Definisi, Fungsi Tulang Rawan, Contoh, & Macam-Macam Tulang Rawan

Definisi, Fungsi Tulang Rawan, Contoh, & Macam-Macam Tulang Rawan – Tulang rawan atau dikenal sebagai kartilago telah lebih dulu menyusun tubuh manusia dan hewan lainnya. Karakteristik yang lunak pada tulang rawan tentu menunjang kebutuhan akan pergerakan dan pertumbuhan pada organ tertentu. Tulang rawan berbeda dengan tulang keras. Bagaimana karakteristik dan fungsi dari tulang rawan??? Berikut ulasannya.

A. DEFINISI TULANG RAWAN

Tulang rawan atau Kartilago merupakan kelompok jaringan ikat yang berfungsi sebagai penyokong. Sebagaimana jaringan ikat lainnya, kartilagotersusun atas sekumpulan sel tulang rawan (kondrosit) yang menghasilkan matriks ekstraseluler berupa serat dan substansi dasar. Tulang rawan merupakan kerangka sementara pada embrio sebelum digantikan oleh tulang sejati secara perlahan. Tulangrawan masih ditemukan sebagai penyokong organ atau jaringan tubuhtertentu pada saat dewasa.

B. PEMBENTUKAN TULANG RAWAN

Tulang rawan berkembang dari sel – sel mesenkim yang berdifferensiasi menjadi sel kondroblas dan fibroblas. Kedua sel ini merupakan sel induk tulang rawan yang kemudian berdifferensiasi menjadi sel – sel kondosit yaitu sel tulang rawan. Matriks ekstraseluler dihasilkan oleh sel kondroblas dan fibroblas. Matriks ekstraseluler pada tulang rawan mengandung serat kolagen dan atau elastin. Selain itu mengandung berbagai senyawa organik seperti kondroitin sulfat, proteoglikans, kondranektin, dan lainnya. Pada masa anak – anak jaringan tulang rawan akan lebih banyak mengandung sel kondrosit dibanding matriksnya. Sementara pada masa dewasa komposisinya berubah, matriks akan lebih banyak dibanding sel kondositnya. Pembentukan kartilago dibedakan menjadi:

Baca Juga:  Pengertian, Ciri, Contoh Karangan Argumentasi tentang Lingkungan

1. Pertumbuhan interstisial

Tulang rawan dihasilkan dari pembelahan mitosis tulang rawan (kondrosit) lainnya.

2. Pertumbuhan aposisional

Tulang rawan berasal dari differensiasi sel – sel perikondrial yang erupakan sel kondroblas yang menghasilkan serat kolagen dan substasi dasar.

C. FUNGSI TULANG RAWAN

Fungsi tulang rawan antara lain:

1. Penyokong jaringan/organ lunak

Tulang rawan yang elastik dan kenyal memungkinkan untuk melindungi bagian tubuh yang lunak. Seperti melindungi dari tekanan atau benturan yang kuat. Sifat kenyal yang dimilikinya akan menjadi “bantalan stress” (peredam) dengan demikian akan melindungi organ dari kerusakan mekanik.

2. Penyusun sendi

Tulang rawan menyusun persendian yang menghubungkan antar tulang keras pada tulang yang menyusun pergerakan. Sifat tulang rawan yang kenyal menjadi alasan yang paling cocok untuk menyusun persendian. Sebab, dengan karakter tersebut, tulang rawan mampu peredam gesekan mekanis antar kedua tulang dengan demikian menyokong pergerakan tubuh hewan yang dinamis.

Baca Juga:  Klasifikasi dan Ciri-Ciri Kingdom Fungi (Lengkap)

3. Pertumbuhan dan pembentukan tulang keras

Tulang rawan merupakan tulang yang menyokong tubuh manusia untuk pertama kali. Kemudian beberapa tulang rawan pada bagian tertentu mengalami penulangan “osifikasi” yang membentuk jaringan tulang sejati (osteon). Tulang rawan yang lunak mengalami pengapuran pada matriks ekstraselulernya sehingga memadat dan keras. Pada tulang keras seperti tulang pipa, daerah epifisis tersusun atas tulang rawan yang merupakan daerah pertumbuhan tulang keras.

D. MACAM – MACAM TULANG RAWAN

Berdasarkan komposisinya, tulang rawan dibedakan menjadi:

1. Tulang Rawan Hialin (Hialinkartilago)

Tulang rawan hialin merupakan tulang rawan yang paling “padat” dibanding tulang rawan lainnya. Tulang rawan hialin merupakan tulang yang menyusun embrio untuk sementara sebelum berangsur – angsur digantikan oleh tulang keras. Tulang rawan hialin tersusun atas sel kondrosit dan matriks ektraseluler yang didominasi serat kolagen. Dengan demikian, sifat padat dimiliki oleh tulang rawan hialin. Selain itu, warna tulang rawan hialin ialah putih. Tulang rawan hialin dapat ditemukan pada:

Baca Juga:  Penjelasan Fungsi Asli dan Fungsi Turunan Uang

a. Permukaan persendian (epifisis)
b. Saluran pernapasan (hidung,laring, trakea, bronki)
c. Ujung tulang rusuk

2. Tulang Rawan Elastis (Elastinkartilago)

Merupakan tulang rawan yang tersusun atas sel – sel kondosit yang menghasilkan matriks berupa campuran kolagen dan serat elastin. Keberadaan serat elastin pada tulang rawan ini memberikan karakter elastin dan berwana kekuningan. Jenis tulang rawan ini ditemukan pada: daun telinga, epiglotis, dan membran niktitans.

3. Tulang Rawan Fibrosa (Fibrokartilago)

Sedikit berbeda dengan jenis tulang rawan lainnya, fibriokartilago memiliki matriks berupa serat kolagen kasar yang tak beraturan dan sel – sel kondosit. Tulang rawan fibrousa ditemukan pada diskus intervertebrata (antara ruas tulang belakang), tendon, dan ligamen. Tulang rawan ini selalu berhubungan dengan jaringan ikat padat (tendon dan ligamen).