Definisi, Ciri, & Contoh Kalimat Tanya (Lengkap)

Definisi, Ciri, & Contoh Kalimat Tanya (Lengkap) – Apakah yang dimaksud dengan kalimat tanya ? Bagaimanakah ciri – ciri dan contohnya ? Nah, artikel kali ini akan membahas tuntas mengenai kalimat tanya. Baiklah mari kita mulai pembahasannya.

Sebelum mengetahui definisi kalimat tanya, mari kita cari tahu dahulu apa itu pengertian kalimat. Jadi, kalimat adalah kumpulan kata yang saling bersatu dan membentuk gagasan yang ingin disampaikan kepada orang lain. Nah, gagasan inilah yang menentukan jenis kalimat tersebut.

Jadi, kalimat tanya adalah kalimat yang makasud utamanya untuk meminta orang lain untuk melakukan atau memberikan sesuatu yang berupa informasi. Namun, tidak semua kalimat tanya ditujukan untuk sesorang, ada juga kalimat tanya yang ditujukan untuk diri sendiri. Kalimat tanya ini biasanya tidak membutuhkan jawaban karena kalimat tanya ini hanya berfungsi untuk meyakini diri sendiri.

Ciri – Ciri Kalimat Tanya

Kalimat tanya memiliki ciri – ciri sebagai berikut:

1. Kalimat tanya selalu diakhiri dengan tanda tanya (?)
2. Kalimat tanya diawali dengan kata – kata tanya (5W + 1H), yaitu apa, siapa, kapan, di mana, bagaimana, dan mengapa.
3. Kalimat tanya biasanya ditambahkan imbuhan sufiks –kah, seperti siapakah, apakah, dimanakah, dan lain – lain.
4. Kalimat tanya yang tidak diawali dengan kata tanya (5W + 1H) diakhiri dengan imbuhan kan, dan frasa iya kan.
5. Kalimat tanya yang hanya membutuhkan jawaban ya atau tidak memiliki intonasi yang meningkat pada akhir kalimat. Sedangkan kalimat tanya yang membutuhkan jawaban yang panjang memiliki intonasi yang menurun pada akhir kalimat.

Baca Juga:  Pengertian & 23 Contoh Kalimat Definisi

Jenis – Jenis Kalimat Tanya

Kalimat tanya memiliki beberapa jenis yang dibedakan berdasarkan reaksi yang diiginkan pada orang yang ditanyai tersebut, di antaranya adalah kalimat tanya biasa, kalimat tanya klarifikasi, kalimat tanya retoris, dan kalimat tanya tersamar. Berikut ini adalah pembahasannya.

1. Kalimat Tanya Biasa

Kalimat tanya biasa adalah kalimat tanya yang membutuhkan respon atau tanggapan secara langsung atas pertanyaan yang disajukan. Respon tersebut terkadang membutuhkan penjelasan yang cukup panjang.

Contoh:

Apa yang menyebabkan hutan menjadi habis terbakar ?
Bagaimana tanggapan pemerintah terhadap masalah yang sedang terjadi saat ini ?
Kapankah pembangunan menara itu dilaksanakan ?
Di manakah kamu bertemu dengan dirinya ?
Mengapa kabut asap sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh kita ?
Siapa yang menjadi penanggung jawab terlaksananya acara besar itu ?
Apa yang terjadi bila negeri ini dipimpin oleh orang yang tidak memiliki jiwa kepemimpinan ?
Bagaimanakah proses terjadinya pelangi di udara ?
Kapan sekolah kita akan mengadakan pentas seni untuk merayakan hari ulang tahun sekolah ?
Dimana kamu meletakkan buku sejarah yang berwarna biru kemarin ?

Baca Juga:  Definisi, Ciri, & 23 Contoh Kalimat Aktif Transitif

2. Kalimat Tanya Klarifikasi

Kalimat tanya klarifikasi disebut juga dengan kalimat tanya konfirmasi dimana kalimat tanya ini tidak membutuhkan jawaban yang panjang tetapi jawaban yang dibutuhkan hanya ya atau tidak.

Contoh:

Apakah ibu kamu sudah pulang dari Jakarta ?
Apakah kamu sudah menyelesaikan tugas dari bu guru ?
Apakah kamu sudah makan hari ini ?
Apa kamu melihat di mana Andi ?
Apakah Shinta menemui kemarin ?
Apakah besok kamu akan datang ?
Dani jadi pergi ke Jakarta, iya kan?
Kamu telah mengirimkan paket itu kan ?
Johan sudah diberitahukan ?
Hari ini guru tidak datang, iya kan ?

3. Kalimat Tanya Retoris

Kalimat tanya retoris adalah kalimat tanya yang tidak membutuhkan jawaban. Dengan kata lain kalimat tanya ini hanya berfungsi sebagai sindiran karena jawaban dari pertanyaan ini sudah diketahui oleh penannya.

Baca Juga:  60 Contoh Kalimat Tanya Bahasa Inggris dalam Berbagai Kategori Waktu

Contoh :

Apakah kamu tidak peduli dengan kesehatanmu?
Siapakah yang telah membesarkanmu dari kecil hingga dewasa seperti ini ?
Kapankah kamu menyadari semua kesalahanmu itu ?
Bukankah kamu sudah memiliki barang itu ?
Bukankah kamu yang membutuhkan pertolonganku ?
Bukankah Shinta adalah anak dari kepala sekolah ?
Telatkah untuk memulai perbuatan baik itu ?

4. Kalimat Tanya Tersamar

Kalimat tanya tersamar adalah kalimat tanya yang memiliki maksud untuk memohon, merayu, menolak, menyuruh, menyangah dan lain – lain. Kalimat ini disampaikan secara tidak langsung kepada orang yang ditanyai.

Contoh :

Apa pantas aku membawa barang ini sendirian ?
Apa kamu tega melihat ibumu menangsi sendirian ?
Apa kamu sampai hati meninggalkan aku sendiri ?
Jangan menjadi orang yang kikir, bukankah kamu anak pejabat ?
Aku yakin kamu pintar dan mampu menyelesaikan tugas ku mala mini.
Aku percaya kamu tidak akan tega melihat saudaramu ini kelaparan.
Apakah tega kamu melihat wanita tua itu menyebarang sendiri?
Sampai hatikah kamu melihat dirnya diejek oleh teman-temannya?

    1. rifkon September 14, 2016

    Add Your Comment