Fungsi Jaringan Otot, Pengertian, dan Ciri-Cirinya

Fungsi Jaringan Otot, Pengertian, dan Ciri-Cirinya – Hewan terkenal dengan kemampuannya bergerak aktif, berpindah tempat dalam pencarian mencari teritorial kekuasaan atau mencari makan. Kemampuan hewan ini dikarenakan hewan didukung oleh sekelompok sel yang tersusun atas protein kontraktil yang menyebabkan pergerakan ini. Jaringan otot pada hewan merupakan sekumpulan sel – sel yang memiliki ciri khas aktif bergerak. “gerak” merupakan hasil dari kerja protein kontraktil (aktin dan miosin) yang merupakan jenis mikrofilamen yang menyebabkan organ tertentu bergerak. Adanya jaringan otot mendukung hewan untuk bergerak baik di darat atau di laut, atau mendukung kerja organ tertentu dalam melakukan fungsinya. Ada tiga jenis jaringan otot yang menyusun hewan tingkat tinggi yang memiliki karakteristik yang berbeda. Berikut uraian lengkap mengenai jaringan otot yang menyusun hewan.

Pengertian Jaringan Otot

Jaringan otot merupakan jaringan yang tersusun atas sekelompok sel yang memiliki mikrofilamen aktin dan miosin sehingga mampu berkontraksi. Dalam perkembangannya jaringan otot berasal dari lapisan mesoderm (lapisan tengah) pada masa gastrulasi. Aktin dan miosin merupakan protein kontraktil yang ketika dirangsng maka akan berkontraksi. Hasil kontraksi yang ditimbulkan oleh aktin dan miosin menyebabkan organ yang disusun oleh jaringan otot dapat bergerak. Diperlukan energi yang cukup besar untuk menghasilkan kontraksi aktin dan miosin yang diperoleh dari hasil respirasi sel.

Jenis dan Ciri Jaringan Otot

Pada kelompok hewan vertebrata (bertulang belakang) terdapat tiga jenis jaringan otot yang menyusun organ hewan tersebut. Ketiganya memiliki karaktek yang berbeda dalam kontraksi yang dihasilkan, yaitu:

1. Otot rangka (otot lurik)

Jenis otot ini terdapat pada sistem rangka (tulang). Otot rangka berfungsi sebagai alat gerak aktif yang menggerakkan tulang. Disebut otot lurik dikarenakan susunan protein aktin dan miosinnya saling bertumpang tindih sehingga memunculkan corak gelap dan terang. Otot rangka inilah yang disebut dengan daging. Ciri-ciri otot rangka yang membedakannya dengan otot yang lain ialah:

Baca Juga:  Pengertian Jaringan Pengangkut (Xilem & Floem) dan Fungsinya

a. Sel nya berbentuk serabut (silinder) panjang

Sel –sel otot rangka paling panjang dibanding sel otot lainnya. Jumlah sel otot rangka pada orang dewasa ialah tetap. Sel – sel nya ini terdapat dalam bentuk bundel (berkas) yang menyusun rangka.

b. Satu sel memiliki banyak inti sel yang terletak di tepi

Karena selnya yang panjang maka sel otot rangka memerlukan lebih dari satu inti dalam mengendalikan fungsi metabolisme di dalam sel tersebut. Letak insi sel ditepi dikarenakan susunan protein mikrofilamen aktin – miosisn berjajar mengisi lumen sel otot tersebut.

c. Dikontrol oleh otak (volunteer)

Cara kerja otot rangka dilakukan atas kesadaran yang dipengaruhi otak sebagai pusat saraf.

d. Kontraksi cepat dan mudah lelah

Kontraksi yang dihasilkan oleh otot rangka menghasilkan gerakan yang cepat namun mudah lelah jika terus menerus berkontraksi.

2. Otot polos

Susunan aktin miosin pada otot polos sejajar, sehingga menimbulkan warna yang homogen (polos). Otot polos ditemukan pada saluran – saluran pencernaan, pembuluh darah, dan saluran urin. Ciri – ciri otot polos ialah:

a. Selnya berbentuk gelendong
b. Elastis. Sifat elastis yang dimiliki oleh otot polos memungkinkan organ yang didukungnya memiliki kemampuan untuk mengembang atau menahan tekanan.
c. Satu sel memiliki satu inti dan terletak di tengah
d. Tidak dikontrol otak (involunteer)
e. Kontraksi lambat dan tidak lelah

Baca Juga:  Pengertian, Macam-Macam Norma dan Contohnya

3. Otot jantung

Jantung tersusun atas otot jantung, yang hanya terdapat dijantung. Struktur otot jantung disesuaikan dengan fungsi jantung yang memompa darah ke seluruh tubuh. Karakter otot jantung tidak ditemukan pada otot lainnya. Ciri otot jantung ialah:

a. Selnya berbentuk silinder dan bercabang. Percabangan yang ada pada otot jantung sangat berkaitan dengan fungsi jantung dalam memompa darah. Percabangan otot jantung membuat jalinan lebih kompleks yang memungkinkan terjadi lebih dari satu jalinan hubungan antar sel. Sel – sel tersebut bertautan dalam ”meremas” jantung, mengeluarkan isinya, darah.
b. Memiliki satu inti
c. Selnya bercorak lurik – lurik
d. Kerja otot di luar kesadaran (involunter)
e. Kontraksi cepat dan tidak mudah lelah

Fungsi Jaringan Otot

Telah diuraikan sebelumnya bahwa fungsi dari jaringan otot ialah berhubungan dengan lokomosi (pergerakan). Pergerakan yang dihasilkan dari kontraksi jaringan otot berperan dalam melaksanakan fungsi tertentu di dalam tubuh, antara lain :

1. Menggerakkan rangka (tulang)

Jaringan otot yang menyusun rangka (tulang) disebut dengan otot rangka. Bersama-sama menyusun sistem pergerakan yang mendukung lokomosi hewan dalam bergerak, berpindah dari satu tempat ke tempat lain dalam berbagai tujuan, otot berfungsi sebagai alat gerak aktif. Artinya ialah pergerakan yang terjadi ialah hasil dari kerja otot, sementar tulang membuat pergerakan itu menjadi nyata. Dalam pengertian yang lebih mudah dapat dianalogikan dengan parade pertunjukan boneka tali, pergerakan boneka yang terjadi karena disebabkan oleh tali yang menggerakkan boneka tersebut. Otot rangka disebut juga otot lurik karena coraknya yang berlurik-lurik bekerja dibawah pengaruh kesadaran (otak) atau kemauan kita.

Baca Juga:  Keterkaitan Metabolisme Karbohidrat, Lemak, dan Protein

2. Menggerakkan organ – organ pencernaan

Organ-organ pencernaan mulai dari kerongkongan sampai ke anus didukung dengan jaringan otot polos. Berbeda dengan jaringan otot yang menyusun rangka, kontraksi yang dihasilkan oleh protein aktin dan miosin yang dihasilkan oleh otot polos jauh lebih halus dan lambat. Oleh karena itu pergerakan yang dihasilkan oleh otot polos selalu bertahap seperti gerakan peristaltik yakni gerakan mendorong makanan yang terjadi pada saluran pencernaan. Perbedaan selanjutnya antara otot rangka dan polos ialah cara kerja otot polos tidak dikontrol atas kemauan diri sendiri, melainkan terjadi diluar kesadaran.

3. Menggerakan jantung

Jantung merupakan salah satu organ yang aktif bergerak. pergerakan jantung amat penting karena berpengaruh terhadap kelangsungan hidup organisme. jantung memompakan darah yang membawa senyawa – senyawa penting bagi tubuh serta menngangkut limbah metabolisme untuk di keluarkan. Pompa jantung tak lain terjadi atas kerja otot yang menyusun jantung, otot jantung. sedikit berbeda dengan otot lurik dan polos, otot jantung memiliki karakter kontraksi yang cepat dan diluar kesadaran tubuh.

4. Menahan tekanan

Tekanan yang dihasilkan dari pompa jantung cukup besar, otot polos yang elastis menyusun saluran pembuluh darah mampu meredam tekanan jantung ini. dengan demikian darah yang dipompakan dapat tetap mengalir sampai ke pelosok sel. Hal yang sama juga terjadi pada saluran urine dan rahim yang tersusun atas otot polos, dengan kemampuan yang elastis, rahim dapat melebar sampai 500x dari ukuran normal saat masa kehamilan. sementara kantung kemih yang berfungsi menampung urin juga tersusun atas otot polos, dengan demikian kita dapat menahan tekanan air urine karena kemampuannya mengembang.