Definisi Sosialisasi Primer dan Sekunder Beserta Contohnya

Definisi Sosialisasi Primer dan Sekunder Beserta Contohnya – Apakah yang dimaksud dengan sosialisasi ? Sosialisasi adalah sebuah proses pembelajaran individu atau sekelompok masyarakat yang menghantarkan mereka masuk ke dalam suatu kebudayaan. Selain itu, Sosialisasi juga bisa diartikan sebagai seperangkat aktivitas masyarakat saat seorang individu atau kelompok belajar dan mengajar agar dapat menjadi suatu bagian dari masyarakat yang memiliki peranan sosial sesuai dengan potensi diri mereka masing – masing.

Jenis – Jenis Sosialisasi

Apabila dilihat dari prosesnya, sosialisasi dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sosialisasi primer dan sosialisasi sekunder. Apakah yang dimaksud dengan kedua jenis sosialisasi tersebut ? Nah, di bawah ini adalah penjelasan lengkap mengenai jenis – jenis sosialisasi.

Sosialiasai Primer

Sosialisasi primer adalah proses sosialisasi yang paling awal dari seoarang individu sebelum masuk ke dalam bagian masyarakat. Jenis sosialisasi ini terjadi di dalam lingkungan keluarga dimana proses interaksinya terjadi melalui agen sosialisasi keluarga. Ada dua macam keluarga sebagai agen sosialisasi, yaitu keluarga inti yang terdiri dari ayah, ibu, adik, dan kakak, dan keluarga besar yang terdiri dari keluarga inti dan kakek, nenek, paman, dan bibi. Di dalam keluarga seorang individu akan bersosialisasi terhadap individu lainnya dengan diawali oleh sikap – sikap saling menghormati, tolong-menolong, toleransi, jujur, dan juga kasih sayang.

Baca Juga:  Pengertian, Ciri-Ciri Zaman Paleolitikum, Hasil Kebudayaan, dan Manusia Pendukung

Dalam sosialisasi primer ini seorang individu sedang menjalani sebuah tahapan sosialisasi yang disebut dengan preparatory stage atau tahap persiapan. Tahap ini disebut dengan tahap awal sosialisai karena dimulai sejak seseorang individu lahir ke dunia ini.

Oleh karena itu, di dalam jenis sosialisasi ini keluarga sangatlah penting terhadap tumbuh dan kembang perilaku seoarang individu. Keluarga bisa menciptakan seorang individu dengan peran sosial tertentu di dalam kehidupan masyarakat sosial. Apabila lingkungan keluarga baik, maka proses sosialisasi yang berjalan juga baik, sehingga menciptakan individu yang baik, dan begitu pula sebaliknya.

Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi sekunder adalah kelanjutan dari proses sosialisasi primer. Jenis sosialisasi ini terjadi di luar lingkungan keluarga, seperti di lingkungan sepermainan, sekolah, dan masyarakat luas. Dalam sosialisasi ini, individu belajar lebih banyak mengenai peran – peran yang ada di masyarakat. Selain itu, mereka juga telah mengerti akan peran dirinya sendiri dan peran yang dijalankan oleh orang lain.

Baca Juga:  30 Contoh Kalimat Majemuk Setara & Pengertian

Sosialisasi sekunder bisa mempengaruhi kepribadian seseorang. Seorang individu bisa menerima atau menolak proses sosialisasi tersebut sesuai dengan kadar kepribadian yang mereka miliki. Seorang individu akan mengalami beberapa tahapan sosialisasi, yaitu tahap play stage, game stage, dan generalized stage.

Pada tahap play stage seorang individu akan mempelajari peran – peran sosiali dengan meniru orang lain. Pada tahap game stage mereka telah memiliki peran masing – masing, dan pada tahap generalized stage mereka telah mampu mengambil atau menjalankan peran yang dijalani oleh orang lain.

Contoh – Contoh Sosialisasi

Sosialisasi Primer

Sosialisasi dalam keluarga

Contoh sosialisasi primer adalah sosialisasi yang terjadi di dalam keluarga. Di dalam keluarga terjadi interaksi – interaksi pertama di dalam kehidupan sosial dalam membentuk suatu kepribadian. Di dalam sosialisasi ini, orang tua memiliki peran yang penting dalam mendidik anak – anaknya. Mereka akan menanamkan nilai-nilai kehidupan dalam keluarga. Oleh karena itu, kepribadian seorang individu bergantung pada latar belakang keluarganya.

Baca Juga:  Proses Perkembangbiakan Tumbuhan Secara Generatif & Contohnya

Sosialisasi Sekunder

Sosialisasi dengan teman sepermainan

Sosialisasi dengan teman sepermainan adalah salah satu contoh sosialisasi sekunder. Di dalam sosialisasi ini mereka berinteraksi dengan teman – teman sebaya mereka. Dalam lingkungan inilah mereka mulai mempelajari aturan-aturan di dalam sebuah kelompok. Selain itu, mereka pula mempelajari nilai-nilai keadilan, meskipun masih bersifat egosentris, belum bisa menilai pendirian orang lain.

Setelah dewasa tentunya Anda akan menemui berbagai macam orang dengan kepribadian yang berbeda – beda. Ingatlah bahwa baik dan buruknya perbuatan kita sangat dipengaruhi oleh mereka yang akan menjadi teman kita. Oleh karena itu, pandai-pandailah dalam memilih seorang teman.

Sosialisasi dengan lingkungan sekolah

Sekolah merupakan contoh kecil dari suatu masyarakat. Di sana kamu akan bertemu dengan orang – orang dengan latar belakang yang berbeda, sehingga sifat dan sikapnya pun juga berbeda. Oleh karena itu, untuk mencegah pertentangan dari perbedaan tersebut, maka dibuatlah aturan sekolah. Setiap siswa wajib mematuhi aturan yang telah berlaku. Apabila mereka melanggar, maka teguran dan hukumanlah yang akan mereka dapatkan sebagai sanksi.