Definisi, Struktur Tulang Keras, Fungsi, & Contoh Tulang Keras (Osteon)

Definisi, Struktur Tulang Keras, Fungsi, & Contoh Tulang Keras (Osteon) – Kerangka dalam yang keras membentuk dan menyokong tubuh manusia beserta hewan vertebrata lainnya. Tulang keras atau yang dikenal dengan osteon telah memberi tubuh suatu hewan, yang memberikan ciri akan suatu organisme tertentu. Tulang keras memiliki asal usul yang sama dengan tulang lunak (rawan). Matriks ekstraseluler yang mengalami pengapuran membuat struktur dan bentuk tulang ini menjadi keras. Namun, tubuh sangat diuntungkan dengan sifat yang dimiliki oleh tulang keras, karena dapat menjalankan berbagai fungsi. Bagaimana sebenarnya struktur tulang keras? Dan fungsi apa sajakah yang dimiliki oleh tulang keras??? Berikut uraiannya.

A. DEFINISI TULANG KERAS

Tulang keras atau osteon merupakan jenis jaringan ikat khusus yang berfungsi sebagai penyokong tubuh. Tulang keras merupakan salah satu komponen dalam sistem gerak. Fungsinya sebagai endoskleton atau rangka dalam ialah berperan daam memberi bentuk tubuh pada hewan vertebrata seperti pada manusia. Seperti halnya jringan ikat lainnya, tulang tersusun atas sel dan juga matriks ekstraseluler.

B. STRUKTUR TULANG KERAS

tulang keras tersusun atas:

1. Sel

Sel – sel penyusun sel tulang antara lain:

a. Osteoblas adalah sel tulang yang bercabang yang berfungsi mendekresi matriks seluler. Osteoblas akan berubah menjadi osteosit ketika terkurung dalam matriks yang disekresikannya. Sel – sel ini penting dalam pertumbuhan dan perkembangan jaringan tulang keras.
b. Osteoklas merupakan sel tulang yang motil, bercabang dengan 5 sampai 50 atau lebih intisel. Sel ini berasal dari fusi banyak monosit yang berperan dalam fagosit.
c. Osteosit adalah sel tulang yang berada dalam lakuna sistem havers tulang keras. Sel ini berasal dari differensiasi sel osteoblas. Sel ini berperan dalam menjaga matriks ekstraseluler tetap padat. Matinya sel ini makan akan menyebabkan penguraian matrik esktraseluler.

2. Matriks Ekstraseluler

Adalah cairan yang mengandung senyawa organik yang dihasilkan oleh sel – sel tulang keras. Matriks ekstraseluler tulang keras mengandung serat kolagen dan beberapa senyawa organik lainnya. Kalsifikasi pada tulang keras menyebabkan adanya senyawa kalsium karbonat dan karsium fosfat dalam matriks tulang keras. Dengan adanya kalsifikasi ini maka matriks tulang keras menjadi padat dan kuat. Hal inilah yang membedakan dengan tulang rawan.

Baca Juga:  Batas-Batas dan Bentang Alam Kawasan Negara Perancis

Sel – sel dalam tulang membentuk suatu jalinan yang disebut dengan sistem havers. Setiap sistem havers tersusun atas:

1. Lakuna adalah membran yang membungkus sel tulang (osteosit). Berfungsi untuk melindungi sel osteosit dan memisahkannya dari matriks ekstraseluler.
2. Kanalikuli adalah penjuluran – penjuluran dari membran lakuna yang berhubungan dengan penjuluran dari lakunan lainnya.
3. Lamella adalah hubungan antara lakuna satu dengan lakuna lainnya.
4. Saluran havers mengandung pembuluh darah dan saraf. Berfungsi untuk transportasi nutrisi ke sel – sel tulang serta mengangkut limbah metabolisme dari sel tulang.

Tulang keras dilindungi oleh jaringan ikat longgar yang berfungsi untuk menutrisi dan mengatur kebutuhan sel tulang (osteoblas) dalam proses perbaikan atau pertumbuhan dan perkembangan. Berdasarkan letaknya dibedakan menjadi:

1. Periosteum merupakan lapisan luar tulang keras tersusun atas serat kolagen dan fibroblas
2. Endosteum merupakan lapisan dalam tersusun atas selapis sel – sel osteoprogenitor (bentuk gelendong) yang gepeng.

C. FUNGSI TULANG KERAS

Fungsi tulang keras antara lain:

1. Penyusun rangka

Rangka tubuh manusia dan hewan vertebrata lainnya disusun oleh jaringan tulang, dan jenis tulang keras ialah penyusun utama dari sistem rangka pada hewan vertebrata termasuk manusia. Meski demikian, awal pembentukan tulang keras dapat berasal dari tulang rawan.

2. Tempat pembentukan sel – sel darah

Sumsum tulang keras terutama yang berbentuk pipa, merupakan tempat pembentukan sel – sel darah yang baru seperti eritrosit. Sel darah merah akan diperbarui setiap 120 hari atau sekitar empat bulan dengan dibentuk sel – selnya di dalam sumsum tulang. Eritrosit tidak memiliki inti sel, sehingga sel ini dibentuk dari diferensiasi sel yang ada di sumsum tulang pada masa embrio (di dalam rahim), pembentukan sel darah berlangsung di dalam hati. Pembentukan sel darah di dalam sumsum tulang berlangsung sejak terbentuknya jaringan tulang keras pada janin sampai pada masa dewasa.

Baca Juga:  Pengertian Tindakan Ekonomi, Jenis, & Contoh Tindakan Ekonomi

3. Tempat melekatnya otot

Tulang keras merupakan penyusun utama sistem rangka pada sistem gerak manusia serta hewan vertebrata lainnya. Otot – otot rangka atau lurik yang berperan sebagai alat gerak aktif melekat pada tulang – tulang keras. Kerjasama antara otot dengan tulang keras sangat penting dalam pergerakan hewan.

4. Penyokong tubuh

Tulang keras lebih kuat dan statis dibanding tulang lunak atau rawan. Karakteristik ini sangat penting dalam fungsi menyokong fisik tubuh hewan atau manusia.

5. Pelindung organ vital

Tulang – tulang keras membentuk suatu rangka tubuh yang berfungsi melindungi organ – organ vital di dalam tubuh seperti jantung, otak, mata, ginjal, dan lain – lain.

6. Memberi bentuk tubuh

Rangka tubuh hewan dibangun oleh hubungan antar tulang – tulang keras. Bentuk tubuh hewan mengikuti bentuk rangka yang disusun oleh tulang keras.

7. Penyimpanan mineral

Matriks tulang keras mengandung kalsium karbonat dan kalsium sulfat sehingga mengeras. Keberadaan senyawa ini yang membuat matriks tulang keras memadat. Selain itu, tulang keras menjadi tempat penyimpanan mineral kalsium dan fiosfat yang juga berperan dalam metabolisme di dalam tubuh. Jika tubuh kelebihan asupaan kalsium dan fosfat maka akan didepositkan ke tulang, dan sebaliknya jika tubuh kekurangan mineral tersebut maka akan diuraikan dari tulang. Pegaturan ini dikontrol oleh hormon tiroid dan paratiroid.

8. Alat gerak pasif

Tulang keras berperan sebagai alat gerak pasif yang akan berkoordinasi dengan alat gerak aktif (otot) untk mendukung lokomosi hewan.

Baca Juga:  Pengertian, Cara Kerja Enzim, Fungsi, dan Sifat Enzim

D. PEMBENTUKAN TULANG KERAS (OSIFIKASI)

Tulang keras berasal dari jaringan mesenkim yaitu jaringan yang sama dengan jaringan ikat lainnya. Pada awal pembentukannya, jaringan mesenkim membentuk sel – sel kartilago yang menyusun tulang rawan. Kemudian, sel – sel ini berdifferensiasi menjadi sel – sel osteoblast yang mengisi rongga (sumsum). Pembentukan tulang terjadi sejak bulan ke dua atau ketiga pada periode kehamilan. Pembentukan tulang terbentuk secara konsentris, artinya dari dalam kemudian keluar mengelilingi pusat. Pembentukan tulang keras disebut dengan osifikasi dapat terjadi dengan dua cara:

1. Osifikasi intramembran

Pada osifikasi intramembran terjadi pemadatan jaringan mesenkim penyusun tulang. Osifikasi ini berfungsi mengatur pertumbuhan tulang pipih, tulang pendek da penebalan tulang panjang.

2. Osifikasi endokondral

Endokonral berawal dari bahasa yunani, endon = di dalam; dan chonros = tulang rawan. Osifikasi endokondral terjadi di dalam tulang rawan hialin. Artinya, pembentukan tulang ini berasal dari tulang rawan. Osifikasi jenis ini merupakan osifikasi yang berfungsi untuk pembentukan tulang pipa dan tulang pendek pada awal pertumbuhan dan perkembangan.

E. CONTOH TULANG KERAS

Pada manusia, tulang keras dapat dijumpai sebagai penyusun rangka tubuh, yakni mencakup tulang aksial yaitu tulang sumbu tubuh mencakup tengkorak, rusuk, dada, dan ruas tulang belakang. Selain itu, pada tulang appendikular atau tulang anggota gerak mencakup tungkai atas (tangan) dan tungkai bawah (kaki), serta gelang bahu dan panggul. Berdasarkan bentuknya, tulang keras dibedakan menjadi:

1. Tulang pipih, yaitu tulang keras yang bentuknya memipih pada bagian kedua ujungnya. Seperti penyusun tengkorak, rusuk, dan dada.
2. Tulang pendek, tulang keras yang berukuran pendek memiliki bentuk seperti dadu. Seperti pada tulang – tulang pergelangan tangan dan ruas tulang belakang.
3. Tulang pipa, yaitu tulang keras yang panjang. Seperti pada tulang – tulang anggota gerak.