubungkan trakea dengan faring.

4. Mengarahkan makanan masuk ke esofagus

Ketika menelan makanan maka epiglotis pada laring akan menutup sehingga makanan akan memasuki esofagus. Dengan demikian, salura akan terlindungi dari masuknya zat makanan. Dinding – dinding saluran napas yang bersilia tidak mampu menerima masuknya zat makanan. Hal ini dapat melukai saluran pernapasan. Air yang masuk ke dalam saluran pernapasan akan mengendap di paru – paru dan menganggu proses pernapasan.

5. Menghasilkan nada suara

Tulang laring yang melebar membentuk pita suara yag tersusun atas jalinan ligamen dan otot lurik. Suara yang ditimbulkan terjadi ketika laring terbuka. Getaran yang ditimbulkan oleh jalinan ligamen ini akan menghasilkan suara karena gesekan dengan udara yang masuk.